google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Amanat Terakhir Paus Fransiskus untuk Megawati yang Belum Terwujud

  • Bagikan
banner 468x60

Bali, iKoneksi.com – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, mengungkap sebuah kisah pribadi yang sarat makna di tengah pidatonya pada Kongres ke-6 PDI-P di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Sabtu (2/8/2025). Dengan nada penuh kesungguhan, Megawati menceritakan bahwa dirinya pernah mendapat amanat langsung dari Paus Fransiskus sebelum pemimpin Gereja Katolik dunia itu wafat.

Amanat tersebut bukanlah hal kecil. Paus Fransiskus meminta Megawati membangun sekolah bagi anak-anak disabilitas, anak-anak dari keluarga miskin, dan mereka yang membutuhkan perhatian khusus. Sebuah pesan kemanusiaan yang menurut Megawati terasa seperti “beban mulia” yang sampai kini belum bisa ia jalankan.

Saya ini sebetulnya terus terang diberi beban tapi belum bisa saya jalankan, karena Paus Fransiskus sebetulnya memberikan sebuah amanah untuk membangun sebuah sekolah bagi anak-anak cacat, bagi anak-anak miskin, bagi orang-orang disabilitas, dan lain sebagainya,” kata Megawati di hadapan ribuan kader partai.

Tertahan oleh Izin Paus Baru

Megawati menjelaskan, pesan itu ia terima dalam pertemuan terakhir dengan Paus Fransiskus, sebelum pemimpin Vatikan tersebut berpulang. Namun, proyek kemanusiaan itu tidak bisa langsung diwujudkan. Alasannya, ia perlu menunggu restu dari penerus Paus Fransiskus, yakni Paus Leo.

Itu pertemuan terakhir kita. Beliau memberikan pesan kepada saya, tapi saya belum bisa melaksanakan karena menunggu izin dari Paus Leo, Paus berikutnya, apakah masih diizinkan untuk membuat yang diinginkan oleh Paus Fransiskus,” jelasnya.

Bagi Megawati, amanat itu bukan sekadar pesan, tetapi juga sebuah janji moral yang menuntut kepastian sebelum langkah nyata diambil.

Perhatian pada Generasi Muda dan Bahaya Gadget

Dalam kesempatan yang sama, Megawati juga menyentuh persoalan lain yang menurutnya mengkhawatirkan: penggunaan gadget berlebihan pada anak-anak. Ia menilai fenomena ini dapat menghambat perkembangan kemampuan berbicara dan interaksi sosial anak.

Secara khusus, ia meminta kader perempuan PDI-P untuk menjadikan isu ini sebagai agenda penting di forum-forum resmi, baik di DPR maupun di pemerintahan.

Megawati Kembali Pimpin PDI-P

Kongres ke-6 PDI-P yang dimulai pada 1 Agustus 2025 lalu menjadi panggung penting bagi partai berlambang banteng moncong putih itu. Megawati Soekarnoputri kembali dikukuhkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDI-P untuk periode 2025–2030.

Ketua Steering Committee Kongres, Komarudin Watubun, mengatakan keputusan tersebut diambil cepat dan bulat oleh seluruh peserta.

Peserta begitu selesai pembukaan, buka sidang pertama, 100 persen minta mendesak segera dikukuhkan kembali Ibu. Jadi sudah selesai,” ungkap Komarudin.

Dengan mandat baru ini, Megawati akan menyusun formasi kepengurusan partai untuk lima tahun mendatang, yang akan menentukan arah politik PDI-P di tengah dinamika nasional.

Menanti Babak Baru Amanat Kemanusiaan

Kini, publik menunggu langkah Megawati dalam mewujudkan amanat terakhir Paus Fransiskus. Apakah Paus Leo akan memberi lampu hijau? Jika ya, Indonesia bisa memiliki sebuah sekolah yang menjadi simbol persahabatan lintas iman sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap kelompok yang kerap terpinggirkan.

Bagi Megawati, menjalankan pesan ini bukan sekadar memenuhi janji pada seorang pemimpin dunia, tetapi juga bentuk nyata politik kemanusiaan yang melampaui batas partai dan negara. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *