google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Penyerangan Warung di Medan Ternyata Salah Sasaran, Ini Motifnya

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Polrestabes Medan baru-baru ini berhasil mengungkap motif di balik penyerangan dan penjarahan yang terjadi di sebuah warung di Kota Medan pada Kamis malam, 16 Januari 2025. Lima pelaku yang terlibat dalam kejadian tersebut ternyata melakukan aksi kekerasan sebagai bentuk balas dendam. Namun, alih-alih menyerang musuh yang dimaksud, mereka justru salah sasaran dan menganiaya penjaga warung yang tidak terlibat sama sekali.

Kepala Polrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan, mengungkapkan dalam keterangan resmi pada Ahad, (19/1/2025), bahwa aksi penyerangan ini berakar dari sebuah pertikaian antara dua kelompok mahasiswa di Kota Medan.

“Sebelum kejadian ini, memang sudah terjadi keributan antara mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum dari universitas yang sama di Kota Medan,” ujar Gidion.

Ternyata, serangan ini dilatarbelakangi oleh keinginan sekelompok mahasiswa Fakultas Hukum untuk membalas dendam atas insiden tersebut. Para pelaku, yang merupakan mahasiswa dan sejumlah individu lainnya, diketahui mengendarai sepeda motor menuju lokasi tujuan mereka.

“Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum ini hendak melakukan serangan balasan, mencari mahasiswa Fakultas Teknik yang mereka anggap bertanggung jawab atas keributan sebelumnya,” jelas Gidion.

Namun, di tengah perjalanan, mereka mendapati seorang individu yang sedang berbelanja di warung, yang kemudian mereka salah sangka sebagai sasaran mereka. Alih-alih menyerang musuh mereka, para pelaku justru menargetkan penjaga warung yang kebetulan berada di tempat yang sama.

“Mereka melihat seseorang yang mereka anggap sebagai target, tetapi ternyata yang mereka serang adalah penjaga warung, bukan orang yang mereka cari,” kata Gidion lebih lanjut.

Korban, yang saat itu tengah menjalankan tugasnya di warung, menjadi sasaran amuk para pelaku yang menganggapnya sebagai bagian dari kelompok yang mereka tuju. Kelima pelaku yang terlibat dalam penyerangan tersebut akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Mereka kini telah ditahan di Polsek Medan Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku mengakui tindakan mereka adalah aksi balas dendam terkait perseteruan antar mahasiswa,” ujar Gidion, menegaskan motif utama di balik penyerangan ini adalah dendam pribadi yang tidak terkendali.

Kelima pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial OS (21), F (25), TS (21), JS (20), dan SS (20). Menariknya, empat di antara mereka diketahui merupakan mahasiswa aktif dari universitas yang sama. Kejadian ini terjadi pada pukul 23.30 WIB di Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat, dan langsung menjadi perhatian publik.

“Penyerangan tersebut menimbulkan kepanikan di kawasan tersebut, terutama bagi warga yang ada di sekitar lokasi. Meski begitu, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun korban mengalami luka-luka akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh para pelaku. Kini, korban telah mendapatkan perawatan medis, sementara pihak kepolisian melanjutkan proses hukum terhadap para pelaku,” terangnya.

Aksi ini mengundang perhatian masyarakat Kota Medan, yang merasa prihatin dengan maraknya kekerasan yang melibatkan kalangan mahasiswa. Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan akan pentingnya pengendalian emosi dan penyelesaian masalah secara damai, tanpa harus melibatkan kekerasan yang merugikan orang lain.

“Polrestabes Medan menghimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi keributan yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, serta pentingnya penyelesaian masalah dengan cara yang lebih bijaksana. Kami juga berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dengan seadil-adilnya dan menindak tegas para pelaku yang telah meresahkan masyarakat. Ke depan, kami akan terus berupaya untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Medan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Gidion.

Dalam menghadapi situasi yang melibatkan kekerasan seperti ini, dibutuhkan peran serta dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan dan masyarakat luas, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Dengan demikian, diharapkan kejadian-kejadian yang meresahkan seperti penyerangan warung ini bisa diminimalisir, demi terciptanya ketertiban di Kota Medan,” tandasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *