google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kadis PUPR Kota Malang Minta Warga Jaga Gorong-Gorong Bersama

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Pemerintah Kota Malang menegaskan bahwa pengawasan terhadap infrastruktur publik, termasuk penutup gorong-gorong, tidak bisa hanya mengandalkan aparat atau petugas lapangan. Masyarakat pun harus ikut ambil bagian. Seruan itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, saat menyoroti maraknya pencurian dan kerusakan penutup gorong-gorong di sejumlah titik kota.

“Pengawasan itu harus ada partisipasi masyarakat. Kalau ada yang ambil tutupnya segera dilarang, atau minimal teriak dan dilaporkan,” tegas Dandung kepada iKoneksi.com, Rabu (5/11/2025).

Masyarakat Jadi Garda Terdepan Pengawasan

Menurut Dandung, peran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga fasilitas publik agar tetap aman dan berfungsi dengan baik. Ia menilai bahwa jumlah petugas lapangan dari dinas tidak sebanding dengan luasnya wilayah Kota Malang dan banyaknya titik infrastruktur yang harus dijaga.

“Tidak mungkin kalau Dinas PU menjaga setiap hari di semua titik. Maka dari itu, partisipasi dan kepedulian masyarakat Kota Malang sangat penting,” ujarnya.

Dandung menambahkan, penutup gorong-gorong bukan hanya elemen kecil dari jalan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan. Jika penutup itu hilang atau rusak, dampaknya bisa fatal, terutama bagi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.

“Penutup besi itu bukan sekadar pelengkap, tapi bagian penting yang bisa mencegah kecelakaan,” sebutnya dengan nada serius.

Desain Sudah Sesuai Aturan, Tak Bisa Diubah Sembarangan

Beberapa pihak sebelumnya mengusulkan agar penutup gorong-gorong diberi kancing pengaman atau pengikat tambahan untuk mencegah pencurian. Namun, Dandung menegaskan bahwa penggantian desain atau penambahan kancing tidak dapat dilakukan secara sepihak, karena desain tersebut sudah diatur secara nasional dalam peraturan menteri.

“Tidak bisa kalau itu dilakukan karena sudah ada peraturan dari menteri. Kita ikut saja. Kalau diubah sembarangan, justru bisa melanggar aturan dan membahayakan sistem drainase,” jelasnya.

Ia menekankan desain penutup gorong-gorong saat ini memang dibuat khusus agar mudah dibuka saat dilakukan pembersihan atau perawatan berkala. Jika ditambahkan kancing atau sistem pengunci baru, proses pembersihan justru akan menjadi lebih sulit dan memakan waktu.

“Desain sekarang sudah dirancang agar memudahkan saat pembersihan. Kalau pakai kancing, jadi susah dan malah tidak efisien,” paparnya.

Solusi CCTV Dinilai Tidak Efektif

Selain usulan perubahan desain, ada juga wacana pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis untuk memantau kondisi gorong-gorong. Namun, menurut Dandung, langkah itu bukan solusi efektif.

“Kalau setiap gorong-gorong dipasang CCTV, biayanya besar dan tidak efisien. Kita perlu kajian mendalam dulu. Daripada membuang anggaran ke situ, lebih baik fokus pada sinergi dengan masyarakat,” tekannya.

Ia menjelaskan, pengawasan berbasis teknologi memang membantu, tetapi tidak bisa menggantikan kesadaran publik. Dinas juga tengah mempertimbangkan pendekatan lain yang lebih efisien, seperti patroli rutin di titik rawan atau kerja sama dengan pihak kelurahan untuk membentuk sistem pelaporan cepat.

Bangun Kesadaran Kolektif Warga Kota

Dandung mengingatkan infrastruktur publik adalah aset bersama. Ia mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama fasilitas kota yang dibangun dengan dana masyarakat.

“Kalau ada yang melihat penutup gorong-gorong rusak, hilang, atau dicuri, segera laporkan. Ini bentuk tanggung jawab kita bersama. Kota ini milik kita semua,” katanya.

Pemkot Malang, lanjutnya, terus berupaya menjaga kualitas sarana dan prasarana publik. Namun, tanpa dukungan masyarakat, langkah tersebut tidak akan optimal. Kesadaran kolektif menjadi fondasi utama agar Kota Malang bisa lebih tertata, aman, dan nyaman bagi seluruh warganya.

“Kami bisa membangun fasilitas baru, tapi menjaga dan merawatnya hanya bisa dilakukan kalau semua ikut peduli,” tukasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *