google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Delapan Bulan Berlalu, Korban Banjir Aek Parira Sibolga Julu Masih Tunggu Bantuan

  • Bagikan
banner 468x60

Sibolga, iKoneksi.com – Sebanyak 13 rumah warga terdampak banjir bandang di kawasan Aek Parira, Sibolga Julu, Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, hingga delapan bulan pascabencana pada 25 November 2025 masih mengalami kerusakan dan disebut belum mendapat bantuan perbaikan rumah dari pemerintah, Senin (3/8/2026).

Selain kerusakan rumah, material sisa banjir berupa batu berukuran besar, balok kayu dan puing-puing juga masih menumpuk di sekitar permukiman warga. Kondisi tersebut membuat warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan pascabencana.

Hal itu disampaikan Nanchi br Panggabean kepada media, Senin (3/8/2026) di Medan. Ia mengaku mengetahui kondisi tersebut setelah menghadiri pesta keluarga di kawasan Aek Parira dan melihat langsung kondisi permukiman warga terdampak banjir.

“Sudah delapan bulan berlalu, tetapi rumah-rumah warga masih banyak yang rusak. Batu-batu besar dan balok kayu yang dibawa banjir juga belum dibersihkan. Warga sangat berharap pemerintah dapat melihat kondisi mereka,” ujarnya.

Menurut Nanchi, dari 13 rumah yang terdampak, sebagian mengalami kerusakan berat. Bahkan, terdapat rumah warga yang dilaporkan hanyut terbawa derasnya arus banjir.

Ia berharap pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun pemerintah pusat segera memberikan perhatian kepada para korban, terutama dalam perbaikan rumah dan pembersihan material banjir yang masih berada di sekitar permukiman.

Hal senada disampaikan Ny Gamal Panggabean br Simbolon. Ia mengaku hingga kini warga terdampak belum menerima bantuan untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat banjir bandang tersebut.

“Ada 13 rumah yang rusak dan ada juga yang hilang hanyut terbawa arus banjir yang sangat besar. Kami berharap pemerintah segera membantu karena sampai hari ini belum ada bantuan yang kami terima,” katanya.

Warga juga berharap penanganan tidak hanya berupa bantuan perbaikan rumah. Pembersihan material banjir dan normalisasi kawasan dinilai diperlukan agar lingkungan tempat tinggal kembali aman dan layak dihuni.

Mereka berharap pemerintah segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi korban sekaligus memastikan penanganan pascabencana dapat segera dilakukan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *