google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Trans Jatim Disiapkan, Angkot Malang Jadi Feeder

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah merumuskan langkah besar dalam penataan transportasi perkotaan. Melalui penyusunan Tatanan Transportasi Lokal (Tatralok), Kota Malang akan memiliki pedoman resmi dalam pengelolaan transportasi. Salah satu poin krusial dalam dokumen tersebut adalah rencana beroperasinya layanan Trans Jatim di wilayah Malang Raya, termasuk Kota Malang, yang diyakini mampu mengubah wajah transportasi publik di kota pendidikan ini.

Tatralok Jadi Arah Baru Transportasi Kota

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan Tatralok bukan sekadar dokumen teknis, melainkan fondasi kebijakan transportasi masa depan. Nantinya, Tatralok akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Wali Kota (Perwal) agar memiliki kekuatan hukum yang jelas.

“Setiap kota wajib memiliki Tatralok sebagai pedoman. Dari situ bisa diatur arah transportasi, kebijakannya apa, dan bagaimana pelaksanaannya. Fokusnya memang pada penguatan transportasi publik, meski dilakukan secara bertahap,” kata Widjaja kepada iKoneksi.com, Ahad (14/9/2025).

Menurutnya, kehadiran Trans Jatim akan menjadi bagian penting dari kebijakan tersebut, sekaligus mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan umum sehingga kemacetan bisa ditekan.

Trans Jatim Bukan Ancaman untuk Angkot

Salah satu isu yang sempat menimbulkan kegaduhan adalah kekhawatiran sopir angkutan kota (angkot) yang merasa terancam dengan kehadiran Trans Jatim. Namun, Widjaja menegaskan hal itu tidak benar. Ia memastikan, keberadaan angkot justru akan diintegrasikan ke dalam sistem baru sebagai feeder atau pengumpan penumpang ke halte maupun terminal Trans Jatim.

“Malah dengan adanya Trans Jatim, angkot bisa senang karena dijadikan feeder. Nanti akan beriringan antara Trans Jatim dengan layanan buy the service (BTS). Semua sedang dibahas,” tegasnya.

Selain itu, Dishub juga sedang menyiapkan skema penyesuaian trayek agar tetap sesuai dengan perkembangan Kota Malang.

“Bisa saja dilakukan re-routing semua trayek, sehingga lebih efisien dan mendukung sistem transportasi yang terintegrasi,” ucapnya.

Jumlah Angkot Terus Menyusut

Menurut Widjaja realitas di lapangan menunjukkan jumlah angkot di Kota Malang memang terus menurun. Dari 25 trayek yang ada, kini hanya 18 trayek yang masih beroperasi. Itu pun tidak semua armada layak jalan. Dishub mencatat hanya sekitar 60 persen kendaraan yang memenuhi standar baik dari sisi fisik maupun administrasi.

“Kondisi ini menjadi pertimbangan serius bagi Pemkot Malang. Tanpa sistem transportasi publik yang lebih modern, beban angkot yang semakin berkurang tidak mampu lagi menjawab kebutuhan mobilitas warga kota,” beber Widjaja.

Integrasi Menuju Transportasi Publik yang Efisien

Ke depan, Trans Jatim akan dipusatkan di Terminal Hamid Rusdi sebagai simpul integrasi, sementara Terminal Arjosari menyiapkan jalur khusus untuk mendukung sistem feeder. Strategi ini diharapkan bisa membentuk jaringan transportasi terpadu yang lebih ramah penumpang.

Widjaja optimis, perubahan ini akan membawa manfaat jangka panjang.

“Arah kebijakan transportasi di Kota Malang jelas: memperkuat transportasi publik, menekan penggunaan kendaraan pribadi, dan mengurai kemacetan. Trans Jatim adalah salah satu langkah menuju tujuan itu,” ungkapnya.

Langkah Menuju Kota yang Lebih Tertib

Menurut pengamat transportasi Kota Malang, Iqbal rencana feeder angkot menunjukkan Pemkot Malang tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan transportasi baru, tetapi juga memperkuat regulasi, memperbarui trayek, dan memastikan setiap moda transportasi saling mendukung. Dengan integrasi angkot sebagai feeder, diharapkan transisi menuju transportasi publik modern bisa berlangsung lebih mulus tanpa menimbulkan resistensi besar dari sopir angkot.

“Kini, publik menanti realisasi Tatralok yang akan menjadi pijakan penting dalam menjawab persoalan transportasi Malang. Apakah Trans Jatim benar-benar mampu menjadi solusi atas kemacetan dan keterbatasan angkutan umum, atau justru menghadirkan tantangan baru? Jawabannya akan terlihat ketika sistem ini resmi dijalankan dalam waktu dekat,” tutup Iqbal. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *