google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Rupiah Melemah, Produk Impor Menggempur, HIPPI Dorong UMKM Jatim Naik Kelas

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Pelaku usaha dan UMKM di Jawa Timur menghadapi tekanan ekonomi yang semakin kompleks. Pelemahan rupiah, tingginya nilai dolar, kenaikan biaya bahan baku hingga menurunnya daya beli masyarakat menjadi tantangan yang harus dihadapi dunia usaha.

Ketua DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Pusat, Erik Hidayat menilai kondisi tersebut menuntut pelaku usaha tidak sekadar bertahan, tetapi segera meningkatkan kapasitas bisnis dan daya saing. Pesan itu disampaikan Erik secara daring melalui Zoom dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD HIPPI Jawa Timur sekaligus Pelantikan DPC HIPPI Kabupaten/Kota se-Jawa Timur di Camp King Sulaiman, Selasa (11/8/2026).

Tekanan Ekonomi Makin Terasa

Erik mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional belum sepenuhnya mencerminkan kondisi yang dirasakan pelaku usaha di lapangan. Menurutnya, tekanan justru semakin nyata ketika biaya produksi meningkat sementara kemampuan masyarakat untuk berbelanja mengalami penurunan.

“Kita semua tahu situasi ekonomi tidaklah mudah. Di tingkat nasional, ekonomi masih tumbuh, tapi tertekan di lapangan secara terasa,” tutur Erik.

Ia menyebut pelemahan rupiah dan tingginya dolar turut berdampak terhadap harga bahan baku. Pada saat yang sama, tekanan terhadap kelas menengah ikut memengaruhi daya beli yang menjadi salah satu penopang aktivitas usaha. Situasi tersebut membuat pelaku UMKM harus lebih adaptif dalam menjalankan bisnis. Efisiensi, inovasi, kolaborasi dan penguatan kualitas produk dinilai menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda.

Produk Impor Jadi Ancaman

Selain persoalan ekonomi makro, Erik menyoroti semakin terbukanya persaingan usaha. Produk impor yang masuk ke pasar domestik membuat pelaku usaha lokal harus berhadapan dengan kompetitor yang semakin beragam. Menurut dia, persoalan UMKM bukan semata-mata terletak pada kualitas produk. Banyak pelaku usaha sebenarnya memiliki produk potensial, tetapi belum memiliki fondasi bisnis yang cukup kuat untuk berkembang.

Persoalan tersebut mencakup kemampuan sumber daya manusia, pengelolaan usaha, akses pasar hingga kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan konsumen.

“Kalau SDM kita tidak naik kelas, kalau anak-anak muda kita tidak punya keterampilan yang relevan, maka kita akan kalah di negeri sendiri,” tegasnya.

HIPPI Diminta Tak Sekadar Buat Program

Erik menilai HIPPI harus mengambil peran lebih besar dalam membantu pelaku usaha menghadapi tekanan tersebut. Konsolidasi organisasi di tingkat Jawa Timur diharapkan tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi menghasilkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota. Ia meminta Rakerda HIPPI Jawa Timur menghasilkan keputusan dan rekomendasi konkret, bukan sekadar daftar kegiatan organisasi.

“Beberapa agenda yang dinilai penting antara lain penguatan database anggota, program UMKM naik kelas, kolaborasi antarpengusaha, penguatan hubungan dengan pemerintah daerah serta penyusunan rekomendasi strategis untuk Rakernas HIPPI,” ucap dia.

Tema Rakerda, yakni “Kolaborasi, Berinovasi, Berdaya Saing untuk Mewujudkan Pengusaha dan UMKM Jawa Timur yang Kuat, Naik Kelas, dan Berdaya Saing Global”, dinilai Erik relevan dengan situasi dunia usaha saat ini.

“Saya rasa tema ini bukan hanya bagus secara kalimat, tapi juga sangat relevan dengan kondisi hari ini,” sebut dia.

UMKM Jatim Dituntut Berani Berubah

Erik berharap konsolidasi HIPPI di Jawa Timur menjadi momentum memperkuat jejaring antarpelaku usaha. Kolaborasi dinilai penting agar pengusaha tidak menghadapi tekanan pasar secara sendiri-sendiri. Ia juga mengajak pengurus dan anggota membawa produk unggulan, gagasan serta model kolaborasi dalam Rakernas HIPPI Pusat.

Bagi Erik, tantangan ekonomi dan persaingan produk impor harus dijawab dengan peningkatan kualitas SDM, inovasi serta kemampuan UMKM membaca pasar. Jika tidak, pelaku usaha lokal berisiko semakin tertinggal di tengah persaingan yang kian terbuka.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *