google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Andreas Eddy Susetyo Nahkodai Koperasi-UMKM, PDIP Siapkan Gebrakan Ekonomi Rakyat

  • Bagikan
banner 468x60

Bali, iKoneksi.com — Kongres VI PDI Perjuangan yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, 2 Agustus 2025, menjadi ajang penentuan arah baru partai berlambang banteng moncong putih untuk lima tahun ke depan. Dari berbagai keputusan strategis, salah satu sorotan utama adalah penunjukan Ir. Andreas Eddy Susetyo sebagai Ketua Bidang Koperasi dan UMKM DPP PDI Perjuangan periode 2025–2030.

Langkah ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi sinyal kuat bahwa PDI Perjuangan ingin memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Politisi Senior dengan Jam Terbang Tinggi

Andreas Eddy, atau akrab disapa Sam AES, bukan sosok asing di dunia politik dan ekonomi. Kariernya di DPR RI, khususnya di Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan, membuatnya paham betul denyut nadi perekonomian nasional. Ditopang latar belakang di sektor perbankan, ia memiliki pemahaman mendalam soal regulasi, pembiayaan, dan strategi pemberdayaan pelaku usaha kecil.

Penunjukan ini dinilai tepat mengingat peran krusial koperasi dan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Dengan pengalaman dan jaringan luas, Andreas diharapkan mampu menjembatani kepentingan pelaku usaha rakyat dengan kebijakan yang berpihak dan berorientasi pada keberlanjutan.

Tugas Berat: Regulasi, Pembiayaan, dan Transformasi Digital

Dalam struktur DPP yang baru, bidang yang dipimpin Andreas memikul tanggung jawab besar. Bukan hanya merancang kebijakan partai di sektor koperasi dan UMKM, tetapi juga mengawal implementasi program yang konkret.

Fokus utama yang akan ia kerjakan meliputi:

  1. Penguatan regulasi koperasi dan UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
  2. Memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil, termasuk memanfaatkan instrumen perbankan dan fintech.
  3. Mendorong transformasi digital agar UMKM mampu bersaing di pasar domestik dan global.

Tak kalah penting, Andreas akan memimpin koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa pemberdayaan ekonomi rakyat menjadi agenda prioritas nasional.

Misi Kebangkitan Koperasi dan UMKM

Bagi Andreas, koperasi bukan sekadar entitas bisnis. Lebih dari itu, koperasi adalah manifestasi semangat kolektif bangsa.

“Koperasi bukan hanya entitas bisnis, tapi merupakan semangat kolektif bangsa ini. PDI Perjuangan berkomitmen menjadi pelopor kebangkitan koperasi dan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional,” tegas Andreas usai pengumuman struktur kepengurusan.

Pernyataan ini mencerminkan visi PDIP untuk mengembalikan koperasi dan UMKM ke posisi strategis dalam pembangunan nasional. Apalagi, di tengah ketimpangan ekonomi yang masih menjadi pekerjaan rumah besar, sektor ini diyakini mampu menciptakan kemandirian dan pemerataan kesejahteraan.

Arah Baru Ekonomi Kerakyatan

Penunjukan Andreas juga mempertegas konsistensi ideologis PDI Perjuangan. Partai ini berulang kali menegaskan bahwa ekonomi bangsa tidak boleh bergantung pada segelintir konglomerasi, melainkan harus tumbuh dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Dengan kepemimpinan yang teruji, Sam AES diharapkan membawa gebrakan nyata mulai dari menghidupkan kembali koperasi desa, mengoptimalkan UMKM kreatif, hingga memastikan akses pasar yang luas bagi pelaku usaha kecil.

“Ke depan, perjalanan lima tahun kepengurusannya akan menjadi ujian apakah PDI Perjuangan mampu mewujudkan cita-cita besar Bung Karno tentang ekonomi berdikari di era modern. Satu hal yang pasti, dengan strategi yang tepat dan komitmen penuh, koperasi dan UMKM bisa menjadi motor penggerak transformasi ekonomi nasional dari akar rumput,” pungkas Andreas. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *