google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Royalti Musik Dinilai Berat, Selecta Ambil Langkah Berani

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Kawasan wisata legendaris Selecta kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan hanya karena pesona taman bunga dan kesejukan udara pegunungan, melainkan juga karena langkah berani yang ditempuh manajemen. Mulai 2 Agustus 2025, Selecta resmi memberikan potongan harga 20 persen untuk tiket reguler maupun tiket perusahaan. Namun di sisi lain, pengunjung tak lagi bisa menikmati alunan musik di area taman maupun restoran karena pihak pengelola memilih menghentikan sementara penggunaannya.

Strategi Hadapi Tantangan

Direktur Utama Selecta, Pramono, menjelaskan kebijakan diskon tiket sekaligus menjadi strategi untuk tetap menarik pengunjung di tengah situasi yang cukup menantang bagi sektor pariwisata. Menurutnya, belakangan ini isu tarif royalti musik telah menjadi beban tambahan yang cukup dirasakan pelaku industri wisata dan hiburan.

“Kami ingin menjaga agar pengunjung tetap nyaman dengan harga tiket yang lebih terjangkau. Namun untuk sementara, kami hentikan penggunaan musik, baik di taman rekreasi, restoran, maupun penampilan live music yang biasanya hadir saat akhir pekan dan hari besar,” kata Pramono.

Langkah ini tentu mengejutkan, mengingat Selecta dikenal sering menghadirkan hiburan musik bagi wisatawan. Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk penyesuaian agar pengelola tetap bisa menjaga stabilitas keuangan tanpa harus terbebani biaya tambahan yang dinilai belum sepadan.

Menyoal Tarif Royalti Musik

Pramono menegaskan, pihaknya tidak menolak kewajiban membayar royalti. Hanya saja, tarif yang berlaku saat ini dianggap belum rasional dan kurang memperhatikan kemampuan pelaku usaha di sektor pariwisata.

“Ke depan, kami intinya tidak keberatan dengan tarif pengenaan royalti, asalkan dengan tarif yang wajar dan sesuai proporsi. Kami tetap menghormati hak cipta para musisi, tetapi jangan sampai kebijakan ini justru mematikan kreativitas dan keberlangsungan usaha wisata,” tekannya.

Pernyataan tersebut menyoroti polemik yang kian ramai dibicarakan. Banyak pengusaha tempat hiburan dan wisata mengeluhkan aturan royalti musik yang dianggap memberatkan. Di sisi lain, kewajiban itu memang diperlukan untuk melindungi karya para pencipta lagu.

Dampak bagi Pengunjung

Meski tanpa musik, Pramono optimistis  atmosfer wisata tetap bisa dinikmati. Dengan diskon tiket 20 persen, manajemen berharap masyarakat tidak ragu berkunjung.

“Intinya, kami ingin tetap memberikan pengalaman wisata yang menyenangkan dengan cara yang lebih terjangkau,” sebut Pramono.

Pengunjung masih bisa menikmati daya tarik utama Selecta, mulai dari hamparan taman bunga berwarna-warni, udara sejuk khas pegunungan Batu, hingga area kolam renang yang menjadi favorit keluarga.

“Kami fokus pada kekuatan utama Selecta, yaitu panorama alam dan suasana yang menenangkan,” ucapnya.

Harapan dan Langkah Selanjutnya

Kebijakan ini ditekankan Pramono sekaligus menjadi pesan kepada pemangku kebijakan agar lebih bijak dalam menetapkan aturan. Menurut Pramono, perlu ada dialog lebih intensif antara pemerintah, lembaga pengelola royalti, dan pelaku usaha wisata. Dengan demikian, diharapkan lahir skema tarif yang adil, tidak memberatkan satu pihak, serta tetap memberikan penghargaan layak kepada pencipta karya musik.

Ke depan, Selecta membuka kemungkinan menghadirkan kembali hiburan musik apabila ada kepastian mengenai aturan royalti yang lebih proporsional.

“Kami menunggu regulasi yang lebih adil. Kalau itu sudah ada, musik akan kembali hadir di Selecta,” ungkapnya.

“Dengan langkah diskon tiket dan penghentian musik sementara ini, Selecta bukan hanya sedang menjaga stabilitas usahanya, tetapi juga menegaskan posisinya dalam dinamika polemik royalti musik,” tukas Pramono. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *