google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

32 Pramuka Kota Malang Bawa Tari Topeng ke Jamnas 2026, Kenalkan Budaya Malang ke Panggung Nasional

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang Kota Malang tidak sekadar berangkat mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) 2026. Mereka membawa misi memperkenalkan identitas budaya daerah melalui tari topeng di tengah pertemuan Pramuka dari berbagai penjuru Indonesia.

Jamnas 2026 berlangsung di Cibubur, Jakarta, 11-20 Agustus 2026. Kontingen Kota Malang dipercaya mewakili Jawa Timur dengan membawa kemampuan kepramukaan sekaligus pertunjukan budaya khas Malang.

Seleksi Ketat, 32 Penggalang Terpilih

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, mengatakan 32 peserta yang diberangkatkan merupakan hasil proses seleksi panjang dan ketat. Seleksi tidak hanya mempertimbangkan kemampuan kepramukaan. Kreativitas, kemandirian, karakter, sikap, budi pekerti, hingga kesiapan peserta dan dukungan lingkungan pendidikan turut menjadi pertimbangan.

“Seleksinya cukup panjang dan ketat. Bukan hanya masalah kapasitas atau kualitas adik-adik, tetapi juga banyak faktor yang harus kita pertimbangkan, termasuk orang tua dan kesiapan unit pendidikan,” tutur Ginanjar.

“Ke-32 peserta tersebut terdiri atas dua kontingen putra dan dua kontingen putri. Mereka merupakan Pramuka golongan Penggalang yang dinilai siap mengikuti rangkaian kegiatan nasional selama sekitar sepuluh hari,” ungkap dia.

Tari Topeng Jadi Senjata Budaya

Anggota DPRD Kota Malang itu membeberkan selain menunjukkan keterampilan kepramukaan, kontingen Kota Malang mendapat tanggung jawab menampilkan kesenian tradisional daerah. Tari topeng dipilih karena dinilai memiliki karakter kuat sekaligus mampu merepresentasikan identitas budaya Malang. Kesenian tersebut dipersiapkan secara serius agar tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada peserta Jamnas dari seluruh Indonesia.

“Kita mengambil tema tari topeng. Sebetulnya ceritanya layak untuk menjadi ikon Jawa Timur dan Nusantara,” tegas Ginanjar.

“Pemilihan tari topeng sekaligus menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan ikut menjaga kesenian tradisional yang menjadi bagian dari identitas daerah,” ucap dia.

Jamnas Jadi Ujian Kemandirian

Ia mengungkapkan persiapan kontingen tidak berhenti pada latihan kesenian. Para peserta juga ditempa melalui pembinaan kepramukaan dan latihan kemandirian sebelum menjalani kehidupan perkemahan. Menurut Ginanjar, pengalaman berada di lingkungan baru selama Jamnas akan memberikan pembelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Peserta akan bertemu dengan Pramuka dari berbagai daerah, mengikuti aktivitas bersama, serta belajar mengelola kebutuhan secara mandiri.

“Selain kemampuan mereka untuk melatih kesenian, tentunya juga pelatihan kepramukaan dan bentuk kemandirian. Karena di sana cukup panjang, mereka disiapkan untuk mandiri. Pengalaman itu pasti akan membentuk pengetahuan baru yang mereka dapatkan,” beber dia.

Bukan Sekadar Tampil, Bawa Identitas Malang

Ginanjar menegaskan, peserta yang terpilih bukan hanya mereka yang memiliki kemampuan tertentu. Kecakapan, kreativitas, keterampilan kepramukaan, sikap, karakter, dan kemandirian menjadi satu kesatuan penilaian. Karena itu, kehadiran 32 Penggalang Kota Malang di Jamnas 2026 diharapkan tidak berhenti pada pencapaian kegiatan. Mereka juga menjadi representasi generasi muda yang mampu membawa identitas daerah ke panggung nasional.

“Melalui tari topeng dan keterampilan kepramukaan, kontingen Kota Malang diharapkan menunjukkan bahwa Pramuka bukan sekadar aktivitas perkemahan, melainkan ruang pembentukan karakter sekaligus pintu bagi generasi muda untuk mengenalkan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” tukas politisi Gerindra itu.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *