google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Doa Banyuwangi Menggema untuk Korban KMP Tunu Pratama Jaya

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Banyuwangi, iKoneksi.com — Suasana haru menyelimuti kawasan kantong parkir Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Di lokasi itulah, ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat berkumpul untuk menunaikan Sholat Ghaib dan doa bersama bagi para korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang beberapa hari terakhir menjadi perhatian nasional.

Acara digelar pada Jumat (11/7/2025) sore, dengan melibatkan Polresta Banyuwangi, unsur Forkopimda, instansi terkait, serta masyarakat umum. Bertindak sebagai imam Sholat Ghaib adalah Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, KH Sunandi. Usai pelaksanaan Sholat Ashar, jamaah langsung melanjutkan dengan Sholat Ghaib, pembacaan tahlil, dan kalimah thayyibah sebagai bentuk doa tulus untuk para korban.

Wujud Solidaritas dan Empati

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, yang hadir langsung di lokasi bersama Wakapolresta AKBP Teguh Priyo Wasono dan jajaran pejabat utama Polresta, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan bentuk nyata dari solidaritas sosial dan dukungan moril kepada keluarga korban.

“Ini adalah wujud empati kami kepada para korban dan keluarga yang tengah dilanda musibah. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Rama dengan suara tegas namun penuh kehangatan.

Menurutnya, tragedi ini menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tapi juga bagi seluruh masyarakat Banyuwangi dan Indonesia. Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak untuk bersatu dalam doa dan aksi nyata mendukung proses pencarian dan evakuasi yang masih berlangsung.

Kekuatan Doa dan Sinergi Lintas Elemen

Kegiatan Sholat Ghaib ini menjadi gambaran bagaimana nilai-nilai kemanusiaan masih begitu kuat di tengah masyarakat. Tidak hanya aparat kepolisian dan pemerintah daerah yang hadir, melainkan juga warga biasa, relawan, hingga keluarga korban. Semua bersatu dalam doa dan harapan agar pencarian korban bisa segera membuahkan hasil.

“Musibah ini mengajarkan kita pentingnya gotong royong dan sinergi. Dalam duka, kita justru menemukan kekuatan untuk saling menguatkan,” ujar Rama.

Ia juga berharap tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan yang kini masih berjuang di perairan Selat Bali tetap diberi kekuatan dan perlindungan selama menjalankan tugas mulia tersebut.

Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya

Sebagaimana diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali dalam pelayaran antar pulau. Kapal yang mengangkut puluhan penumpang itu dikabarkan mengalami kendala teknis di tengah laut hingga akhirnya karam. Sejumlah penumpang berhasil diselamatkan, namun sebagian lainnya masih dalam pencarian.

Kegiatan doa bersama ini sekaligus menjadi simbol kepedulian sosial yang menggugah rasa kemanusiaan lintas batas. Di tengah tragedi, Banyuwangi menunjukkan bahwa duka bisa menjadi pemersatu, dan doa bisa menjadi kekuatan yang menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk tetap tegar dan saling menguatkan.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan semoga proses evakuasi berjalan lancar hingga seluruh korban ditemukan,” pungkas Rama, menutup acara penuh keheningan dan harapan itu. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *