google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Reses Kekinian ala Achmad Zakaria, Pengusaha Muda hingga Aktivis Mahasiswa Turun Bicara

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Dialog serap aspirasi yang digelar Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Achmad Zakaria, S.Pd., berlangsung berbeda dari biasanya. Dalam masa reses yang digelar di daerah pemilihan Sukun, Senin (6/7/2026) malam, politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Zaka itu menghadirkan kalangan akademisi, aktivis mahasiswa, hingga pengusaha muda dalam satu forum diskusi terbuka.

Konsep yang lebih segar dan partisipatif tersebut membuat suasana dialog berlangsung dinamis. Berbagai persoalan strategis Kota Malang mengemuka, mulai dari maraknya parkir liar, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penguatan sektor UMKM, hingga isu pendidikan.

Dari berbagai aspirasi yang muncul, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu perhatian utama peserta dialog. Para pelaku usaha menilai program pelatihan yang selama ini diberikan pemerintah masih belum cukup untuk mendorong UMKM naik kelas.

Salah satu pelaku usaha, Aziz mengusulkan adanya program pembinaan berkelanjutan yang dikemas seperti sekolah bisnis atau sekolah UMKM.

“Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga pendampingan jangka panjang mulai dari pengembangan produk, pemasaran, manajemen usaha, hingga akses permodalan,” sebut Aziz.

“Mereka meminta bagaimana UMKM ini mendapatkan semacam sekolah agar bisa naik kelas dan berkembang lebih pesat di Kota Malang,” ujar Zaka.

Menurutnya, aspirasi tersebut menunjukkan tingginya semangat pelaku usaha untuk terus berkembang. Namun, mereka juga membutuhkan dukungan yang lebih terstruktur agar mampu bersaing di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis.

Peserta forum juga menyoroti pentingnya pendampingan pascapelatihan. Selama ini, sejumlah program dinilai masih bersifat seremonial karena tidak diikuti dengan pengawalan yang berkelanjutan.

“Yang diharapkan bukan hanya pelatihan sesaat, tetapi ada pendampingan yang benar-benar membantu UMKM berkembang. Secara teknis tentu hal ini perlu dibicarakan bersama OPD terkait,” tegas Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang tersebut.

Selain sektor UMKM, sejumlah isu lain turut menjadi perhatian peserta. Persoalan parkir liar dan kasus curanmor yang masih meresahkan masyarakat dinilai membutuhkan penanganan yang lebih serius dari pemerintah daerah dan aparat terkait.

Dalam forum yang sama, salah satu peserta, Riziq juga memberikan masukan terkait implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Merah Putih. Ia berharap pelaksanaan kedua program tersebut dapat dilakukan secara terukur dan tidak menimbulkan persoalan baru di tingkat masyarakat.

Sementara dari kalangan akademisi, muncul aspirasi terkait pengembangan kurikulum pendidikan. Menanggapi hal tersebut, Zaka menjelaskan bahwa kewenangan penyusunan kurikulum berada di tingkat pemerintah pusat melalui DPR RI dan kementerian terkait. Meski demikian, seluruh masukan yang disampaikan dalam forum reses akan tetap menjadi bahan evaluasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.

Zaka menekankan, sejumlah aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah akan segera ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Ada beberapa poin yang bisa langsung kami koordinasikan dan eksekusi bersama dinas terkait. Nanti akan kami tanyakan sejauh mana keseriusan pemerintah dalam menindaklanjuti kebutuhan masyarakat tersebut,” terang alumnus GMNI UM itu.

“Melalui forum reses tersebut, DPRD Kota Malang berharap aspirasi dari berbagai kalangan, mulai akademisi, mahasiswa, pengusaha muda hingga masyarakat umum, dapat menjadi bahan penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah,” tandasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *