google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Oknum Wartawan dan LSM Diduga Peras Sopir Tangki BBM di Sidoarjo

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Sidoarjo, iKoneksi.com – Aksi pemerasan terhadap sopir truk tangki BBM kembali terjadi. Kali ini, kejadian berlangsung pada Jumat malam (24/01/2025) di Jalan Raya Trosobo, Sidoarjo. Korban, sopir berinisial BT dan kernetnya, FDY, mengaku dihentikan oleh sekelompok orang yang mengklaim sebagai wartawan dan anggota LSM. Dengan modus menuduh truk tangki melakukan kencing—istilah untuk pengurangan muatan BBM—gerombolan tersebut meminta uang sebesar Rp10 juta agar tidak melaporkan dugaan pelanggaran itu ke pihak berwenang.

Kronologi Kejadian

Peristiwa terjadi saat BT dan FDY sedang dalam perjalanan dari Depot Integritas Terminal BBM Pertamina Tanjung Perak, Surabaya, menuju SPBU 54.612.5* untuk mendistribusikan BBM. Tiba-tiba, di Jalan Raya Trosobo, truk mereka dihentikan oleh dua mobil, sebuah Xenia hitam dan Ayla silver.

“Saya kaget tiba-tiba disuruh berhenti. Saya pikir, apa saya menabrak seseorang? Tapi ternyata mereka langsung membentak dan menuduh saya telah mengurangi muatan BBM,” ujar BT saat ditemui awak media.

Karena merasa takut, BT memilih menepi di SPBU 54.612.4 Trosobo untuk mengetahui maksud penghentian tersebut. Namun, bukannya mendapat penjelasan yang jelas, ia justru dipaksa menyerahkan kartu identitasnya dan dituduh telah melakukan praktik kencing BBM.

Kelompok yang berjumlah delapan orang ini mengancam akan melaporkan saya dan FDY ke polisi serta mempublikasikan berita jika mereka tidak menyerahkan uang damai.

“Awalnya, mereka meminta Rp10 juta, tetapi karena tertekan dan takut, saya hanya mampu memberikan Rp2 juta,” sebut BT.

Dugaan Pemerasan dan Ancaman Berlanjut

Setelah menerima uang, para pelaku membiarkan BT dan FDY melanjutkan perjalanan. Namun, ancaman belum berakhir. Salah satu pelaku, berinisial SJ, terus menghubungi BT melalui telepon dan WhatsApp, menagih sisa uang yang belum diserahkan. Dalam pesan yang dikirimkan, SJ bahkan menyertakan narasi berita yang akan dipublikasikan jika BT tidak segera melunasi kekurangan tersebut. BT mengaku merasa sangat tertekan dan takut akibat ancaman tersebut.

“Kami ini hanya bekerja. Kalau memang kami bersalah, seharusnya ada prosedur resmi, bukan dengan cara seperti ini,” ujar BT.

Dari hasil pengakuan BT, beberapa pelaku diduga merupakan oknum yang sebelumnya pernah terlibat kasus pemerasan di Bojonegoro dan SPBU Gedangan, Sidoarjo. Salah satu di antaranya berinisial CI, yang diketahui memiliki ciri khas menggunakan tindik di telinga.

Sistem Keamanan Ketat Tangki BBM

Menanggapi insiden ini, pihak terkait menegaskan bahwa sistem pengawasan terhadap distribusi BBM sangat ketat. Truk tangki BBM Pertamina dilengkapi dengan GPS yang akan mendeteksi jika kendaraan berhenti di lokasi yang mencurigakan. Selain itu, setiap kendaraan sedang dalam tahap pemasangan CCTV online yang terhubung dengan sistem pengawasan Pertamina.

Sebelum berangkat, semua truk tangki juga harus melewati proses pemeriksaan ketat, termasuk pengecekan kesehatan sopir, kondisi kendaraan, serta segel keamanan yang diperiksa di gerbang keluar depot oleh petugas keamanan. Jika memang terjadi pengurangan muatan, seharusnya hal itu dapat terdeteksi melalui sistem Automatic Tank Gauge (ATG) di SPBU tujuan.

“Kalau memang ada indikasi kecurangan, seharusnya bisa langsung ditindak melalui prosedur resmi, bukan dengan cara main hakim sendiri dan meminta uang,” tegas seorang sumber dari industri BBM.

Harapan Warga dan Tindakan Hukum

Kasus dugaan pemerasan ini menimbulkan keresahan di kalangan sopir tangki BBM. Mereka berharap aparat kepolisian segera menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.

Menurut hukum yang berlaku, perbuatan para oknum ini bisa dijerat dengan Pasal 369 KUHP tentang pemerasan dan ancaman pencemaran nama baik. Jika terbukti bersalah, mereka bisa menghadapi hukuman hingga empat tahun penjara.

Masyarakat dan para sopir truk tangki berharap agar tindakan tegas segera diambil untuk menjaga nama baik profesi wartawan dan LSM sebagai pilar keempat demokrasi.

“Jangan sampai ulah segelintir oknum merusak kepercayaan publik terhadap media dan lembaga masyarakat,” pungkas seorang sopir tangki lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Sidoarjo masih menyelidiki kasus ini dan mencari identitas pasti para pelaku. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *