google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Gotong Royong Kader Pdi Perjuangan Dalam Pembangunan Di Kab Malang

  • Bagikan
Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI, Dr Ahmad Basarah saat memberikan sambutan, Sabtu (18/10/2025) (04/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Kabupaten Malang kembali menjadi saksi nyata bagaimana politik bisa bekerja bukan hanya dalam bentuk wacana, tetapi aksi konkret untuk rakyat. Sabtu (18/10/2025), Anggota DPR RI Dr. Ahmad Basarah bersama Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Saifudin Zuhri dan Anggota DPRD Kabupaten Malang Fathur Rohman meresmikan dua proyek infrastruktur penting: jalan di Dusun Jambuwer, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, serta Jalan Lingkar Mansari, Desa Slorok, Kecamatan Kromengan. Kedua pembangunan itu menjadi simbol kuat dari kerja gotong royong politik yang diusung oleh Fraksi PDI Perjuangan dari pusat hingga daerah.

Dalam sambutannya, Basarah menegaskan pembangunan ini bukan semata-mata hasil proyek pembangunan biasa, tetapi bagian dari kerja ideologis PDI Perjuangan untuk memastikan anggaran negara benar-benar kembali kepada rakyat.

“Ini bukan kerja personal, tapi kerja politik gotong royong. Fraksi PDI Perjuangan dari DPR RI, DPRD Provinsi, hingga DPRD Kabupaten bekerja bersama untuk menghadirkan hasil nyata bagi masyarakat di dapilnya,” ujarnya saat ditemui iKoneksi.com di lokasi peresmian Dusun Jambuwer, Sabtu (18/10/2025)

Menurut Basarah, kerja kolaboratif ini lahir dari semangat ideologis partai untuk memastikan keadilan sosial benar-benar dirasakan di akar rumput. Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur di dua desa tersebut adalah bukti nyata bagaimana prinsip gotong royong politik diterjemahkan dalam tindakan.

“Kita ingin rakyat melihat bahwa politik tidak hanya bicara, tapi bekerja. Ini wujud nyata sinergi antarlevel legislatif yang mengedepankan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI, Dr Ahmad Basarah saat pemotongan pita peresmian jalan, Sabtu (18/10/2025) (04/iKoneksi.com)

Basarah juga menambahkan gotong royong yang dimaksud bukan hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga di antara para wakil rakyat sendiri. Ia menyebut adanya berbagai program pendukung seperti Program Indonesia Pintar (PIP) di Jambuwer dan program pemberdayaan masyarakat di Slorok sebagai bagian dari paket pembangunan terpadu yang diinisiasi oleh PDI Perjuangan.

“Jadi bukan hanya jalan yang dibangun. Ada juga program pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi yang berjalan bersamaan. Inilah bentuk gotong royong politik yang kami maksud,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Saifudin Zuhri, menegaskan bahwa peresmian jalan lingkungan di Jambuwer menjadi bukti bahwa politik PDI Perjuangan bukan sekadar retorika, tetapi tindakan konkret untuk kesejahteraan rakyat.

“Gotong royong adalah nilai yang hidup dalam setiap kader PDI Perjuangan. Dengan semangat ini, aspirasi rakyat di desa dapat diwujudkan menjadi kerja nyata,” ujarnya.

Usai peresmian di Jambuwer, rombongan melanjutkan agenda ke Desa Slorok, Kecamatan Kromengan. Sekitar pukul 15.00 WIB, Jalan Lingkar Mansari resmi diresmikan. Jalan ini diharapkan menjadi jalur vital yang memperlancar konektivitas antarwilayah, mempermudah mobilitas warga, dan meningkatkan perekonomian desa.

“Dengan akses yang lebih baik, hasil pertanian dan perdagangan masyarakat bisa lebih cepat sampai ke pasar. Ini efek domino dari pembangunan yang berdampak langsung ke ekonomi rakyat,” kata Saifudin.

Keberhasilan ini, lanjut Saifudin, tidak mungkin tercapai tanpa sinergi erat antara legislatif, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia menilai semangat gotong royong yang diwariskan Bung Karno telah menemukan relevansinya kembali dalam konteks pembangunan modern.

“Kita tidak boleh lupa, nilai-nilai gotong royong adalah inti dari ajaran Bung Karno. Dan PDI Perjuangan terus berusaha menghidupkannya, bukan sekadar dalam pidato, tapi dalam kerja nyata di lapangan,” ujarnya penuh semangat.

Senada dengan itu, Anggota DPRD Kabupaten Malang, Fathur Rohman, menegaskan bahwa Fraksi PDI Perjuangan di tingkat kabupaten akan terus memperjuangkan aspirasi rakyat dengan cara turun langsung dan memastikan kebutuhan masyarakat diakomodasi dalam program pembangunan.

“Kami tidak ingin rakyat hanya mendengar janji. Kami ingin mereka melihat hasil. Dan ini baru awal dari banyak langkah gotong royong lainnya yang akan kami lakukan,” tegasnya.

Dua infrastruktur yang diresmikan hari itu memang bukan megaproyek berskala nasional, namun maknanya jauh melampaui beton dan aspal. Di balik jalan yang mulus dan akses yang terbuka, tersimpan pesan kuat bahwa politik yang berakar pada nilai gotong royong masih hidup dan bekerja untuk rakyat.

“Dalam konteks ini, PDI Perjuangan tidak hanya berbicara soal ideologi, tetapi menghadirkannya dalam bentuk nyata: jalan yang bisa dilalui, peluang yang bisa dirasakan, dan kebersamaan yang terus dijaga,” tandas Fathur.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *