google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Galeri Soekarno Kecil di Kota Mojokerto, Banyu Biru: Pusat Edukasi Sejarah Modern

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com – Peresmian Galeri Soekarno Kecil di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Purwotengah, Kota Mojokerto, pada Selasa (10/6/2025), menjadi tonggak penting dalam upaya merawat dan memperkuat memori kolektif bangsa. Galeri ini diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dan mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk dari anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot.

Menurut Banyu Biru, kehadiran Galeri Soekarno Kecil bukan hanya peristiwa seremonial biasa, melainkan awal dari upaya serius untuk menggali dan menghidupkan kembali narasi pembentukan karakter salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah bangsa, yaitu Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

Simbol Literasi Sejarah dan Warisan Kebangsaan

Dalam wawancara dengan iKoneksi.com, Selasa (10/6/2025), Banyu Biru menyatakan bahwa galeri ini penting sebagai pengingat dan pencatat jejak masa kecil Bung Karno yang selama sekitar 8,5 tahun tumbuh dan berkembang di Kota Mojokerto. Masa kecil itu, menurutnya, adalah fondasi pembentukan karakter, nilai-nilai perjuangan, dan pandangan hidup Bung Karno yang kemudian mewarnai arah kepemimpinannya.

“Peresmian Galeri Soekarno Kecil adalah awal narasi pembentukan karakter seorang bapak bangsa. Semoga literasi kesejarahan Bung Karno semakin terang dalam sejarah Indonesia. Ini bagian dari legacy beliau,” kata Banyu Biru.

Ia menegaskan Bung Karno bukan milik satu golongan, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, setiap tapak perjuangannya harus dikemas sebagai edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh generasi muda, agar nilai jas merah jangan sekali-kali melupakan sejarah tetap terjaga.

Visualisasi Sejarah yang Melampaui Imajinasi

Tidak hanya memberikan apresiasi secara ideologis, Banyu Biru juga secara khusus menyoroti kualitas kurasi dan teknologi dalam galeri ini. Ia menyebut visualisasi dan penyajian konten sejarah di Galeri Soekarno Kecil jauh dari kesan konvensional yang selama ini melekat pada museum.

“Beyond my imagination,” ucap Banyu.

“Perpaduan antara histori otentik yang telah terdigitalisasi dengan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence) menjadikan galeri ini sangat berbeda dan relevan bagi generasi sekarang,” sambungnya.

Dengan pendekatan interaktif dan teknologi modern, galeri ini berhasil menggabungkan narasi perjuangan dan sejarah pribadi Bung Karno dalam bentuk yang tidak hanya informatif tetapi juga menarik secara visual.

“Ini membuka peluang besar menjadikan galeri ini sebagai magnet wisata sejarah yang edukatif dan berkelas internasional,” seru Banyu Biru.

Apresiasi untuk Pemkot Mojokerto dan Semua Pihak Terlibat

Banyu Biru tak lupa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Mojokerto, terutama Wali Kota Ika Puspitasari dan Wakil Wali Kota Sandi serta seluruh jajaran yang telah bekerja keras merealisasikan galeri ini. Menurutnya, langkah ini menunjukkan keberanian daerah dalam mengangkat sejarah nasional dari sudut lokal yang otentik dan bermakna.

Ia juga menyampaikan harapan agar galeri ini menjadi destinasi sejarah unggulan yang tidak hanya menarik minat anak-anak muda dari seluruh Indonesia, tetapi juga wisatawan mancanegara.

“Galeri ini sangat modern dan keren. Bisa menjadi contoh pengemasan sejarah yang cerdas dan kekinian,” ucap Banyu.

Menteri Kebudayaan Tegaskan Pentingnya Jejak Masa Kecil Bung Karno

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa masa kecil Bung Karno di Mojokerto adalah fase penting dalam kehidupan beliau.

“Ini adalah masa-masa informative years, pembentukan karakter, pola pikir, dan kepercayaan diri. Mojokerto memberikan ekosistem conditioning yang luar biasa,” ucap Fadli.

Lebih lanjut, ia menekankan sejarah adalah jati diri bangsa. Tanpa pemahaman mendalam tentang sejarah, bangsa ini akan kehilangan arah di tengah globalisasi.

“Galeri Soekarno Kecil ini adalah bagian dari upaya memperkuat memori kolektif bangsa,” ujarnya tegas.

Menjadi Titik Awal Gerakan Sejarah Digital Indonesia

Galeri Soekarno Kecil di Mojokerto ditegaskan Banyu Biru bukan sekadar bangunan atau tempat pameran. Ia adalah simbol dari bagaimana sejarah bisa dihidupkan kembali dengan pendekatan modern, menarik, dan berdampak luas. Ini menjadi titik awal bagi gerakan literasi sejarah digital yang dapat menjangkau lebih banyak orang, terutama generasi muda yang tumbuh di era teknologi.

“Dengan galeri ini, nilai-nilai perjuangan Bung Karno tidak hanya akan dikenang, tetapi juga dipelajari, dicintai, dan diwariskan. Mojokerto kini tidak hanya dikenal sebagai kota sejarah Majapahit, tetapi juga sebagai kota tempat lahirnya kembali semangat kebangsaan melalui narasi visual seorang proklamator,” pungkas Banyu Biru. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *