Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Refleksi HUT RI ke-81 Totok Hariyono Dorong Konsolidasi Demokrasi, Pengawasan Pemilu Tanggung Jawab Bersama

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Totok Hariyono mengingatkan pentingnya memperkuat kualitas demokrasi dan pengawasan pemilu.

Totok berharap penyelenggaraan pemilu mendatang dapat berlangsung lebih baik, demokratis, dan bermartabat. Menurutnya, penguatan demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Masa Non-Tahapan Jadi Ruang Konsolidasi Demokrasi

Totok mengatakan, masa di luar tahapan pemilu harus dimanfaatkan untuk melakukan konsolidasi demokrasi bersama masyarakat sipil. Momentum tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran publik mengenai pentingnya pengawasan pemilu.

“Di masa non-tahap, Bawaslu melakukan konsolidasi demokrasi bersama masyarakat sipil. Menjadikan pengawasan pemilu yang sehat menjadi tanggung jawab bersama seluruh rakyat,” ujar Totok.

Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam pengawasan menjadi salah satu fondasi penting untuk menciptakan proses demokrasi yang sehat.

Pengawasan Tak Boleh Hanya Dibebankan kepada Bawaslu

Menurut Totok, pengawasan pemilu tidak seharusnya hanya dipandang sebagai tugas lembaga pengawas. Masyarakat sipil memiliki posisi strategis dalam memastikan proses demokrasi berjalan sesuai prinsip keadilan, transparansi, dan integritas.

Kesadaran tersebut, lanjut dia, perlu terus dibangun bahkan ketika pemilu belum memasuki tahapan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya hadir sebagai pemilih, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pengawasan demokrasi.

Berharap Pemilu Mendatang Lebih Bermartabat

Menjelang momentum peringatan kemerdekaan, Totok juga menyampaikan harapannya agar pemilu ke depan semakin berkualitas. Ia berharap seluruh elemen bangsa dapat mengambil bagian dalam menjaga demokrasi agar tetap berada pada jalur yang sehat dan bermartabat.

“Pengawasan yang dilakukan secara bersama-sama diharapkan mampu mencegah berbagai potensi pelanggaran sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilu,” ucap alumni GMNI itu.

Bagi Totok, demokrasi yang kuat membutuhkan partisipasi publik yang tidak berhenti pada hari pemungutan suara. Kesadaran untuk mengawasi, mengkritisi, sekaligus menjaga proses demokrasi harus dibangun secara berkelanjutan. Alumnus Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) tersebut menegaskan masa non-tahapan justru menjadi kesempatan penting untuk memperkuat fondasi demokrasi sebelum memasuki kontestasi politik berikutnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *