Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

CCTV Masuk Usulan RT Berkelas, Nur Widianto Bidik Penguatan Keamanan Warga

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Pemerintah Kota Malang mendorong masyarakat memanfaatkan program RT Berkelas untuk mengusulkan pengadaan kamera pengawas atau CCTV di lingkungan permukiman. Fasilitas tersebut dinilai semakin dibutuhkan untuk memperkuat keamanan hingga tingkat rukun tetangga.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, mengatakan CCTV di lingkungan RT memiliki kebutuhan dan spesifikasi yang berbeda dengan kamera pengawas yang dipasang di jalan raya. Karena cakupan pengawasannya lebih terbatas, perangkat CCTV untuk lingkungan RT dapat menggunakan spesifikasi yang lebih sederhana sehingga biaya pengadaannya relatif lebih terjangkau.

“Untuk lingkungan RT, spesifikasinya berbeda dibanding di jalan raya. Lebih simpel dan tidak terlalu mahal, sehingga bisa dimaksimalkan pada RT Berkelas,” ujar Widianto.

CCTV Dinilai Bisa Perkuat Keamanan Lingkungan

Menurut Widianto, keberadaan CCTV tidak sekadar menjadi perangkat pemantau. Kamera pengawas juga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat karena aktivitas di lingkungan permukiman dapat dipantau. Selama ini, Diskominfo Kota Malang mengelola jaringan CCTV yang ditempatkan di sejumlah ruas jalan raya. Sementara kebutuhan pengawasan pada lingkungan permukiman dapat diusulkan masyarakat melalui program RT Berkelas.

Skema tersebut dinilai Nur dapat menjadi alternatif bagi warga yang membutuhkan fasilitas keamanan tanpa harus menggunakan perangkat dengan spesifikasi tinggi seperti CCTV untuk ruang publik berskala besar.

Usulan CCTV Masih Minim

Nur menegaskan meski kebutuhan CCTV dinilai cukup penting, Widianto mengungkapkan usulan pengadaan perangkat tersebut dalam program RT Berkelas untuk 2026 masih belum banyak. Kondisi itu membuka peluang agar pengadaan CCTV di tingkat RT dilakukan lebih masif pada 2027.

“Pada usulan 2026 belum banyak warga yang mengusulkan hal tersebut. Kemungkinan pengadaan CCTV akan dilakukan masif baru pada 2027,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat dapat lebih aktif menyampaikan kebutuhan fasilitas lingkungan melalui mekanisme yang tersedia. Dengan begitu, pemerintah dapat memetakan kebutuhan keamanan di masing-masing wilayah secara lebih tepat.

Diskominfo Siap Bantu Integrasi CCTV

Selain pengadaan perangkat, Diskominfo Kota Malang juga membuka ruang pendampingan teknis bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk dalam mengintegrasikan CCTV dengan perangkat gawai pribadi. Nur menjelaskan, akses CCTV lingkungan dapat dibatasi hanya bagi warga setempat. Mekanisme tersebut berbeda dengan CCTV jalan raya milik Diskominfo yang dapat diakses masyarakat melalui situs resmi.

“Kalau untuk lingkungan hanya diakses warga setempat. Kalau CCTV jalan raya biasa diakses melalui website kami,” terang dia.

“Dorongan pengadaan CCTV melalui RT Berkelas tersebut menunjukkan bahwa penguatan keamanan lingkungan mulai diarahkan tidak hanya melalui aparat, tetapi juga dengan pemanfaatan teknologi yang dapat dikelola langsung oleh masyarakat,” tukas dia.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *