google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Amirah Ghaida Dorong Pelajar Pahami Fondasi Pembentukan Perda

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Ditengah Sibuknya dalam melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat dan Upaya mencetak generasi muda yang memahami tata kelola pemerintahan dan proses legislasi, Anggota Komisi C DPRD Kota Batu, Amirah Ghaida Dayanara, turun langsung ke dunia pendidikan dengan berkolaborasi bersama SMP Immanuel Batu untuk menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan bertema “Kupas Tuntas Tata Cara Pembuatan Peraturan Daerah dan Fungsi Badan Legislatif (DPRD)”.

Kegiatan yang berlangsung di serambi Solaiman SMP Immanuel Batu itu disambut antusias para siswa yang untuk pertama kalinya mendapatkan penjelasan praktis dari seorang legislator mengenai bagaimana sebuah aturan daerah dibuat, apa fungsi DPRD dalam sistem pemerintahan, serta bagaimana peran warga negara dalam proses tersebut. Suasana diskusi tampak hidup sejak awal acara dimulai. Para pelajar tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya seputar isu-isu yang selama ini hanya mereka lihat di media sosial atau dengar dari orang dewasa.

Menurut Amirah Ghaida Dayanara, penting bagi siswa untuk memahami bahwa peraturan daerah bukan sekadar aturan tertulis yang muncul tiba-tiba, tetapi hasil dari proses panjang yang membutuhkan kajian, dialog, hingga persetujuan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD.

“Banyak anak muda yang tidak tahu bahwa setiap Perda itu melalui tahapan yang sangat ketat, mulai dari perencanaan, penyusunan, pembahasan, hingga pengesahan. Dan DPRD memiliki fungsi penting dalam memastikan agar Perda tersebut benar-benar berpihak pada masyarakat,” jelas Amirah kepada para siswa, Jumat (14/11/2025).

Ia menegaskan bahwa peran badan legislatif tidak hanya sebatas membuat Perda, tetapi juga melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan menyusun anggaran daerah. Pemahaman ini, katanya, harus dikenalkan sejak dini agar generasi muda tumbuh dengan kesadaran politik yang sehat, kritis, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi keliru.

Amirah tak segan mengajak siswa untuk menyadari bahwa mereka kelak akan menjadi pemilih yang menentukan arah pembangunan Kota Batu. Karena itu, mengenal struktur pemerintahan dan proses legislasi merupakan pintu awal membentuk warga negara yang berdaya dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, Kepala SMP Immanuel Batu, Dian Natalia, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung anggota DPRD dalam kegiatan edukasi politik di sekolah. Menurutnya, materi seperti ini sangat penting karena memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dibandingkan hanya melalui buku atau teori di kelas.

“Siswa kami memang mempelajari sistem pemerintahan di pelajaran PPKn, tetapi hari ini mereka mendengar langsung dari pihak yang menjalankan fungsi legislatif. Ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana Perda dibuat dan bagaimana DPRD bekerja. Pengetahuan semacam ini tidak bisa digantikan oleh sekadar penjelasan di papan tulis,” kata Dian Natalia.

Dian menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membentuk pola pikir siswa yang lebih objektif dalam melihat isu-isu politik di masyarakat.

“Apalagi, generasi Z saat ini sangat akrab dengan media sosial yang sering kali menyajikan informasi politik secara tidak utuh bahkan tendensius,” seru Dian.

Oleh karena itu, menurutnya, pihak sekolah menyambut baik kolaborasi dengan DPRD Kota Batu untuk menghadirkan pembelajaran kebangsaan secara langsung. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala agar siswa semakin memahami dinamika pemerintahan dan menjauh dari sikap apatis terhadap politik.

Dalam sesi diskusi, sejumlah siswa terlihat antusias mengajukan pertanyaan mulai dari bagaimana mengusulkan rancangan peraturan daerah, apakah warga bisa terlibat dalam penyusunan Perda, hingga bagaimana DPRD menangani aspirasi masyarakat. Amirah menjawab seluruh pertanyaan dengan lugas, menekankan bahwa masyarakat memiliki ruang besar untuk terlibat dalam proses legislasi, mulai dari forum dengar pendapat hingga penyampaian aspirasi langsung ke anggota dewan.

Kegiatan ditutup dengan pesan Amirah agar para siswa tidak takut untuk belajar politik. Politik, ujarnya, bukan sesuatu yang kotor, melainkan alat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, SMP Immanuel Batu dan DPRD Kota Batu menunjukkan bahwa pendidikan kebangsaan tidak hanya soal hafalan nilai, melainkan pembentukan karakter dan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana negara bekerja.

“Dengan mengenalkan proses legislasi sejak dini, diharapkan generasi muda Kota Batu tumbuh menjadi warga negara yang kritis, cerdas, dan siap terlibat dalam pembangunan daerahnya kelak,” pungkas Amirah.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *