google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pemkot Batu Genjot Pelatihan Kerja, Target Pengangguran Turun ke 3,2 Persen

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Batu terus mengakselerasi berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna menekan angka pengangguran terbuka (TPT). Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas pelatihan kerja berbasis kompetensi sekaligus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha agar lulusan pelatihan lebih mudah terserap ke pasar kerja.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batu, M. Forqan, mengatakan tingkat pengangguran terbuka di Kota Batu saat ini berada pada kisaran 3,75 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat turun menjadi sekitar 3,2 persen pada tahun 2026.

“Target kami berada di kisaran 3,2 persen. Ini mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) sekaligus menjadi upaya menjaga Kota Batu tetap berada di kelompok daerah dengan tingkat pengangguran yang relatif rendah di Jawa Timur,” ujar Forqan.

Untuk mencapai target tersebut, Disnaker memfokuskan program pada peningkatan kompetensi para pencari kerja. Sepanjang tahun ini, pemerintah telah menyelesaikan empat program pelatihan yang diikuti sekitar 120 warga Kota Batu yang sedang mencari pekerjaan.

“Pelatihan yang diberikan mencakup bidang barista, tata rias atau make up artist (MUA), serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Seluruh program dilaksanakan bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja yang telah terakreditasi dan memiliki standar kompetensi sesuai kebutuhan industri,” beber mantan kepala Bappelitbangda Kota Batu itu.

Menurut Forqan, program tersebut tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga memberikan sertifikat kompetensi yang dapat meningkatkan peluang mereka saat melamar pekerjaan.

“Beberapa perusahaan bahkan sudah meminta lulusan pelatihan kami untuk direkrut. Dalam waktu dekat, ada perusahaan dari Sidoarjo yang akan datang untuk melihat langsung alumni pelatihan yang telah kami siapkan,” ungkapnya.

Sebagai kota yang bertumpu pada sektor pariwisata, kebutuhan tenaga kerja di bidang jasa, perhotelan, restoran, hingga industri kreatif terus mengalami peningkatan. Karena itu, pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan pasar dan perkembangan industri di Kota Batu.

“Selain pelatihan barista dan tata rias, Disnaker juga tengah memetakan kebutuhan kompetensi lain yang berpotensi dibutuhkan dunia usaha, seperti pastry, tata boga, pelayanan hotel, hingga berbagai keterampilan pendukung sektor pariwisata,” sebut dia.

Forqan menegaskan setiap peserta yang lulus pelatihan akan memperoleh pengakuan kompetensi yang dapat menjadi modal penting untuk memasuki dunia kerja. Pemerintah berharap sertifikasi tersebut mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal dibandingkan pencari kerja dari daerah lain.

“Kami ingin kualitas SDM Kota Batu terus meningkat sehingga perusahaan memiliki kepercayaan lebih besar untuk merekrut tenaga kerja lokal yang sudah memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri,” ucap dia.

Tak hanya fokus pada pelatihan, Disnaker juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pelaku usaha dan organisasi bisnis, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Kerja sama ini bertujuan mempercepat penyebaran informasi lowongan pekerjaan kepada masyarakat.

“Melalui berbagai kanal informasi yang dimiliki pemerintah daerah, setiap kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan dapat segera diinformasikan kepada para pencari kerja sehingga proses rekrutmen menjadi lebih efektif,” papar alumnus IPDN itu.

Meski demikian, Forqan mengakui masih terdapat tantangan dalam meningkatkan serapan tenaga kerja lokal. Berdasarkan masukan dari sejumlah pelaku usaha, sebagian perusahaan masih memilih merekrut tenaga kerja dari luar daerah karena dianggap memiliki pengalaman maupun kompetensi yang lebih sesuai. Kondisi tersebut menjadi alasan utama mengapa peningkatan kualitas SDM terus menjadi fokus pemerintah daerah. Pelatihan dan sertifikasi kompetensi diharapkan mampu memperkecil kesenjangan keterampilan sekaligus meningkatkan peluang masyarakat lokal memperoleh pekerjaan.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja asal Kota Batu. Dengan bekal kompetensi dan sertifikasi yang memadai, kami berharap perusahaan semakin banyak memanfaatkan tenaga kerja lokal,” tegasnya.

Pemkot Batu optimistis sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha, dan masyarakat akan mampu melahirkan tenaga kerja yang lebih profesional, kompeten, serta siap menghadapi kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

“Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa,” lugasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *