google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Satu Keluarga Tewas dalam Tragedi Longsor Pacet

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Mojokerto, iKoneksi.com – Suasana duka menyelimuti Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Tujuh anggota keluarga yang sedang melakukan perjalanan silaturahmi saat libur Lebaran tewas tertimbun longsor di kawasan Pacet, Mojokerto, tepatnya di Jalan Raya Sumber Brantas, Cangar. Mereka berada dalam satu mobil Toyota Innova saat bencana maut itu terjadi.

Perjalanan yang semula dirancang penuh harapan dan kehangatan berubah menjadi mimpi buruk yang menyesakkan. Wahyudi (71), sang kepala keluarga, bersama istri, anak, menantu, cucu, dan besan, menghembuskan napas terakhir dalam satu tragedi memilukan. Mereka hendak mengunjungi besan Wahyudi di Kota Batu, namun tak pernah sampai di tujuan.

“Mereka pergi untuk silaturahmi ke rumah besan, karena ini masih suasana Lebaran,” ungkap Sumardi, Kepala Desa Kloposepuluh, saat ditemui di rumah duka, Jumat (4/4/2025).

Kabar duka itu pertama kali ia dengar dari warga, sebelum ia memutuskan untuk memastikan langsung ke lokasi. Sumardi sempat mengecek ke RSUD Sumberglagah Mojokerto, namun semula mengira korban bukan dari desanya karena jenazah yang diterima merupakan korban dari mobil pick-up lain. Setelah mendapatkan informasi pasti dari pihak Basarnas dan keluarga, ia memastikan bahwa enam dari tujuh korban telah berada di RS Bhayangkara Hasta Brata Batu.

“Wahyudi, yang diketahui menjabat sebagai Ketua RT 10 di lingkungan tempat tinggalnya, dikenal sebagai sosok bersahaja, penyayang keluarga, dan dicintai warga. Beliau orang baik, disayangi warga. Bahkan, warga ingin beliau jadi Ketua RT seumur hidup,” tutur Sumardi mengenang.

Korban lainnya yang ikut dalam mobil Innova nahas itu adalah istri Wahyudi, Jainahusia (61); anak keempat mereka, Masjid Zatmo Setio (31); menantu Rani Anggraeni (28); besan bernama Saudah (70); serta dua cucu mereka, Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6) dan Putri Qiana Ramadhani (2). Ketujuh jenazah langsung dievakuasi oleh tim gabungan BPBD Mojokerto dan relawan, kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi dan persiapan pemakaman.

“Rencananya, seluruh korban akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kloposepuluh malam ini. Warga desa telah menyiapkan segala kebutuhan pemakaman secara gotong royong, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada keluarga yang telah menjadi bagian dari masyarakat selama bertahun-tahun,” sebut Sumardi.

“Semuanya pendiam, sopan, dan tidak pernah ada masalah. Kami sangat kehilangan,” imbuh Sumardi.

Bencana longsor di kawasan Pacet memang dikenal rawan terjadi, terutama saat musim hujan atau saat curah hujan tinggi melanda daerah pegunungan. Jalan yang menghubungkan Cangar dengan Batu melewati medan terjal yang rawan pergerakan tanah, terutama setelah hujan deras.

Tak hanya rombongan keluarga Wahyudi, insiden ini juga merenggut tiga nyawa lain yang menumpang mobil pick-up. Mereka adalah Fitria Handayani (27), Ahmat Fiki Muzaki (28), dan seorang balita berusia 3,5 tahun, Mikaila F.Z. Ketiganya juga meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Tragedi ini menjadi pengingat kelam tentang betapa rentannya keselamatan di kawasan rawan bencana. Pemerintah daerah diimbau untuk segera melakukan pemetaan dan peringatan dini yang lebih efektif, serta membatasi akses kendaraan di daerah rawan saat kondisi cuaca ekstrem. Kini, Kloposepuluh berduka. Satu keluarga utuh telah tiada, meninggalkan jejak kenangan yang dalam. Silaturahmi terakhir mereka menjadi pelajaran besar bagi banyak pihak tentang pentingnya keselamatan dalam perjalanan, khususnya di wilayah rawan bencana,” pungkas Sumardi. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *