google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sarasehan Syawal di Kota Batu, Alfi Nurhidayat Sorot Sinergi Pendidikan PAI

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai Sarasehan Syawal 1447 H/2026 M yang digelar di Graha Pancasila Among Tani, Rabu (15/4/2026). Forum bertema “Merajut Asa, Perekat Ukhuwah dan Perteguh Amanah untuk Generasi Mulia” ini menjadi ruang strategis mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan agama Islam dalam satu dialog terbuka.

Kegiatan ini mempertemukan unsur Kementerian Agama, Pemerintah Kota Batu, Dinas Pendidikan, DPRD, hingga organisasi profesi guru PAI. Tak sekadar silaturahmi pasca-Ramadan, sarasehan ini diarahkan menjadi momentum penguatan sinergi lintas sektor dalam membangun kualitas pendidikan berbasis nilai keagamaan.

Dalam rangkaian acara, dilakukan pula pengukuhan pengurus FKG, KKG, dan MGMP PAI Kota Batu. Pengukuhan ini menjadi simbol komitmen kolektif dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di seluruh jenjang pendidikan. Kehadiran para pemangku kebijakan sekaligus menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai religius kini menjadi perhatian serius di tingkat daerah.

Wali Kota Tekankan Peran PAI dalam Pembentukan Karakter

Wali Kota Batu, Nurochman, yang hadir sebagai keynote speaker menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi muda yang berkarakter kuat. Menurutnya, pendidikan agama Islam memiliki peran sentral dalam membentuk pondasi moral generasi penerus bangsa. Karena itu, dukungan dari seluruh unsur, baik pemerintah maupun masyarakat, menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Pendidikan agama bukan hanya pelengkap, tetapi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang religius, cerdas, dan berintegritas,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat arah kebijakan pembangunan sumber daya manusia di Kota Batu yang menempatkan pendidikan karakter sebagai prioritas.

Kemenag Dorong Inovasi dan Moderasi Beragama

Dari sisi kebijakan nasional, Kabid PAIS Kanwil Kemenag Jawa Timur, Moh Amak Burhanudin, menyoroti pentingnya transformasi dalam pendidikan agama Islam. Ia menekankan penguatan PAI harus berjalan seiring dengan semangat moderasi beragama dan adaptasi terhadap perkembangan digital.

“Guru dituntut tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu berinovasi menghadapi perubahan zaman,” serunya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Batu, Moh Zainal Arifin, menegaskan sarasehan ini merupakan momentum konsolidasi moral dan profesionalisme bagi para pendidik.

“Ini bukan sekadar halal bihalal, tetapi ruang memperkuat amanah dalam mendidik generasi berakhlak mulia,” ujarnya.

Alfi Tekankan Sinergi Jadi Kunci Pendidikan Berkualitas

Sorotan utama datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama. Alfi menyebut sinergi kedua lembaga tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan. Ia menilai, tanpa kolaborasi kuat, upaya peningkatan kualitas pendidikan akan berjalan parsial.

“Sinergi adalah kunci. Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi yang solid agar hasilnya berdampak nyata,” tekan Alfi.

Dukungan legislatif juga ditegaskan Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto, yang memastikan penguatan program pendidikan karakter akan terus didorong melalui kebijakan daerah.

“Sarasehan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya semangat baru bagi insan pendidikan agama Islam untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan profesionalisme, serta mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia,” pungkas Ludi.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *