google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Stasiun Kota Malang Hadapi Masalah Parkir, Ini Solusi Dishub Kota Malang

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Stasiun Kereta Api Kota Malang kini menjadi salah satu simpul transportasi yang paling padat di Jawa Timur. Setiap harinya, ribuan penumpang keluar masuk stasiun yang terletak di kawasan Jalan Trunojoyo tersebut. Namun, tingginya aktivitas itu justru melahirkan persoalan baru: bangkitan lalu lintas yang berujung kemacetan di sekitar kawasan.

Kemacetan di Sekitar Stasiun

Kepadatan kendaraan terutama terjadi saat jam kedatangan dan keberangkatan kereta. Jalan Trunojoyo yang merupakan akses utama menuju stasiun kerap dipenuhi kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga ojek daring yang menjemput maupun mengantar penumpang. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan lahan parkir di sekitar area stasiun.

Satuan Ruang Parkir (SRP) yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang datang. Alhasil, banyak kendaraan harus menunggu di pinggir jalan atau berputar-putar mencari ruang parkir.

“Kepadatan terjadi karena akses keluar-masuk hanya melalui satu jalur, ditambah kapasitas parkir yang terbatas,” jelas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra.

Rencana Solusi Jangka Panjang

Menanggapi kondisi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) bersama Pemerintah Kota Malang tidak tinggal diam. Keduanya telah melakukan koordinasi intensif untuk menghadirkan solusi jangka panjang. Salah satu langkah konkret adalah rencana pembangunan fasilitas parkir baru yang akan dikelola langsung oleh PT KAI.

Widjaja mengungkapkan, rencana ini sudah masuk dalam Detail Engineering Design (DED) dan dijadwalkan mulai direalisasikan pada awal tahun 2026. “Dengan adanya fasilitas parkir yang representatif di area stasiun, diharapkan arus kendaraan bisa lebih tertata dan kemacetan di Jalan Trunojoyo dapat berkurang signifikan,” ujarnya.

Fasilitas Parkir Baru

Parkir baru yang direncanakan menurut Widjaja tidak hanya akan menambah kapasitas, tetapi juga dirancang dengan sistem yang lebih modern. PT KAI memastikan pengelolaan parkir tetap berada di bawah kendali mereka. Hal ini untuk menjaga konsistensi pelayanan serta memastikan kebutuhan penumpang terpenuhi sesuai kondisi lapangan.

“Pengelolaan parkir di area stasiun akan tetap berada di bawah PT KAI. Kami menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi lapangan agar kenyamanan penumpang tetap terjaga,” tegas Widjaja.

Harapan Warga dan Penumpang

Banyak warga maupun penumpang menyambut baik rencana tersebut. Selama ini, keluhan tentang sulitnya mencari parkir dan kemacetan yang menyesakkan di sekitar stasiun menjadi isu utama.

“Kalau ada parkir baru, pasti lebih enak. Tidak perlu bingung lagi cari tempat saat mau naik kereta,” sebut Andri, salah satu penumpang yang rutin bepergian dari Stasiun Malang.

Salah satu warga sekitar, Iqbal berharap, pembangunan fasilitas parkir ini tidak sekadar janji, melainkan benar-benar terealisasi sesuai jadwal. Selain itu, mereka juga meminta agar tata kelola lalu lintas di sekitar stasiun ditata lebih baik, termasuk penertiban angkutan umum dan ojek daring yang sering berhenti sembarangan.

“Stasiun Kota Malang memiliki peran vital dalam mobilitas masyarakat, baik untuk perjalanan jarak dekat maupun antar kota. Namun, tanpa dukungan fasilitas memadai, pelayanan transportasi bisa terhambat oleh persoalan klasik seperti kemacetan dan keterbatasan parkir,” bebernya.

“Dengan adanya rencana pembangunan fasilitas parkir baru pada 2026, masyarakat menaruh harapan besar agar wajah transportasi Kota Malang semakin tertata dan nyaman,” tukasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *