google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Diduga Mengantuk, Pengendara Tewas Tabrak Pohon di Medan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Sabtu dini hari (4/10/2025) menjadi akhir tragis bagi perjalanan M. Rizqo Akbar (42), warga Jalan Kemuning Raya, Helvetia, Kota Medan. Pria yang mengendarai sepeda motor Honda Beat BK 6987 JAP itu tewas di tempat setelah menabrak pohon di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di Simpang Titi Papan, Sei Sikambing D, Medan, sekitar pukul 05.00 WIB.

Peristiwa nahas itu diduga terjadi akibat korban mengantuk saat mengendarai sepeda motornya di tengah hujan yang mengguyur kawasan tersebut. Suasana yang sepi di pagi buta berubah mencekam ketika tubuh korban terkapar di tepi jalan dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

Kronologi Kejadian di Tengah Hujan Pagi

Menurut keterangan Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita, insiden maut itu bermula ketika Rizqo Akbar melaju dari arah Simpang Ayahanda menuju Pajak Sei Sikambing. Saat itu, cuaca sedang gerimis cukup deras, jalan licin, dan kondisi lalu lintas relatif lengang.

“Dari keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, korban diduga dalam keadaan mengantuk. Sepeda motor yang dikendarainya melaju terlalu ke kanan hingga menyerempet trotoar,” jelas Made kepada iKoneksi.com, Sabtu (4/10/2025).

Made menuturkan setelah menyerempet trotoar, laju sepeda motor tak terkendali.

“Motor berwarna hitam putih itu menabrak pohon besar di pinggir jalan, menyebabkan korban terpental keras ke aspal. Benturan di bagian kepala membuat korban tewas seketika di tempat kejadian,” sebutnya.

Teriakan Warga Pecahkan Keheningan Pagi

Beberapa warga sekitar yang kebetulan melintas mendengar suara benturan keras. Saat mendekat, mereka mendapati korban sudah tak sadarkan diri di bawah pohon, dengan kondisi kepala pecah dan sepeda motornya tergeletak ringsek di sampingnya.

“Warga langsung melapor ke Polsek Medan Baru,” ujar Made.

Tak lama kemudian, Unit Lantas Polsek Medan Baru tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan area sekitar agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Ketika petugas sampai, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kami segera mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Medan untuk proses lebih lanjut,” ucap Made.

Evakuasi Cepat dan Barang Bukti Diamankan

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi jenazah dan pengumpulan barang bukti. Motor korban yang mengalami kerusakan parah di bodi samping bawah kemudian dibawa ke Polsek Medan Baru sebagai barang bukti kecelakaan tunggal.

“Sepeda motor milik korban kami amankan di Polsek untuk proses penyelidikan lanjutan. Sementara pihak keluarga telah kami hubungi untuk pengurusan jenazah,” terang Made.

Fenomena Kecelakaan Akibat Kantuk

Kecelakaan tunggal seperti yang dialami Rizqo Akbar menambah daftar panjang insiden lalu lintas di Kota Medan yang disebabkan oleh kelelahan atau mengantuk saat berkendara. Kondisi ini kerap terjadi pada waktu dini hari atau menjelang pagi, ketika tubuh pengendara berada dalam fase kantuk alami.

Made kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri mengemudi dalam kondisi mengantuk, apalagi di tengah cuaca buruk.

“Lebih baik berhenti sejenak, beristirahat, atau mencari tempat aman untuk menenangkan diri sebelum melanjutkan perjalanan,” imbau Made.

Jalan Gatot Subroto, Titik Rawan Kecelakaan

Jalan Gatot Subroto Medan memang dikenal sebagai salah satu jalur padat dan rawan kecelakaan. Meski di pagi hari jalan ini terlihat lengang, kondisi aspal yang basah dan adanya pohon besar di bahu jalan membuatnya berisiko tinggi bagi pengendara yang kehilangan konsentrasi.

Salah satu warga sekitar, Wahyu, menuturkan suara benturan keras di lokasi itu bukan pertama kalinya terdengar.

“Sudah beberapa kali kejadian di sekitar sini, terutama kalau malam atau dini hari. Banyak yang ngantuk, jalannya kencang, akhirnya nabrak,” ujar Wahyu.

Menurut Made tragedi yang menimpa M. Rizqo Akbar menjadi pengingat keras bagi seluruh pengguna jalan di Medan dan sekitarnya. Satu detik kehilangan fokus di balik kemudi bisa berakibat fatal. Kelelahan dan kantuk sering kali diremehkan, padahal menjadi pemicu utama kecelakaan tunggal yang mematikan.

“Kini, keluarga korban harus menanggung duka mendalam. Sementara di lokasi kejadian, bekas serpihan bodi motor dan bercak darah menjadi saksi bisu bahwa di balik jalan-jalan yang lengang pada dini hari, bahaya selalu mengintai bagi mereka yang mengabaikan keselamatan,” tutup Made. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *