google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kelompok 1 UM BBM CMC Tiga Warna Serahkan Buku Saku Bilingual untuk Pemandu CMC Tiga Warna, Dorong SDM Wisata Go Internasional

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata terus dilakukan. Kelompok 1 Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Tematik Universitas Negeri Malang (UM) CMC Tiga Warna menyerahkan buku saku kepemanduan bilingual Bahasa Indonesia–Bahasa Inggris kepada pengelola Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi pemandu wisata lokal.

Serah terima dilakukan secara simbolis oleh Ketua Kelompok UM BBM, Theresia Amanda, kepada Ketua Yayasan Bhakti Alam, Saptoyo, dan Pendiri CMC Tiga Warna, Lia Putrinda.

Kelly Yuki, PIC English Learning si Dolan, mengatakan program tersebut menjadi salah satu kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat tentang pendidikan berkualitas, khususnya melalui penguatan keterampilan dan kapasitas pemandu wisata di destinasi berbasis konservasi.

Buku Saku Disesuaikan dengan Kebutuhan Lapangan

Yuki menuturkan buku saku yang disusun mahasiswa UM BBM tidak hanya menjadi pembaruan dari versi sebelumnya, tetapi juga dirancang berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi pemandu dan kru di lapangan.

“Materi di dalamnya disusun menggunakan bahasa semi-formal yang lebih mudah dipahami, dilengkapi panduan komunikasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing pos pelayanan, serta memuat berbagai informasi yang berkaitan dengan aktivitas kepemanduan wisata,” ucap dia.

Pendekatan tersebut dilakukan agar buku dapat menjadi referensi praktis yang langsung digunakan saat melayani wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kawasan konservasi CMC Tiga Warna.

“Dalam waktu kurang dari satu bulan, tim mahasiswa berhasil menyusun hingga mencetak buku saku dengan desain sederhana namun tetap menarik untuk meningkatkan minat baca dan semangat belajar para pemandu maupun kru lokal,” terangnya.

Pengelola CMC Sambut Positif Program Mahasiswa

Ketua Yayasan Bhakti Alam, Saptoyo, menyambut baik inisiatif yang dilakukan mahasiswa Universitas Negeri Malang tersebut. Menurutnya, kemampuan berbahasa asing kini menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari seiring meningkatnya keragaman wisatawan yang datang ke destinasi wisata berbasis konservasi.

Ia menilai buku saku bilingual tersebut akan sangat membantu para pemandu dan kru yang saat ini masih berada pada tahap awal pembelajaran bahasa Inggris.

“Belajar itu wajib karena kita tidak mungkin berhenti di titik ini. Kita harus terus berkembang dan meningkatkan kapasitas diri. Ketika ada wisatawan yang membutuhkan pelayanan dalam bahasa asing, maka harus ditangani oleh pemandu yang memiliki kemampuan tersebut,” ujar Saptoyo.

Ia juga menegaskan pengelola wisata berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi pemandu untuk mengembangkan kompetensi diri.

Dorong Literasi dan Daya Saing Pariwisata Lokal

PIC English Learning Adult, Dita Anggun menuturkan program yang dijalankan mahasiswa UM BBM tidak hanya berfokus pada penyelesaian kegiatan akademik semata, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pariwisata.

“Kehadiran buku saku bilingual diharapkan menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan yang mampu meningkatkan kemampuan komunikasi para pemandu wisata lokal dalam menghadapi wisatawan domestik maupun mancanegara,” jelasnya.

Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan budaya literasi di lingkungan pemandu dan kru wisata sehingga kualitas pelayanan destinasi wisata berbasis konservasi semakin meningkat.

“Dengan meningkatnya kompetensi bahasa asing, para pemandu diharapkan mampu memperkenalkan potensi wisata dan konservasi CMC Tiga Warana secara lebih profesional kepada wisatawan dunia,” seru dia.

Kolaborasi Kampus dan Masyarakat untuk Pariwisata Berkelanjutan

Dita berharap kegiatan serah terima buku saku ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menghasilkan program yang berdampak langsung.

“Melalui pendekatan pendidikan, pemberdayaan, dan penguatan kapasitas SDM, mahasiswa Universitas Negeri Malang turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan wisata sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan pesisir selatan Kabupaten Malang,” sebutnya.

“Buku saku bilingual tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk melahirkan lebih banyak pemandu wisata lokal yang siap bersaing, adaptif terhadap kebutuhan wisatawan global, dan mampu menjadi wajah profesional destinasi wisata konservasi Indonesia,” pungkas dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *