google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Batik Koi 3D Karya Warga Asli Kota Batu Tembus Amerika

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Hobi melukis sejak remaja membawa Fatkhul Muin menemukan jalannya di dunia kriya. Warga Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu itu kini dikenal sebagai pembatik dengan ciri khas unik: batik tulis tiga dimensi bermotif ikan koi.

Lewat brand Batik Koi, Fatkhul menghadirkan karya batik yang tidak hanya indah, tetapi juga memberi kesan visual berbeda. Motif ikan koi yang ia ciptakan tampak hidup, seolah berenang di dalam air.

Fatkhul mengaku ide tersebut lahir dari hobinya memelihara ikan koi sejak lama. Kegemaran itu kemudian ia tuangkan dalam bentuk motif batik yang realistis dan mudah dikenali.

“Inspirasi ini berasal dari kegemaran saya memelihara ikan koi. Saya ingin menghadirkan bentuk yang terlihat nyata,” ucap dia kepada iKoneksi.com, Kamis (5/3/2026).

Meski terbilang baru di dunia batik, Fatkhul menunjukkan perkembangan pesat. Ia baru sekitar dua tahun menekuni batik tulis, namun berhasil menciptakan berbagai motif menarik mulai dari hewan, bunga, hingga desain sesuai pesanan konsumen. Di antara berbagai motif tersebut, ikan koi menjadi yang paling populer. Motif itu bahkan perlahan menjadi identitas karya batiknya.

“Ketika orang melihat motif ikan koi di batik, mereka langsung tahu itu karya saya,” tutur Fatkhul.

Dalam proses penciptaan motif, Fatkhul mengaku lebih menekankan pendekatan realisme. Ia ingin setiap gambar yang dituangkan di atas kain batik dapat langsung dikenali oleh orang yang melihatnya. Pendekatan tersebut membuat motif ikan koi tampil berbeda dibandingkan batik pada umumnya. Efek visual yang dihasilkan memberikan kesan tiga dimensi, sehingga kain batik terlihat lebih hidup.

Selain motif khas, proses pembuatan batik tulis juga memengaruhi harga produk. Fatkhul menjelaskan, semakin rumit motif yang dibuat dan semakin lama proses pengerjaannya, maka nilai batik tersebut akan semakin tinggi. Meski berangkat dari usaha rumahan, karya Fatkhul ternyata telah menembus pasar luar negeri. Batik Koi buatannya sudah dikirim hingga ke Amerika Serikat.

“Kalau luar negeri sudah sampai Amerika Serikat. Untuk dalam negeri, sudah ke Bali, Sulawesi, dan Sumatra,” ungkapnya.

Dalam memasarkan produknya, Fatkhul masih mengandalkan cara sederhana. Ia memanfaatkan jaringan pertemanan, promosi dari mulut ke mulut, serta media sosial.

Selain itu, dukungan pemerintah daerah juga turut membantu mengenalkan produknya ke pasar yang lebih luas. Ia beberapa kali mengikuti pameran kriya, fashion show, hingga berbagai event yang difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kota Batu. Melalui berbagai kegiatan tersebut, karya batik miliknya semakin dikenal publik, sekaligus memperluas jaringan pasar.

Bagi Fatkhul, membatik bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga cara menyalurkan kecintaan pada seni dan alam.

“Saya ingin menggambarkan apa yang saya cintai melalui motif batik,” tegas dia.

Kisah Fatkhul menjadi bukti kreativitas yang lahir dari hobi mampu berkembang menjadi karya bernilai ekonomi tinggi, sekaligus memperkaya ragam motif batik Indonesia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *