google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kabar Gembira untuk Dosen: Tunjangan Kinerja Resmi Disalurkan

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Sebuah kabar bahagia datang dari pemerintah untuk para dosen di Indonesia. Melalui implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2025, pemerintah akhirnya menyetujui pemberian tunjangan kinerja (tukin) kepada puluhan ribu dosen yang selama ini hanya menerima tunjangan profesi. Kebijakan ini langsung diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Selasa (14/4/2025) di Jakarta.

Tunjangan Kinerja bagi 31 Ribu Dosen

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan sebanyak 31.066 dosen di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akan menerima tunjangan kinerja di tahun ini. Mereka terdiri dari dosen yang berada di tiga kategori satuan kerja, yakni:

– 8.725 dosen di Satuan Kerja Perguruan Tinggi Negeri (PTN),

– 16.540 dosen di Satker PTN Badan Layanan Umum (BLU) yang belum menerima remunerasi,

– dan 5.801 dosen dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti)

“Perpres ini lahir atas instruksi Presiden dan difokuskan pada tukin bagi dosen, yang sebelumnya hanya menerima tunjangan profesi,” kata Sri.

Perhitungan dan Skema Tukin

Sri menyebutkan besaran tunjangan kinerja yang akan diterima oleh dosen dihitung berdasarkan kelas jabatan dan jabatan fungsional mereka. Jika seorang dosen telah menerima tunjangan profesi, maka ia akan mendapat tambahan tukin hanya jika nilainya melebihi tunjangan profesi.

“Sebagai contoh, seorang Profesor atau Guru Besar yang sudah menerima tunjangan profesi sebesar Rp 6,7 juta per bulan, dan memiliki jabatan yang setara dengan Eselon II (tukin Rp 11,2 juta), maka dosen tersebut akan menerima tambahan selisih sebesar Rp 4,5 juta. Artinya, total yang didapat menjadi Rp 12 juta,” jelas Sri.

“Pemerintah pun telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,66 triliun untuk membayar tukin ini selama 14 bulan, terhitung sejak Januari 2025,” sambungnya.

Penyesuaian dengan Kinerja Dosen

Meskipun nominal tunjangan kinerja cukup besar, Sri menekankan penyaluran tunjangan akan mengacu pada penilaian kinerja masing-masing dosen.

“Untuk itu, mekanisme distribusi dan teknis pelaporan akan diatur lebih lanjut oleh Kemendiktisaintek,” tegas Sri.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan kinerja dosen akan dinilai tiap semester. Penilaian ini dilakukan dengan pendekatan yang berbeda dari pegawai non-akademik karena dosen memiliki karakteristik kerja yang unik.

“Kita akan memotret capaian kinerja tiap satu semester. Karena penilaian kinerja dosen tidak bisa disamakan dengan pegawai non-dosen,” ucap Brian.

Pencairan Mulai Juli 2025

Meskipun Perpres telah terbit dan anggaran telah disiapkan, pencairan tukin baru bisa dilakukan paling cepat pada bulan Juli 2025. Hal ini dikarenakan Kemendiktisaintek perlu waktu untuk mengumpulkan data dan menilai kinerja dosen sejak awal tahun.

“Untuk tahun ini, kita akan melihat potret kinerja dosen hingga bulan Juni. Jadi pencairan paling cepat dilakukan sekitar bulan Juli,” ungkap Brian.

Simbol Apresiasi bagi Akademisi

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi para akademisi yang selama ini merasa kurang diperhatikan dari sisi kesejahteraan. Dengan kebijakan baru ini, pemerintah tak hanya menambah tunjangan secara nominal, tetapi juga menempatkan penghargaan atas kinerja dosen sebagai salah satu indikator penting dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi nasional.

“Langkah ini dipandang sebagai wujud komitmen pemerintah untuk memperkuat dunia pendidikan tinggi, meningkatkan motivasi para dosen, dan mendorong kualitas riset serta pengajaran di kampus-kampus negeri. Bagi ribuan dosen yang selama ini bekerja penuh dedikasi dalam senyap, tunjangan kinerja ini bukan sekadar insentif, melainkan pengakuan atas peran vital mereka dalam mencerdaskan bangsa,” pungkas Brian. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *