google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pemkot Malang Didesak Atasi Banjir Bareng yang Tak Pernah Reda

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Problem banjir di Kota Malang kembali muncul sebagai isu mendesak. Di Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, permasalahan ini bukan sekadar keluhan musiman, tetapi ancaman tahunan yang terus menghantui warga. Setiap musim hujan, sedikitnya lima RT di RW 7 dan RW 8 menjadi langganan genangan yang mengganggu aktivitas, merusak fasilitas, hingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan. Di titik inilah pemerintah diminta tidak hanya hadir, tetapi bekerja jauh lebih cepat dan konkret.

Situasi tersebut menjadi fokus utama dalam dialog Serap Aspirasi yang digelar Wakil Ketua III DPRD Kota Malang, Rimzah SIP, pada Jumat (14/11/2025). Reses yang biasanya hanya berisi penyampaian keluhan, kali ini berubah menjadi forum besar. Rimzah sengaja menghadirkan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat serta Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Julhardjanto. Para ketua RT dan RW dari wilayah terdampak turut duduk dalam forum tersebut, memastikan suara warga benar-benar sampai kepada pemangku kebijakan.

Banjir Tahunan yang Tak Kunjung Teratasi

Bagi warga RW 7 dan RW 8 Kelurahan Bareng, banjir bukan persoalan baru. Tahun demi tahun, derasnya hujan selalu disertai kecemasan. Air meluap, masuk ke halaman rumah dan mengganggu aktivitas warga. Bagi sebagian warga, kondisi tersebut sudah dianggap “nasib”, padahal masalah ini seharusnya dapat ditangani melalui perbaikan sistem drainase dan manajemen aliran air secara menyeluruh.

Rimzah menegaskan masalah seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut.

“Ada lima RT yang selalu terdampak banjir. Ini bukan lagi persoalan teknis semata, tetapi masalah yang membutuhkan keberpihakan kebijakan,” katanya dengan tegas.

Ia mengaku sengaja mengundang langsung Wali Kota dan Kadis PU ke dalam forum yang mempertemukan seluruh pihak. Momentum itu dianggap krusial demi memastikan Pemkot Malang mendengar langsung bagaimana warga selama ini berjuang menghadapi banjir yang tak kunjung terselesaikan.

Forum Aspirasi Berubah Jadi Ruang Evaluasi Besar

Serap aspirasi kali ini bukan sekadar pertemuan formalitas. Rimzah membuat suasana forum menjadi ruang terbuka yang menuntut pemerintah memberikan penjelasan komprehensif. Warga diberikan kesempatan menyampaikan keluhan secara langsung, mulai dari intensitas banjir, keterlambatan penanganan, hingga kebutuhan perbaikan drainase di beberapa titik kritis.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, tampak serius mencatat setiap aduan. Tak hanya mendengarkan, Wahyu juga menyampaikan langkah strategis yang sudah dan akan dilakukan oleh Pemkot Malang. Salah satunya adalah rencana pembangunan sudetan gorong-gorong atau drainase dari Jalan Bondowoso menuju Tidar (Jacking Tidar). Infrastruktur ini nantinya diarahkan untuk mempercepat aliran air menuju Sungai Metro sehingga debit air yang masuk ke kawasan Bareng bisa berkurang signifikan.

“Melalui dialog seperti ini, saya bisa melihat langsung realitas yang dihadapi warga. Ini penting agar penanganannya tepat sasaran dan prioritas bisa ditetapkan dengan cepat,” ungkap Wahyu.

Solusi Mengemuka, Warga Menunggu Bukti Nyata

Dandung Julhardjanto, Kadis DPUPRPKP, yang hadir dalam dialog tersebut menjelaskan beberapa program penanganan banjir yang sudah dirancang. Namun warga menuntut lebih dari sekadar program mereka ingin kepastian kapan eksekusi dilakukan. Selama ini, proses pengerjaan di lapangan sering kali terkendala teknis dan anggaran. Karena itu kehadiran langsung pemangku kebijakan memberi harapan baru bahwa penanganan banjir Bareng tidak lagi menjadi program yang tertunda.

Rimzah menegaskan forum aspirasi ini bukan hanya tempat “mendengar”, tetapi harus menjadi titik awal percepatan aksi. Ia menekankan agar Pemkot Malang tidak menunda penyelesaian persoalan yang telah bertahun-tahun menghambat kenyamanan warga.

Harapan Baru, Eksekusi Jadi Kunci

Pada penghujung dialog, suasana tampak lebih optimistis. Warga merasa didengarkan, pemerintah hadir lengkap, dan rencana teknis sudah mulai dijabarkan secara terbuka. Namun, tantangan sesungguhnya bukan pada forum, melainkan pada realisasi. Warga berharap program sudetan drainase, peningkatan kapasitas gorong-gorong, dan penguatan infrastruktur lainnya segera dilakukan.

“Ini harus menjadi prioritas. Jangan sampai warga Bareng kembali menjadi korban banjir saat musim hujan berikutnya,” tegas Rimzah.

“Kini, semua mata tertuju pada Pemkot Malang apakah langkah besar yang dijanjikan akan benar-benar diwujudkan, atau kembali menjadi catatan tahunan tanpa penyelesaian,” tukas Rimzah.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *