google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Djarot Minta Harun Masiku Ditangkap, Bukan Hasto Dikambinghitamkan

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com — Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, angkat bicara mengenai vonis 3,5 tahun penjara terhadap Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang dinyatakan bersalah dalam kasus suap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Dalam pernyataan tegasnya, Djarot menilai bahwa vonis terhadap Hasto penuh nuansa politis dan menuntut keadilan ditegakkan secara menyeluruh, termasuk dengan menangkap aktor utama dalam perkara tersebut, Harun Masiku, yang hingga kini masih buron.

Djarot: Jika Adil, Harun Masiku Harus Ditangkap

Djarot menyoroti fakta pengadilan tidak menemukan bukti bahwa uang suap dalam kasus itu berasal dari Hasto Kristiyanto. Menurutnya, vonis terhadap Hasto justru menunjukkan adanya praktik politisasi hukum.

“Kalau mau fair, tangkaplah Harun Masiku itu. Jangan kemudian Mas Hasto dikorbankan,” kata Djarot saat menghadiri diskusi memperingati peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Minggu (27/7/2025).

Ia menegaskan apa yang terjadi pada Hasto tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik nasional. Sebagai tokoh partai yang kerap bersuara kritis terhadap kekuasaan, Hasto dinilai telah menjadi sasaran kekuatan politik yang tak ingin dikritik.

Tahanan Politik dan Tudingan Kriminalisasi

Djarot menyebut Hasto sebagai tahanan politik.

“Karena berbeda dengan penguasa, berbeda dengan raja yang tidak mau dikritik, maka dicari-carilah kesalahannya,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa kriminalisasi terhadap tokoh oposisi adalah bentuk kemunduran demokrasi dan mencederai prinsip keadilan hukum.

Meskipun menyayangkan putusan tersebut, Djarot menyatakan bahwa pihaknya tetap menghormati keputusan majelis hakim. Namun, ia mengingatkan bahwa masyarakat bisa menilai sendiri ketimpangan yang terjadi, terutama ketika pelaku utama justru masih bebas dan tidak tersentuh hukum.

Posisi Hasto Masih Aman, Menunggu Kongres Partai

Terkait status kepengurusan, Djarot menegaskan Hasto Kristiyanto masih menjabat sebagai Sekjen PDIP. Menurutnya, segala bentuk perubahan dalam struktur kepemimpinan partai hanya akan diputuskan melalui forum resmi partai.

“Kalau posisi Sekjen nanti kita tunggu di Kongres. Karena posisi Mas Hasto sekarang ini masih Sekjen PDI Perjuangan,” sebutnya dengan tegas.

Vonis Hasto dan Buronan Harun Masiku

Pada Jumat (25/7/2025), majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 3 tahun 6 bulan kepada Hasto Kristiyanto karena terbukti memberi suap kepada Wahyu Setiawan. Suap itu diberikan terkait pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR untuk Harun Masiku, yang merupakan caleg PDIP dari Dapil Sumatera Selatan I.

Harun sendiri masih menjadi buron sejak mencuatnya kasus ini pada tahun 2020. Keberadaannya hingga kini belum diketahui secara pasti. Kejaksaan dan KPK disebut terus berupaya mencarinya, namun hasilnya nihil.

Seruan untuk Keadilan

Djarot menutup pernyataannya dengan harapan agar hukum ditegakkan secara adil dan tidak digunakan sebagai alat untuk menekan lawan politik.

“Jangan karena berbeda pendapat, orang dikriminalkan. Ini membahayakan demokrasi,” tandasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *