google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Trans Jatim Malang–Batu Siap Meluncur Akhir November

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Persiapan peluncuran layanan Bus Trans Jatim koridor Malang–Batu memasuki tahap akhir. Setelah dinantikan sejak awal tahun, moda transportasi massal ini akhirnya dipastikan meluncur pada 20 November 2025. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, yang memastikan bahwa peresmian akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Balai Kota Malang. Pengumuman tersebut memberi angin segar bagi warga Malang dan Batu yang selama ini mendambakan transportasi umum yang lebih tertib, nyaman, dan terjangkau.

Widjaja menyebutkan seluruh persiapan, mulai dari armada, halte, skema rute, hingga integrasi dengan angkot, telah mencapai tahap final.

“Insyaallah kalau tidak ada halangan diluncurkan 20 November 2025. Insyaallah diluncurkan oleh Ibu Gubernur di Balkot,” ujarnya kepada iKoneksi.com, Sabtu (8/11/2025).

Kehadiran Gubernur Khofifah diharapkan Widjaja menjadi penanda penting bahwa layanan ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemprov Jawa Timur dalam memperkuat transportasi publik di kawasan Malang Raya.

“Pada tahap awal pengoperasian, Trans Jatim koridor Malang–Batu akan menyiapkan 14 armada aktif dan satu armada cadangan. Dari jumlah tersebut, tujuh armada dipastikan beroperasi khusus di wilayah Kota Malang, sementara sisanya melayani rute wilayah Kota Batu. Pembagian ini dilakukan untuk menjaga ritme perjalanan agar interval waktu antarbus tetap stabil, terutama pada jam sibuk yang sering menimbulkan kemacetan panjang di jalur Malang–Batu,” terangnya.

Dishub Kota Malang juga telah menetapkan 18 titik pemberhentian sepanjang rute dalam wilayah kota. Titik-titik tersebut terdiri dari halte permanen dan rambu stop yang berfungsi sebagai lokasi naik-turun penumpang.

Widjaja menjelaskan penggunaan dua jenis titik pemberhentian ini terpaksa dilakukan karena sejumlah ruas jalan belum memungkinkan pembangunan shelter permanen.

“Sifatnya ada dua, shelter dan halte. Yang kedua hanya rambu, karena keterbatasan infrastruktur. Penumpang naik-turun hanya di titik yang sudah ditentukan,” sebutnya.

Khofifah membeberkan rangkaian survei bersama Dishub Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa 18 titik tersebut sudah mencakup seluruh kebutuhan operasional bus baik untuk arah keberangkatan maupun kepulangan.

“Untuk rute dalam Kota Malang, bus akan menempuh jarak sekitar 23 kilometer, dimulai dari Terminal Hamid Rusdi. Bus kemudian melaju ke Mayjend Sungkono, Gribig, Terminal Madyopuro, berputar ke Ranugrati, Mayjend Wiyono, Rampal, hingga Urip Sumoharjo. Setelah melewati kawasan Pasar Klojen, rute berlanjut ke Trunojoyo, depan Stasiun, Kertanegara, Balai Kota, Majapahit, Kayutangan, Semeru, Arjuno, Kawi, Ijen, Bandung, Veteran, Gajayana, Sumbersari, Dinoyo, dan berakhir di Terminal Landungsari,” urai Widjaja.

“Panjangnya sekitar 23 kilometer untuk Kota Malang. Arjosari tidak dilewati,” tegas Widjaja.

Soal tarif, pemerintah menetapkan harga tiket sebesar Rp5.000 untuk penumpang umum dan Rp2.500 untuk pelajar serta santri. Dengan kapasitas 20 penumpang duduk dan 15 berdiri, layanan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu pemicu kemacetan di jalur Malang–Batu, terutama saat akhir pekan.

“Dalam implementasinya, Dishub Kota Malang melibatkan paguyuban pengemudi angkot melalui skema 1:5, atau satu bus menggantikan lima angkot. Pengemudi angkot yang terdampak akan dialihkan menjadi bagian dari operator bus atau difungsikan kembali sebagai pengemudi angkot feeder yang mengantar penumpang menuju halte-halte Trans Jatim. Teman-teman angkot juga mendapat rute baru sebagai feeder ke halte-halte bus. Rute angkot yang diatur sejak 1989 kini direvisi agar sesuai kondisi sekarang,” papar Widjaja.

Dishub juga tengah menyiapkan konversi bus sekolah menjadi angkutan kota dengan skema Buy The Service (BTS). Melalui program ini, operator bus akan dibayar pemerintah untuk mengangkut siswa secara gratis.

“Estimasi awal ada sekitar 80 armada untuk layanan BTS, kemungkinan berjalan awal tahun depan karena menyangkut proses anggaran,” lugas Widjaja.

Peluncuran Trans Jatim koridor Malang–Batu bukan hanya soal menghadirkan armada baru, melainkan upaya besar menata ulang wajah transportasi kota.

“Saya berharap kehadiran layanan ini mampu mengurangi kemacetan, menekan polusi, serta menjadi pilihan transportasi yang layak dan modern bagi masyarakat Malang Raya,” tutupnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *