google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kelompok 1 BBM UM Genjot Kemampuan Bahasa Inggris Pemandu CMC Tiga Warna, Siapkan SDM Wisata Bertaraf Global

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata terus dilakukan di kawasan konservasi CMC Tiga Warna. Kelompok 1 Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Tematik Pariwisata 2026 Universitas Negeri Malang (UM) meluncurkan program English Learning bagi para pemandu wisata dan penjaga pantai CMC Tiga Warna.

Program yang mulai berjalan sejak 26 Juni 2026 tersebut menjadi salah satu langkah nyata mahasiswa UM dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui penguatan kemampuan komunikasi bilingual para pelaku wisata.

PIC English Learning si Dolan, Kelly Yuki, menjelaskan kemampuan berbahasa Inggris menjadi kebutuhan penting bagi destinasi wisata yang ingin menjangkau pasar internasional dan memberikan pelayanan yang lebih profesional kepada wisatawan mancanegara.

Berawal dari Rendahnya Kesempatan Belajar Bahasa Inggris

Yuki membeberkan sebelum program dijalankan, tim BBM melakukan observasi dan diskusi bersama para pemandu wisata serta penjaga pantai untuk memetakan kebutuhan pembelajaran. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku wisata sebenarnya menyadari pentingnya kemampuan bahasa Inggris. Namun, kesibukan menjalankan operasional wisata dan pekerjaan lain di luar sektor pariwisata membuat mereka belum memiliki kesempatan untuk belajar secara konsisten.

“Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan kapasitas SDM di kawasan wisata konservasi yang semakin banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara. Melihat situasi tersebut, tim mahasiswa kemudian menyusun pola pembelajaran yang lebih fleksibel agar dapat diikuti tanpa mengganggu aktivitas pelayanan wisata sehari-hari,” ucap Yuki.

Metode Fleksibel Disesuaikan dengan Kebutuhan Lapangan

Dalam pelaksanaannya, materi utama diberikan setiap hari Kamis. Sementara pada hari Senin, Selasa, dan Rabu dilakukan sesi penguatan materi melalui latihan percakapan, pengulangan kosakata, hingga praktik pelayanan wisata secara langsung. Seluruh proses pembelajaran mengacu pada buku saku kepemanduan yang telah disusun oleh tim BBM sebagai panduan belajar bagi para peserta.

“Metode tersebut dirancang agar para pemandu dapat belajar secara bertahap, praktis, dan relevan dengan kebutuhan yang mereka hadapi saat melayani wisatawan. Materi yang diberikan meliputi salam pembuka (greeting), percakapan dasar dengan wisatawan, tata bahasa (grammar) dasar, penambahan kosakata, hingga simulasi pelayanan melalui metode role play. Semua materi disusun berdasarkan situasi nyata yang sering ditemui para pemandu dan penjaga pantai saat bertugas di lapangan,” beber dia.

Antusiasme Peserta Meningkat, Pemandu Makin Percaya Diri

Dita Anggun, PIC English Learning Adult mengungkapkan perubahan positif mulai terlihat setelah beberapa kali pertemuan berlangsung. Jika pada awal program semangat belajar peserta masih tergolong biasa, seiring berjalannya waktu para pemandu dan penjaga pantai menunjukkan antusiasme yang semakin tinggi. Mereka mulai aktif bertanya, berani mempraktikkan percakapan dalam bahasa Inggris, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang lebih besar terhadap materi yang diberikan.

“Sesi pengulangan materi yang dilakukan di luar jadwal utama bahkan berlangsung lebih interaktif karena peserta mulai terbiasa menggunakan ungkapan-ungkapan sederhana dalam bahasa Inggris saat berkomunikasi. Peningkatan tersebut menunjukkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri peserta,” terang dia.

Dorong CMC Tiga Warna Menjadi Destinasi Berkelas Dunia

Tim UM BBM Tematik Pariwisata 2026 berharap program ini dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas layanan wisata di CMC Tiga Warna. Dengan kemampuan komunikasi bilingual yang semakin baik, para pemandu diharapkan mampu melayani wisatawan mancanegara secara mandiri tanpa harus bergantung pada penerjemah seperti sebelumnya.

“Peningkatan kapasitas SDM dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan destinasi wisata yang kompetitif di tingkat global tanpa meninggalkan prinsip-prinsip konservasi dan pariwisata berkelanjutan. Melalui program ini, mahasiswa UM tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga membantu menciptakan ekosistem wisata yang lebih profesional, inklusif, dan siap menghadapi tantangan industri pariwisata internasional,” tukas dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *