google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Saniman Wafi Serap Aspirasi Warga, Pendidikan, BPJS hingga Pelestarian Budaya Jadi Sorotan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang, Saniman Wafi’ S.Tr.Par, memanfaatkan masa reses Tahun 2026 untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat di Gedung Panca Krida, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Selasa (7/7/2026).

Dialog yang berlangsung terbuka tersebut tidak hanya dihadiri warga, tetapi juga melibatkan para pegiat seni dan budaya, mulai dari komunitas bantengan, jaran kepang hingga Al Banjari. Kehadiran mereka menandai besarnya perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya lokal yang dinilai perlu mendapatkan dukungan berkelanjutan. Menurut Wafi, seni dan budaya merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman.

Salurkan 28 Sound System untuk Kelompok Kesenian

Sebagai bentuk dukungan terhadap para pelaku seni, Wafi menyerahkan bantuan sebanyak 28 unit sound system kepada sejumlah kelompok kesenian di wilayah Kedungkandang. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas komunitas seni sekaligus menjadi sarana pembinaan generasi muda agar tetap mencintai budaya lokal.

“Bantuan ini kami harapkan bisa menunjang aktivitas para pegiat seni agar terus melestarikan budaya sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda,” ujar politisi PKB tersebut.

Menurutnya, keberadaan kelompok seni tidak hanya berfungsi sebagai pelestari budaya, tetapi juga menjadi ruang positif bagi anak muda untuk berkegiatan dan mengembangkan kreativitas.

Pendidikan Masih Jadi Aspirasi Dominan

Selain persoalan seni budaya, sektor pendidikan menjadi isu yang paling banyak disampaikan masyarakat dalam forum reses tersebut. Wafi mengungkapkan warga masih banyak menyampaikan kebutuhan terkait akses pendidikan, bantuan pendidikan, hingga pendampingan program-program pemerintah yang menyasar pelajar dan keluarga kurang mampu.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Malang itu menegaskan pihaknya terus mengawal berbagai program pendidikan, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP) yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Menurutnya, sekitar 1.000 kuota PIP sebelumnya telah diperjuangkan, dan sekitar 800 penerima telah merasakan manfaat program tersebut.

“Usulan masyarakat masih didominasi persoalan pendidikan, tetapi ada juga aspirasi di luar pendidikan yang akan kami perjuangkan,” katanya.

Ia menilai forum dialog seperti reses sangat penting karena menjadi sarana masyarakat menyampaikan berbagai kendala yang tidak selalu bisa tersampaikan melalui jalur formal lainnya.

Keluhan BPJS Kesehatan Jadi Perhatian

Di bidang kesehatan, persoalan kepesertaan dan layanan BPJS Kesehatan menjadi salah satu topik yang paling banyak dikeluhkan warga. Beragam persoalan disampaikan masyarakat, mulai dari status kepesertaan hingga akses layanan kesehatan yang dinilai masih memerlukan perbaikan.

Alumni PMII itu memastikan seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah daerah agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat semakin optimal. Menurutnya, kesehatan dan pendidikan merupakan dua sektor yang secara langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat sehingga harus mendapatkan perhatian serius.

Pemuda Diajak Aktif Bangun Lingkungan

Dalam kesempatan tersebut, Wafi juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan lingkungan. Ia menegaskan kemajuan Kota Malang tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga tingkat paling bawah, termasuk RT dan RW. Menurutnya, berbagai program pembangunan berbasis lingkungan akan lebih berhasil apabila didukung partisipasi aktif warga, terutama kalangan pemuda.

“Saya berharap teman-teman pemuda ikut memberikan kontribusi bagi kemajuan Kota Malang, dimulai dari lingkungan masing-masing. Program seperti RT Berkelas juga membutuhkan keterlibatan masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” tekan dia.

Melalui forum reses tersebut, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dihimpun dan diperjuangkan melalui mekanisme DPRD sesuai kewenangan yang ada. Wafi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebutuhan warga, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga penguatan seni budaya sebagai bagian dari pembangunan Kota Malang yang inklusif dan berkelanjutan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *