google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Selecta Tawarkan Wisata Sejarah dan Budaya Melalui Batu Heritage Walking Tour

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Puluhan traveler mengikuti kegiatan Batu Heritage Walking Tour di kawasan Selecta Living Museum, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini mengajak peserta menyusuri kawasan wisata legendaris Selecta sambil menggali jejak sejarah yang masih hidup dan terawat hingga kini.

Tak sekadar berjalan kaki, para peserta mendapatkan penjelasan langsung mengenai bangunan dan kawasan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan Selecta sebagai salah satu destinasi wisata tertua dan mendunia di Malang Raya.

Pemandu wisata, Asep Abiyanto, menjelaskan di kawasan Selecta terdapat sedikitnya empat titik utama bersejarah, di antaranya Aula Selecta dan lobi Hotel Selecta yang berada di bagian depan kawasan.

“Gedung lobi dulu dinamakan Gedung Perkasa oleh masyarakat sekitar. Bangunan ini beberapa kali dibumihanguskan, namun tetap berdiri kokoh, sehingga disebut Gedung Perkasa,” kata Asep kepada peserta.

Rute dilanjutkan menuju Aula Selecta, bangunan yang memiliki peran penting dalam sejarah pengelolaan Taman Wisata Selecta. Aula tersebut menjadi lokasi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pertama, menandai tonggak awal pengelolaan Selecta secara modern.

Peserta kemudian diajak ke Vila Bima Sakti, tempat Presiden Soekarno disebut pernah berkontemplasi menjelang kemerdekaan Indonesia.

“Dalam catatan sejarah, Bung Karno tercatat tiga kali berkunjung ke Bima Sakti,” terang Asep.

Perjalanan ditutup di Kolam Renang Selecta, kolam renang standar pertama di Indonesia yang hingga kini masih mempertahankan fasilitas asli seperti papan loncat indah dan seluncuran. Seluruh elemen kolam tersebut masih dirawat dengan baik oleh pengelola.

Anwar dari komunitas Jelajah Kampung mengatakan walking tour ini dirancang untuk menempatkan Selecta sebagai museum hidup (living museum). Peserta diajak merasakan sejarah bukan hanya lewat artefak, tetapi juga melalui cerita dan suasana yang masih terasa kuat.

“Di Selecta, sejarah berbicara melalui lanskap, bangunan, dan aktivitas yang masih berlangsung. Ini kawasan perkebunan dan wisata pertama di Malang Raya yang sudah mendunia pada masanya,” ucap Anwar.

Sementara itu, Dino Dirk, pemandu dari Mandala Creative, menjelaskan kegiatan ini telah diinisiasi bersama PT Selecta dan jejaring kreatif di Kota Batu sejak Indonesia Kreatif City Festival (ICJM). Menurutnya, Selecta menyimpan nilai budaya dan ekonomi kerakyatan yang relevan hingga kini.

“Selecta membuktikan bahwa koperasi dan ekonomi kerakyatan masih bisa bertahan dan relevan sampai sekarang,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti sekitar dua puluh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari penggiat wisata, akademisi, hingga warga sekitar. Total rute mencakup enam titik, termasuk Taman Lumut Selecta yang merupakan taman lumut terbesar kedua di Indonesia setelah Cibodas.

Direktur Utama PT Selecta, Sujud Hariadi, menyatakan pihaknya menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya mengoptimalkan eksplorasi sejarah Selecta yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Sejarah Selecta sangat lengkap, dari era Belanda hingga sekarang. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membuka segmen wisata baru, yaitu wisata edukasi sejarah,” katanya.

“PT Selecta dan Mandala Creative juga telah menandatangani kerja sama untuk pengembangan wisata sejarah. Diharapkan, program ini menjadi titik awal lahirnya pasar wisata baru yang berorientasi pada edukasi, sejarah, dan ekonomi kerakyatan,” ungkap Sujud.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *