google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Trotoar Jembatan Brantas Amblas, Pemkot Malang Bergerak Cepat

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Malang selama beberapa hari menyebabkan trotoar di Jembatan Brantas, tepat di atas kawasan wisata Kampung Warna-warni Jodipan, amblas pada Minggu malam (23/11/2025). Kerusakan dianggap cukup parah dan langsung memicu respons cepat dari pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Balai Besar Pengelola Jalan Nasional (BBPJN) untuk menangani kondisi jembatan yang masuk dalam jaringan jalan nasional tersebut.

“Kita sudah koordinasi dengan Balai Besar Pengelola Jalan Nasional, dan saat ini tim dari Balai Besar sudah di lokasi,” kata Dandung saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Ahad (23/11/2025) malam.

Trotoar yang amblas itu berada di jalur yang sering dilalui wisatawan dan kendaraan berat karena menghubungkan pusat kota dengan berbagai kawasan strategis. Kondisi jembatan yang rusak dikhawatirkan berdampak pada keselamatan pengguna jalan dan kelancaran lalu lintas.

Antisipasi Kemacetan dan Pengalihan Arus

Selain melakukan penanganan struktural, DPUPRPKP juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang untuk mengatur lalu lintas, termasuk kemungkinan pengalihan arus kendaraan.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Dishub untuk kemungkinan pengalihan arus, khususnya kendaraan angkutan berat atau tronton,” tutur Dandung.

Pengalihan arus dianggap penting untuk mengurangi tekanan beban pada jembatan, sekaligus mengantisipasi kepadatan lalu lintas yang biasanya meningkat pada jam-jam tertentu, terutama menjelang akhir pekan dan musim wisata.

“Dishub dilaporkan telah menyiapkan skenario lalu lintas alternatif sambil menunggu hasil pemeriksaan teknis dari BBPJN terkait tingkat kerusakan dan langkah perbaikan yang diperlukan,” jelas Dandung.

Penyebab: Erosi Tanah dan Ambrolnya Dinding Penahan

Dandung menegaskan, kerusakan pada trotoar jembatan disebabkan oleh ambrolnya dinding penahan jembatan atau jalan. Hujan intens diduga mempercepat proses erosi tanah di bagian bawah struktur tersebut.

“Penyebabnya dinding penahan jembatan atau jalan ambrol, yang dimungkinkan karena erosi tanah pada dinding penahan. Ambrol sepanjang kurang lebih 25 meter, dan lebar kurang lebih 1,5 meter,” terangnya.

BBPJN saat ini melakukan asesmen lapangan untuk menentukan penanganan yang paling cepat dan aman, termasuk kemungkinan penutupan sebagian jembatan selama proses perbaikan berlangsung.

Lokasi Rawan dan Perhatian Pemerintah

Jembatan Brantas dikenal sebagai salah satu titik vital di Kota Malang. Lokasi ini bukan hanya jalur transportasi penting, tetapi juga berada di atas kawasan wisata yang ramai dikunjungi. Kerusakan yang terjadi memantik kewaspadaan karena potensi dampaknya terhadap mobilitas warga, sektor wisata, dan keamanan struktur jembatan.

“Kami (Pemerintah Kota Malang, red) memastikan pemantauan dilakukan secara berkala dan meminta masyarakat yang melintas untuk tetap berhati-hati. Pengemudi kendaraan berat diminta mengikuti arahan petugas untuk mengurangi risiko tambahan pada struktur jembatan,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan masih berlangsung dan BBPJN belum merilis hasil pemeriksaan teknis jembatan secara menyeluruh.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *