google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bupati Tapteng Perintahkan Alat Berat Segera Normalisasi Sungai Sipange

  • Bagikan
banner 468x60

Tapanuli Tengah, iKoneksi.com – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama instansi terkait segera mempercepat normalisasi Sungai Silaga-laga dan Sungai Sipange di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, menyusul banjir yang berulang melanda permukiman warga akibat tingginya curah hujan dan luapan sungai, Minggu (2/8/2026).

Instruksi tersebut disampaikan Masinton saat kembali meninjau lokasi banjir di Kelurahan Sipange untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran. Normalisasi dilakukan melalui pengerukan sedimen serta pembersihan material longsor yang menghambat aliran sungai.

“Banjir yang melanda kawasan tersebut dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya aliran Sungai Silaga-laga Kelurahan Sipange hingga menggenangi sejumlah permukiman warga,” ujar Masinton dalam rilis yang diterima, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, alat berat harus segera didatangkan ke lokasi agar pengerjaan normalisasi dapat dilakukan secepatnya. Langkah itu dinilai penting untuk mengembalikan fungsi aliran sungai sekaligus mengurangi risiko luapan air yang kembali menggenangi rumah warga.

“Secepatnya harus dilakukan normalisasi. Alat berat harus segera kita datangkan agar penanganan dapat berjalan maksimal,” tegasnya.

Selain normalisasi, Pemkab Tapteng akan melakukan pengerukan Sungai Sipange untuk meningkatkan kembali kapasitas daya tampung sungai. Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalisasi potensi terjadinya banjir berulang di kawasan permukiman.

Untuk penanganan jangka panjang, Masinton mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum terkait rencana pembangunan sabodam di wilayah hulu Sungai Sipange.

Pembangunan sabodam tersebut diarahkan untuk menahan material dari wilayah hulu sekaligus mengendalikan debit air yang mengalir ke kawasan permukiman.

“Kita tangani terlebih dahulu wilayah hulu, kemudian kawasan permukiman. Dengan demikian, air yang datang dari atas tidak langsung menggenangi rumah-rumah warga,” katanya.

Masinton juga menyebut Kelurahan Sipange akan dijadikan pilot project penanganan banjir yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah akan mendorong keterlibatan masyarakat melalui semangat gotong royong sekaligus memberikan dukungan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Salah satu bentuk dukungan tersebut berupa bantuan bibit ayam kepada kelompok masyarakat. Program itu diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi warga terdampak banjir.

Dalam kunjungan tersebut, Masinton juga berdialog langsung dengan masyarakat yang terdampak banjir. Dialog dilakukan untuk mendengar keluhan warga sekaligus memastikan persoalan yang membutuhkan penanganan segera dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *