google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

30 Proyek Fisik di Kota Batu Dikebut Rampung November Ini

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Batu tengah berpacu dengan waktu. Menjelang akhir tahun 2025, sebanyak 30 proyek fisik yang dikerjakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu dikebut agar rampung pada akhir November mendatang. Deretan proyek senilai Rp 8 miliar ini mencakup berbagai pekerjaan infrastruktur penting, mulai dari revitalisasi drainase, pembangunan gorong-gorong, pavingisasi jalan lingkungan, hingga perbaikan plengsengan.

Langkah cepat ini menjadi upaya pemerintah untuk memastikan seluruh program pembangunan tahun anggaran 2025 dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sebab, sejumlah proyek tersebut menyentuh aspek vital kehidupan warga, terutama soal kenyamanan lingkungan dan ketahanan infrastruktur permukiman.

50 Proyek Digeber, 20 Sudah Rampung

Kepala Bidang Cipta Karya Disperkim Kota Batu, Syeh Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa sepanjang tahun ini pihaknya telah menjalankan 50 proyek fisik. Dari total itu, 20 proyek telah selesai dikerjakan, sementara 30 proyek sisanya kini sedang dikebut pengerjaannya.

“Sebagian besar proyek sudah berjalan sejak Agustus–September lalu. Sekarang tinggal memastikan agar seluruhnya rampung sebelum akhir November,” ujarnya optimis.

Menurutnya, setiap proyek memiliki nilai dan skala yang berbeda. Ada yang bersifat kecil dengan nilai ratusan juta, namun ada pula proyek besar yang mencapai miliaran rupiah.

“Kami menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Proyek kecil seperti perbaikan drainase di beberapa titik tidak sampai miliaran, tapi dampaknya besar bagi masyarakat,” terangnya.

Tak Semua Lewat Tender, Proyek Kecil Bisa Langsung Jalan

Syeh Zaenal juga menegaskan tidak semua proyek dilakukan melalui mekanisme lelang atau tender terbuka. Beberapa proyek dengan nilai di bawah Rp 200 juta dapat dilakukan melalui pengadaan langsung, sesuai aturan yang berlaku. Skema ini, kata dia, justru mempercepat proses pelaksanaan agar target waktu tercapai tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan.

“Prinsipnya efisien dan tepat sasaran. Yang penting transparan dan sesuai regulasi,” ujarnya menegaskan.

Selain efisiensi waktu, pengadaan langsung juga memungkinkan pemerintah daerah lebih cepat menanggapi kebutuhan mendesak masyarakat. Misalnya, perbaikan gorong-gorong atau pavingisasi ringan yang tidak memerlukan waktu pengerjaan panjang.

Dari Oro-Oro Ombo hingga Punten, Pembangunan Merata

Pemerataan pembangunan menjadi fokus utama Disperkim Kota Batu. Beberapa proyek ringan seperti perbaikan drainase dan pavingisasi di Desa Oro-Oro Ombo diperkirakan tuntas dalam waktu 60 hari kerja. Sedangkan proyek yang lebih besar, seperti peningkatan kapasitas drainase dan penggantian talang air di Pasar Induk Among Tani, membutuhkan waktu 90 hari kerja.

“Pasar Among Tani termasuk proyek besar karena aktivitasnya tinggi dan ruang kerjanya terbatas. Jadi harus hati-hati agar tidak mengganggu aktivitas pedagang,” kata Syeh menjelaskan.

Sementara itu, Syeh menyebutkan proyek infrastruktur di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, menjadi salah satu yang memakan waktu terlama. Pekerjaan tersebut memiliki masa kontrak 120 hari kerja, dengan target selesai awal Desember mendatang. Proyek ini merupakan bagian dari paket pembangunan hasil Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) yang baru ditetapkan pertengahan Agustus lalu.

Optimisme dan Tantangan di Lapangan

Disperkim Kota Batu mengaku optimistis seluruh proyek dapat selesai tepat waktu. Meski begitu, bukan berarti tanpa tantangan. Faktor cuaca dan kondisi medan menjadi kendala utama yang perlu diantisipasi, terutama pada pekerjaan drainase dan plengsengan di wilayah dengan kontur tanah curam.

“Kami terus memantau setiap progres di lapangan. Pengawasan ketat dilakukan agar kualitas tetap terjaga,” tutur Syeh.

Ia menegaskan keberhasilan menyelesaikan seluruh proyek ini bukan hanya soal target administrasi, melainkan wujud tanggung jawab pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Setiap meter drainase yang diperbaiki, setiap plengsengan yang diperkuat, itu semua berdampak langsung pada kehidupan warga,” lugasnya.

Menuju Lingkungan Kota yang Lebih Layak Huni

Jika seluruh proyek selesai sesuai jadwal, maka akhir tahun 2025 menjadi momen penting bagi wajah Kota Batu. Sejumlah kawasan padat permukiman akan memiliki drainase lebih tertata, jalan lingkungan lebih nyaman dilalui, dan sistem pengairan pasar yang lebih efisien.

“Lebih dari sekadar beton dan paving, proyek-proyek ini merupakan bagian dari visi besar Pemkot Batu untuk menghadirkan kota yang lebih layak huni, aman, dan berdaya saing. Dengan progres yang kini mencapai lebih dari separuh, masyarakat pun menaruh harapan besar agar pembangunan ini benar-benar membawa manfaat nyata bukan hanya catatan di laporan tahunan,” tandasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *