google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kota Batu Krisis Nakes, Program Satu Desa Satu Dokter Dicanangkan

  • Bagikan
Kadinkes Kota Batu saat konferensi pers, Jumat (28/3/2025) (04/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Kota Batu menghadapi krisis tenaga kesehatan (nakes) dan dokter yang mengkhawatirkan. Dari kebutuhan minimal 35 dokter yang harus bertugas di puskesmas, saat ini hanya tersedia 15 dokter. Artinya, masih ada kekurangan 20 dokter untuk melayani masyarakat Kota Batu yang berjumlah lebih dari 200 ribu jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, Aditya Prasaja, mengungkapkan permasalahan ini dalam Rapat Koordinasi Mitra Media Dinkes yang digelar di Ruang Rapat Bina Praja, Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Batu, Kamis (27/3/2025) malam. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Dinkes serta para kepala bidang di lingkungan Dinkes Batu.

“Kami memiliki 15 dokter di puskesmas yang tersebar di Kota Batu, padahal kebutuhan minimalnya adalah 35 dokter. Ini berarti jumlah yang ada sekarang tidak sampai separuh dari yang seharusnya,” ungkap Aditya.

Kekurangan Tenaga Medis Lainnya

Tidak hanya dokter, Kota Batu juga mengalami defisit tenaga kesehatan lainnya. Saat ini, Dinkes hanya memiliki 69 perawat, sementara idealnya dibutuhkan tambahan 50 orang lagi. Begitu juga dengan tenaga bidan, yang saat ini berjumlah 48 orang, sedangkan kebutuhan sebenarnya mencapai 78 orang.

“Ini menjadi salah satu isu utama yang harus segera diselesaikan demi meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” sebut Aditya.

Kondisi ini menurutnya sangat berpengaruh pada pelayanan kesehatan di puskesmas. Sebagai contoh, Puskesmas Batu hanya memiliki tiga dokter umum untuk melayani sekitar 50 ribu penduduk.

“Sementara itu, Puskesmas Bumiaji hanya memiliki empat dokter untuk wilayah dengan jumlah penduduk yang juga cukup besar. Jika tidak segera diatasi, keterbatasan tenaga medis ini dapat berdampak buruk pada akses layanan kesehatan bagi warga,” jelas Aditya.

Program Satu Desa Satu Dokter

Menanggapi situasi ini, Dinas Kesehatan Kota Batu bersama Wali Kota Batu telah mencanangkan program Satu Desa Satu Dokter. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap desa memiliki minimal satu dokter yang siap memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ini menjadi kewajiban kami di Dinas Kesehatan untuk mencari solusi. Kami akan berupaya memenuhi kebutuhan tenaga medis ini agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal,” ungkap Aditya.

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Kota Batu mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik dan merata. Selain dokter, Aditya juga menyoroti kebutuhan tenaga nutrisionis. Saat ini, Kota Batu hanya memiliki tujuh nutrisionis, padahal idealnya harus ada 17 orang. Peran nutrisionis ini sangat penting dalam upaya penanganan stunting dan peningkatan gizi masyarakat.

“Kita seharusnya memiliki satu nutrisionis untuk menangani sekian balita, namun jumlah yang ada sekarang masih jauh dari cukup. Apalagi, baru-baru ini kita kehilangan satu tenaga nutrisionis yang meninggal dunia,” seru Aditya.

Upaya Mencari Solusi

Dinkes Batu berencana untuk merekrut lebih banyak tenaga medis melalui berbagai skema, termasuk kerja sama dengan universitas dan pemerintah pusat. Selain itu, peningkatan insentif serta fasilitas bagi tenaga kesehatan juga menjadi salah satu strategi agar dokter dan nakes mau bertugas di Kota Batu.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar bisa memenuhi kekurangan tenaga medis ini. Kami ingin masyarakat Kota Batu mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal tanpa terkendala minimnya tenaga kesehatan,” lugas Aditya.

“Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan krisis tenaga kesehatan ini dapat segera teratasi sehingga layanan kesehatan di Kota Batu semakin baik dan merata,” pungkas Aditya. (04/iKoneksi.com)

 

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *