google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SIP Akurat, Terobosan Baru Pemkot Batu Hadapi Bencana

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Batu terus memperkuat sistem keselamatan dan mitigasi bencana di tengah tingginya mobilitas pariwisata dan peningkatan aktivitas ekonomi. Melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Pemkot Batu menggelar agenda besar yang mencakup pengukuhan relawan, pelatihan aparatur, serta peluncuran aplikasi SIP Akurat sebagai inovasi pelaporan kebakaran dan kedaruratan secara real time. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Selecta, Selasa (25/11/2025).

Mitigasi Berbasis Risiko Jadi Fokus Utama

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan harus dilakukan secara menyeluruh mengingat tingginya kejadian kebencanaan selama 2025. Berdasarkan laporan BPBD, tercatat 173 kejadian hingga November, dengan dominasi longsor dan cuaca ekstrem. Kondisi itu, menurutnya, menempatkan langkah preventif sebagai kebutuhan mendesak.

“Data ini membuktikan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas, bukan sekadar merespons setelah kejadian,” kata Nurochman.

Ia menekankan pentingnya peran Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang ditempatkan di setiap desa dan kelurahan. Relawan ini berfungsi sebagai garda terdepan respon awal. Dengan pemahaman risiko wilayah mulai dari peta rawan longsor, titik banjir, kawasan angin kencang, hingga pola persebaran kejadian di Bumiaji, Batu, dan Junrejo Redkar diharapkan mampu mempercepat penanganan sebelum Damkar tiba.

Aplikasi SIP Akurat: Pelaporan Cepat dan Terintegrasi

Kepala DPKP Kota Batu, Agung Sedayu, menyebut peluncuran aplikasi SIP Akurat sebagai lompatan teknologi yang tidak hanya mempermudah proses pelaporan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional Damkar.

“Aplikasi ini membantu mempercepat informasi, mempermudah penugasan personel, dan menyediakan media pelaporan yang praktis, real time, serta transparan,” ujar Agung.

SIP Akurat dilengkapi fitur IoT, sensor lingkungan, dan dashboard risiko untuk memantau kemungkinan kebakaran maupun cuaca ekstrem secara langsung. Masyarakat dapat mengirim laporan melalui aplikasi, panggilan telepon, maupun WhatsApp. Selain itu, pengguna dapat mengakses informasi lokasi sumber air, riwayat kejadian, hingga status penanganan yang sedang berlangsung.

“Teknologi ini dirancang untuk memangkas waktu respon serta mengurangi risiko keterlambatan yang sering menjadi kendala dalam kasus-kasus darurat,” sebut Agung.

Pelatihan 70 Personel Damkar Perkuat Kesiapan Lapangan

Selain inovasi digital, DPKP juga melaksanakan pelatihan teknis bagi 70 personel Damkar. Pelatihan tersebut mencakup penyelamatan korban di ketinggian, manajemen risiko kebakaran, hingga peningkatan kedisiplinan operasional pada situasi genting.

“Pengukuhan pengurus Redkar turut memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara Damkar, relawan, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci menciptakan sistem perlindungan bencana yang lebih responsif dan tangguh,” terang Agung.

Bangun Kota Tangguh Bencana

Menurut Agung lewat kombinasi teknologi, penguatan SDM, dan jaringan relawan berbasis wilayah, Pemerintah Kota Batu menargetkan terciptanya sistem mitigasi yang mampu mengurangi risiko korban serta kerugian akibat bencana.

“Inovasi SIP Akurat menjadi langkah konkret menuju tata kelola kebencanaan yang lebih modern, gesit, dan mudah diakses masyarakat,” tukas Agung.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *