google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dindik Jatim Luncurkan School Food Care di 29 SMA

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Surabaya, iKoneksi.com – Komitmen Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional mulai direspons konkret di daerah. Salah satunya datang dari Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim), yang menggagas program inovatif bertajuk School Food Care (SFC). Program ini menyasar para siswa SMA Negeri untuk ikut serta dalam upaya membangun kesadaran dan kontribusi langsung terhadap ketahanan pangan sejak usia sekolah.

School Food Care, Ketahanan Pangan Dimulai dari Sekolah

Program SFC dirancang sebagai pilot project dan melibatkan 29 SMA Negeri di Jawa Timur. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di 24 kabupaten/kota, mulai dari Surabaya, Malang, hingga daerah ujung timur seperti Banyuwangi dan Sumenep.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa SFC bukan sekadar program tanam-menanam, melainkan sebuah upaya pendidikan berbasis pengalaman nyata. Melalui program ini, siswa dilibatkan langsung dalam proses pengelolaan hasil perkebunan di lingkungan sekolah mulai dari budidaya, panen, hingga pemasaran produk.

“Program ini bukan hanya mendukung ketahanan pangan di sekolah, tetapi juga memberikan ruang belajar konkret bagi siswa,” katanya dalam peresmian SFC di SMAN 2 Ngawi, Selasa (13/5/2025).

Belajar Bertani, Belajar Mandiri

Dalam pelaksanaannya, siswa diajak menanam berbagai jenis komoditas pangan. Di SMAN 2 Ngawi misalnya, telah ditanam beragam tanaman seperti kacang tanah, kacang hijau, ketela rambat, cabai, tomat, terong ungu, bayam, bunga kol, daun kenikir, nanas merah, hingga belimbing. Hasil panen tersebut nantinya akan dikelola dan dijual kembali, di mana keuntungan digunakan untuk memperluas kegiatan pertanian sekolah. Menurut Aries, ini adalah bentuk pendidikan karakter dan kemandirian.

“Dengan SFC, siswa tidak hanya memahami teori pertanian dan ketahanan pangan, tapi juga merasakan langsung nilai kerja keras dan pengelolaan usaha,” ujarnya.

Sarpras Rapi, Lingkungan Asri, Belajar Makin Nyaman

Dalam kunjungannya ke SMAN 2 Ngawi, Aries juga mengapresiasi tata kelola sarana dan prasarana sekolah yang tertata rapi dan mendukung proses belajar-mengajar. Ruang kelas yang bersih, fasilitas pendukung lengkap, dan lingkungan hijau yang asri menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tidak hanya terletak pada materi pelajaran, tetapi juga kenyamanan belajar siswa.

“Semua ini mendukung proses pembelajaran yang efektif. Sekolah yang bersih dan nyaman membuat siswa lebih fokus dan semangat belajar,” jelasnya.

Inovasi Ekstrakurikuler Juga Dapat Apresiasi

Tak hanya fokus pada program ketahanan pangan, SMAN 2 Ngawi juga menonjol dalam pengembangan ekstrakurikuler. Aris mengapresiasi kegiatan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dengan produk unggulan berupa Eco Enzim, serta ekskul Robotika yang berhasil membuat sistem filtrasi berbasis limbah organik dan mobil kontrol.

“Ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga produktif dalam inovasi nyata,” ungkap Aries.

Inspirasi Bagi Sekolah Lain

Aries berharap, program SFC ini bisa menjadi contoh praktik baik bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Timur. Menurutnya, dengan kerja sama yang kuat antara sekolah, siswa, dan masyarakat sekitar, program ketahanan pangan berbasis sekolah ini berpeluang menjadi gerakan besar yang menyentuh banyak aspek: pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan.

“Sekolah punya peran penting dalam membentuk pola pikir generasi penerus. Ketika mereka tumbuh dengan kesadaran akan pentingnya pangan dan keberlanjutan, itu akan menjadi kekuatan besar bagi masa depan bangsa,” terang Aries.

Berikut daftar 29 SMA Negeri yang menjadi pilot project SFC:

1. SMAN 1 Talun (Kab. Blitar)

2. SMAN 3 Bojonegoro

3. SMAN 3 Bondowoso

4. SMAN 1 Tenggarang (Bondowoso)

5. SMAN 1 Kapongan (Situbondo)

6. SMAN 1 Tanggul (Jember)

7. SMAN 1 Kediri

8. SMAN 2 Pare (Kab. Kediri)

9. SMAN 2 Ngawi

10. SMAN 3 Batu

11. SMAN 1 Pandaan (Kab. Pasuruan)

12. SMAN 3 Ponorogo

13. SMAN 1 Plaosan (Magetan)

14. SMAN 1 Paiton (Kab. Probolinggo)

15. SMAN 12 Surabaya

16. SMAN 1 Karangan (Trenggalek)

17. SMAN 1 Bangkalan

18. SMAN 2 Taruna Bhayangkara (Banyuwangi)

19. SMAN 1 Rogojampi (Banyuwangi)

20. SMAN 1 Kedamean (Gresik)

21. SMAN 3 Jombang

22. SMAN 2 Lamongan

23. SMAN 1 Dampit (Kab. Malang)

24. SMAN 1 Pacet (Kab. Mojokerto)

25. SMAN 3 Nganjuk

26. SMAN 2 Pacitan

27. SMAN 1 Pademawu (Pamekasan)

28. SMAN 1 Torjun (Sampang)

29. SMAN 3 Sumenep

“Dengan program ini, saya berkomitmen dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh, mandiri, dan peduli pada isu krusial seperti ketahanan pangan,” pungkas Aries. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *