google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Perahu Miliaran Rupiah Terbengkalai, Kini Dipindah Pemkot Mojokerto

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com – Setelah hampir dua tahun terbengkalai di bantaran Sungai Ngotok, lima unit perahu wisata Taman Bahari Mojopahit (TBM) akhirnya dipindahkan oleh Pemerintah Kota Mojokerto. Perahu-perahu yang sejatinya disiapkan untuk menunjang wisata susur sungai itu kondisinya sudah memprihatinkan, bahkan sebagian besar tak lagi layak pakai.

Bangunan Aset Miliaran Rupiah Terbengkalai

Lima perahu tersebut merupakan bagian dari total 15 perahu yang dibeli Pemkot Mojokerto pada 2023 dengan anggaran mencapai Rp 1,3 miliar. Dari jumlah itu, lima perahu berwarna biru berkapasitas empat orang dibeli Rp 60 juta per unit, sedangkan sepuluh perahu berwarna merah berkapasitas 7–8 orang menelan biaya Rp 100 juta per unit.

Ironisnya, meski baru sekali pun belum digunakan untuk wisata, kondisi perahu sudah rusak parah. Bilah cadik di sisi kanan dan kiri patah, kayu penyangga keropos, bahkan jamur dan kerak menempel di banyak bagian. Kerusakan terjadi karena perahu dibiarkan begitu saja terkena panas matahari dan hujan sejak 2023.

“Waktu saya lihat, perahunya digulingkan, cadiknya dicopot. Banyak sarang semut di bawah lambung. Semua harus dibersihkan dulu sebelum dipindahkan,” kata Wiji, penjaga kompleks TBM, Senin (12/8).

Pemindahan ke Gedung Aset Pemkot

Kabid Pariwisata Disporapar Kota Mojokerto, Rino Aristia Dwi Cahyono, membenarkan rencana pemindahan tersebut. Ia memastikan lima perahu biru itu akan diamankan di Gedung Aset Pemkot Mojokerto di Jalan Raya Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon.

“Insya Allah besok (13/8/2025) sudah dipindah ke gedung aset,” kata Rino.

Menurutnya, langkah ini dilakukan agar aset daerah tidak semakin rusak parah.

Namun, dari total 15 perahu, hanya lima unit yang dipindah. Sementara sepuluh perahu merah tetap dibiarkan berada di bawah Jembatan Rejoto.

“Hanya lima yang dibawa, sisanya masih tetap di lokasi,” ucap Wiji, pegawai honorer Disporapar.

Dewan Soroti Perahu Terbengkalai

Pemindahan perahu ini tidak lepas dari temuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto pada 29 Juli lalu. Saat melakukan sidak ke lokasi TBM, anggota dewan menemukan lima perahu biru yang dibiarkan terbengkalai tanpa perawatan. Padahal, pemerintah tengah merencanakan pembangunan lanjutan berupa dermaga atau shelter untuk mendukung aktivitas wisata di Sungai Ngotok.

Dari hasil sidak itu, DPRD mendesak Pemkot segera menyelamatkan aset agar tidak menimbulkan kerugian negara yang lebih besar.

“Kami tidak ingin aset dengan nilai miliaran rupiah ini berakhir sia-sia hanya karena dibiarkan rusak,” ujar salah satu anggota dewan saat itu.

Harapan Warga dan Tantangan Pemerintah

Salah satu aktivis Mojokerto, Joko menuturkan keberadaan wisata susur Sungai Ngotok sebenarnya sangat dinantikan. Konsep wisata air dianggap mampu menjadi daya tarik baru di tengah keterbatasan ruang rekreasi keluarga di kota. Sayangnya, lambatnya pengelolaan dan minimnya perawatan membuat perahu-perahu itu justru menimbulkan polemik.

“Kini, setelah dipindahkan, publik menunggu langkah lanjutan dari Pemkot Mojokerto. Apakah perahu-perahu tersebut akan diperbaiki dan dimanfaatkan sesuai tujuan awal, atau justru dibiarkan mangkrak di gudang aset?,” jelas alumni GMNI itu

Aset Mangkrak, Pertanyaan untuk Transparansi

Joko menekankan kasus perahu TBM ini kembali membuka perbincangan mengenai tata kelola aset daerah. Dana besar yang sudah digelontorkan seharusnya berdampak langsung pada peningkatan fasilitas wisata dan kesejahteraan masyarakat. Jika tidak, investasi miliaran rupiah itu hanya menjadi catatan kelam dalam pengelolaan anggaran publik.

“Meski pemindahan sudah dilakukan, persoalan utama belum selesai. Publik masih menunggu jawaban tegas dari Pemkot Mojokerto: apakah perahu wisata akan benar-benar dioperasikan, atau hanya akan menjadi “hiasan” di gudang aset?,” pungkas Joko. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *