google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bobibos Siapkan Jaringan SPBU Hijau dari Kota ke Pelosok

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Upaya menghadirkan energi bersih dengan harga terjangkau memasuki babak baru setelah Founder Bahan Bakar Original Buatan Indonesia (Bobibos), M. Iklas Thamrin, menyatakan kesiapan perusahaannya membangun jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bobibos dan BosMini pom bensin mini yang ditujukan khusus melayani wilayah pelosok Nusantara. Langkah ini digadang menjadi terobosan energi rakyat yang menyatukan akses, harga, dan kualitas dari Sabang hingga Merauke.

Visi Energi Rakyat yang Merata dan Terjangkau

Dalam penjelasannya di Jakarta, Iklas menuturkan pemerataan energi hijau harus dimulai dari distribusi. Banyak daerah terpencil di Indonesia masih bergantung pada BBM fosil yang mahal dan sulit dijangkau. Karena itu, Bobibos hadir membawa gagasan bahwa energi bersih tidak boleh menjadi produk eksklusif, melainkan kebutuhan mendasar yang harus tersedia untuk seluruh masyarakat.

“Bobibos ingin menjadi energi rakyat yang hadir di seluruh pelosok negeri. Dengan SPBU dan BosMini, kami ingin satu harga dari Sabang sampai Merauke,” ucap Iklas.

Konsep SPBU skala besar dan BosMini dirancang untuk menjawab tantangan geografis Indonesia. Jika SPBU konvensional membutuhkan investasi dan lahan besar, BosMini hadir sebagai alternatif yang fleksibel dan mudah ditempatkan di desa-desa terpencil, pulau kecil, hingga area yang jauh dari pusat distribusi BBM nasional.

Inovasi Teknologi Berbasis Tanaman Lokal

Bobibos dikembangkan melalui serangkaian proses biokimia yang memanfaatkan lima tahap ekstraksi tanaman pilihan. Semua mesin produksi dirancang secara mandiri, sebuah langkah yang menunjukkan kesiapan perusahaan menciptakan rantai produksi dalam negeri yang mandiri.

“Dari proses ekstraksi tersebut, Bobibos menghasilkan bahan bakar nabati beroktan tinggi dengan performa yang diklaim setara atau bahkan lebih baik dibanding BBM fosil. Keunggulan paling menonjol adalah tingkat emisi yang jauh lebih rendah, menjadikannya alternatif ideal dalam transisi menuju energi bersih,” ucap Iklas.

Menurut Iklas, riset Bobibos dilakukan bertahun-tahun melalui tiga fase: riset teknologi, riset komersialisasi, dan riset keterterimaan politik. Ketiga fase tersebut diarahkan untuk memastikan produk memenuhi empat kriteria utama kualitas tinggi, emisi rendah, aman bagi mesin, dan efisiensi pada biaya pokok produksi.

“Harga ekonomis menjadi prioritas utama kami agar masyarakat bisa beralih ke energi hijau tanpa terbebani biaya tinggi,” sebutnya.

Menjawab Tantangan Transisi Energi Nasional

Indonesia sedang memasuki masa transisi energi yang menuntut kehadiran bahan bakar alternatif yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki harga yang realistis. Masyarakat, terutama pengguna kendaraan roda dua dan roda empat konvensional, membutuhkan bahan bakar yang bisa langsung digunakan tanpa modifikasi mesin mahal.

“Bobibos mencoba mengisi ruang tersebut. Dengan harga yang kompetitif dan distribusi yang merata, bahan bakar ini diposisikan sebagai jembatan transisi dari BBM fosil menuju energi hijau penuh. Selain itu, akses energi yang buruk di daerah terpencil sering kali memicu disparitas ekonomi. Dengan BosMini, masyarakat di wilayah tertinggal dapat memperoleh bahan bakar berkualitas tanpa harus menempuh jarak puluhan kilometer,” beber Iklas.

Perizinan dan Harapan Dukungan Pemerintah

Iklas menegaskan percepatan regulasi menjadi faktor penting agar Bobibos dapat segera dipasarkan secara nasional. Ia mengaku terus berkomunikasi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk memastikan seluruh proses legal berjalan sesuai ketentuan.

“Kami berharap Bapak Presiden Prabowo memberikan jalan tol bagi Bobibos agar bisa menjadi solusi energi merah putih yang ekonomis dan berkualitas,” ujar Iklas.

Ia menilai dukungan pemerintah tidak hanya mempercepat legalisasi produk, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam kemandirian energi berbasis inovasi dalam negeri.

Membangun Kemandirian Energi dari Desa

Pembangunan jaringan SPBU Bobibos dan BosMini diharapkan Iklas dapat menghadirkan energi bersih hingga desa terpencil dan pulau-pulau terluar. Jika infrastruktur ini berjalan sesuai rencana, Indonesia tidak hanya memiliki alternatif BBM yang lebih bersih, tetapi juga ekosistem energi lokal yang didorong oleh inovasi anak bangsa.

“Upaya ini sejalan dengan target nasional untuk menekan polusi udara, mengurangi emisi karbon, dan memperkuat ketahanan energi. Penggunaan bahan bakar rendah emisi dari tanaman lokal juga membuka peluang ekonomi baru bagi sektor pertanian dan UMKM di wilayah pedesaan. Dengan visi ambisius dan pendekatan berbasis teknologi, Bobibos memosisikan diri sebagai pemain baru yang menantang dominasi BBM fosil sekaligus menawarkan harapan akan masa depan energi yang lebih hijau, lebih murah, dan lebih merata di seluruh Nusantara,” pungkas Iklas.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *