google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Peran Parpol dalam Pembangunan Daerah Di Banyuwangi, Bima Rafsanjani Rafid Gelar Sarasehan Hukum

  • Bagikan
Anggota DPRD Jawa Timur, Bima Rafsanjani Rafid saat memberikan sambutan, Sabtu (22/3/2025) (04/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kab Banyuwangi, iKoneksi.com – DPRD Jawa Timur terus mendorong keterlibatan aktif partai politik dalam pembangunan daerah. Hal ini dibuktikan dengan Sarasehan Hukum dan Pemerintahan yang digelar oleh Bima Rafsanjani Rafid, anggota DPRD Jawa Timur, dengan tema Partisipasi Partai Politik dalam Pembangunan Pemerintah Daerah Banyuwangi di Rumah Juang Sumail Centre, Jalan Pajajaran no.12, Banyuwangi, Sabtu (22/3/2025).

Acara yang berlangsung penuh diskusi ini menghadirkan Dr. Aditya Wiguna Sanjaya, S.H., M.H., M.H.Li sebagai narasumber utama. Tak hanya itu, anggota DPR RI, Sumail Abdullah, juga turut hadir, menambah bobot pembahasan tentang bagaimana partai politik bisa lebih aktif dalam mengawal pembangunan di tingkat daerah.

Peran Strategis Parpol dalam Pembangunan Daerah

Dalam sambutannya, Anggota DPRD Jawa Timur, Bima Rafsanjani Rafid menegaskan partai politik tidak boleh sekadar menjadi kendaraan politik saat pemilu, tetapi juga harus menjadi pilar utama dalam pembangunan daerah.

“Partai politik memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya mengusung calon dalam pemilu, tetapi juga berperan dalam merancang dan mengawasi kebijakan pembangunan daerah. Keterlibatan yang aktif akan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi antara partai politik, eksekutif, dan legislatif sangat penting agar kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Kunci Keberhasilan Pembangunan: Sinergi Parpol dan Pemerintah Daerah

Sebagai narasumber utama, Dr. Aditya Wiguna Sanjaya menyoroti bagaimana partai politik dapat memainkan peran lebih dalam sistem pemerintahan daerah. Ia menjelaskan pembangunan yang efektif membutuhkan sinergi antara partai politik, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Parpol seharusnya tidak hanya fokus pada pemilu, tetapi juga aktif dalam perumusan kebijakan publik, pengawasan jalannya pemerintahan, dan mengawal realisasi program pembangunan,” jelas Aditya.

Ia juga menekankan pentingnya kaderisasi di internal partai agar menghasilkan politisi yang kompeten dan memiliki pemahaman kuat mengenai hukum serta pemerintahan daerah.

Dukungan DPR RI untuk Peran Parpol yang Lebih Kuat

Hadir dalam acara tersebut, Sumail Abdullah, anggota DPR RI, memberikan pandangan mengenai tantangan yang dihadapi partai politik dalam pembangunan daerah.

“Banyak kebijakan di tingkat nasional yang harus diterjemahkan ke dalam kebijakan daerah. Oleh karena itu, partai politik harus mampu menjembatani komunikasi antara pusat dan daerah agar pembangunan berjalan efektif,” ungkap Sumail.

Ia juga menekankan partai politik perlu lebih transparan dan responsif terhadap aspirasi masyarakat agar kepercayaan publik terhadap politik terus meningkat.

Parpol sebagai Penggerak Pembangunan

Sarasehan ini membuktikan peran partai politik tidak hanya berhenti di ranah politik elektoral, tetapi juga harus berkontribusi aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

“Diskusi yang berlangsung menunjukkan kolaborasi antara DPRD, DPR RI, akademisi, dan partai politik sangat penting untuk memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak pada masyarakat. Dengan adanya sarasehan ini, diharapkan partai politik di Banyuwangi dapat lebih berperan dalam membangun daerah, tidak hanya menjelang pemilu, tetapi secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bima. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *