google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kasus DBD Turun di Batu, Waspada Tetap Tinggi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Malang Raya, khususnya Kota Batu, dalam beberapa pekan terakhir membawa dampak yang tak bisa dianggap sepele. Selain menyebabkan genangan air di sejumlah titik, kondisi ini juga menjadi pemicu berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Namun di tengah ancaman itu, Dinas Kesehatan Kota Batu mencatatkan kabar yang cukup melegakan. Sepanjang Januari hingga April 2025, jumlah kasus DBD tercatat sebanyak 66 kasus. Jumlah ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 lalu yang mencapai 189 kasus.

Distribusi Kasus DBD Merata di Berbagai Wilayah

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu, dr. Susana Indahwati (KMK), CPRM, menyampaikan kasus DBD masih tersebar cukup luas di berbagai kelurahan. Data menunjukkan, Kelurahan Sisir mencatat jumlah tertinggi dengan 22 kasus. Diikuti Temas dengan 16 kasus, Ngaglik 15 kasus, dan Bumiaji 14 kasus.

“Beberapa kelurahan lainnya juga melaporkan kasus meski dalam jumlah lebih sedikit: Pesanggrahan 9 kasus, Bulukerto, Gunung Sari, Junrejo, dan Punten masing-masing 8 kasus, serta Giri Purno 7 kasus. Wilayah lain seperti Oro-oro Ombo, Pandanrejo, Sidomulyo, Sumberejo, dan Torongrejo masing-masing mencatat 6 kasus. Kelurahan dengan jumlah kasus terbawah adalah Dadaprejo dan Pendem dengan masing-masing 1 kasus,” tutur Susan kepada iKoneksi.com saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (13/5/2025).

Penurunan Bukan Berarti Aman, Waspada Tetap Diperlukan

Meski angka kasus DBD menurun drastis dibanding tahun sebelumnya, Susana menegaskan masyarakat tak boleh lengah. Musim hujan seperti sekarang menjadi waktu rawan bagi nyamuk DBD berkembang biak. Oleh karena itu, kewaspadaan dan upaya pencegahan harus terus dilakukan.

“Penurunan kasus ini patut kita syukuri, tapi tidak berarti kita boleh merasa aman. Justru ini saatnya kita tingkatkan kebersamaan dalam mencegah DBD lewat upaya yang paling sederhana namun efektif, yakni PSN 3M Plus,” ujar Susana.

PSN 3M Plus yang dimaksud Susan meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan air.

“Sementara Plus mengacu pada berbagai upaya tambahan seperti menggunakan kelambu, lotion anti nyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh,” ucap Susana.

Fogging Bukan Solusi Utama

Di tengah pemahaman umum masyarakat tentang fogging sebagai cara mengatasi DBD, Susana justru memberikan penekanan berbeda. Ia menyatakan bahwa fogging seharusnya menjadi opsi terakhir, bukan solusi utama.

“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak menyentuh jentik. Selain itu, residu bahan kimia dari fogging dapat membahayakan manusia jika terpapar dalam jangka panjang,” jelasnya tegas.

Dalam kasus di Kota Batu, kabar baik lainnya adalah tidak ada laporan kematian akibat DBD selama periode Januari hingga April 2025.

Abate Gratis, Masyarakat Diminta Proaktif

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengendalian DBD, Dinas Kesehatan Kota Batu juga telah menyediakan larvasida Abate secara gratis. Abate dapat ditaburkan di tempat-tempat penampungan air untuk membunuh jentik nyamuk sebelum berkembang menjadi nyamuk dewasa.

“Silakan ambil Abate secara gratis di seluruh puskesmas Kota Batu. Ini upaya sederhana namun sangat berguna. Jangan tunggu lingkungan menjadi sarang nyamuk, baru bertindak,” ajak Susana.

Peran Aktif Masyarakat adalah Kunci

Di akhir keterangannya, Susana kembali mengingatkan bahwa kunci keberhasilan dalam mengendalikan DBD ada pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Ia berharap seluruh warga Kota Batu bisa menjadikan PSN 3M Plus sebagai kebiasaan rutin, minimal seminggu sekali, khususnya di musim penghujan.

“Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai satu rumah abai, lalu seluruh RT jadi korban. Mari kita lawan DBD dengan gotong royong,” pungkasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *