google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Longsor Tutup Jalan Tarutung-Sipirok, Akses Lumpuh Total

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Tapanuli Utara, iKoneksi.com – Jalan lintas Tarutung-Sipirok di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, tertimbun longsor pada Jumat (28/3/2025). Akibatnya, akses lalu lintas dari Taput menuju Tapanuli Selatan (Tapsel) terputus total. Longsor ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis siang (27/3/2025).

Material Longsor Menutup Jalan Sepanjang 5 Meter

Menurut Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, longsor tersebut menutupi badan jalan sepanjang lima meter dengan ketinggian material sekitar satu meter. Kondisi ini menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas, menghambat aktivitas warga dan distribusi barang dari serta menuju Tapanuli Selatan.

“Longsor ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam,” ujar Walpon.

Upaya Cepat Tim Gabungan Bersihkan Longsor

Menanggapi situasi ini, Polres Tapanuli Utara bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama BPBD dan TNI untuk mengevakuasi material longsor. Tim gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk menangani tanah longsor yang menutup total akses jalan.

“Kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor. Personel kami juga turun ke lapangan untuk mengatur arus lalu lintas agar situasi tetap terkendali,” jelas Walpon.

Selain upaya pembersihan, tim kepolisian juga memastikan kondisi sekitar aman dari kemungkinan longsor susulan.

“Pengendara yang berada di sekitar lokasi diminta untuk berhati-hati dan mengikuti arahan petugas,” imbaunya.

Arus Lalu Lintas Kembali Dibuka, Warga Diminta Waspada

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan kerja cepat tim gabungan membuahkan hasil. Arus lalu lintas kini sudah kembali dibuka setelah material longsor berhasil disingkirkan dari badan jalan.

“Saat ini, alat berat masih terus bekerja untuk memastikan jalan dapat kembali dilalui dengan aman. Personel kepolisian tetap siaga di lokasi guna mengantisipasi longsor susulan serta mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ferry mengimbau masyarakat yang melintas di jalur tersebut agar lebih berhati-hati, terutama saat hujan deras.

“Kondisi tanah yang labil dapat memicu longsor susulan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan,” terangnya.

Ancaman Longsor Masih Mengintai

Wilayah Tapanuli Utara dan sekitarnya dikenal memiliki kontur tanah yang rentan longsor saat curah hujan tinggi. Oleh karena itu, masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk selalu waspada, terutama saat melewati jalur rawan seperti Tarutung-Sipirok.

“Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan langkah mitigasi, seperti pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan dan meningkatkan sistem drainase agar air hujan tidak memicu longsor lebih lanjut. Dengan langkah cepat dan koordinasi yang baik antara kepolisian, TNI, serta BPBD, diharapkan kejadian serupa bisa ditangani lebih cepat di masa mendatang. Warga yang tinggal di daerah rawan longsor juga diimbau untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika terjadi pergerakan tanah yang mencurigakan,” pungkas Ferry. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *