google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Polres Mojokerto Kota Tegaskan Siap Jadi Mitra Buruh, Bukan Lawan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com — Dalam upaya memperkuat hubungan antara aparat penegak hukum dan pekerja, Polres Mojokerto Kota menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis buruh dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan penyelesaian persoalan industrial. Sikap ini disampaikan langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, saat memimpin apel kebangsaan buruh di halaman PT Intidragon Suryatama 2, Kota Mojokerto, pada Kamis (23/10/2025).

Apel yang diikuti oleh ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja itu menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara kepolisian dan kalangan pekerja. Suasana apel berlangsung hangat dan penuh semangat kebangsaan, mencerminkan keinginan bersama untuk menjaga iklim hubungan industrial yang damai dan produktif.

Polres Jadi Sahabat Buruh, Bukan Sekadar Pengawas

Dalam sambutannya, Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan menegaskan bahwa Polres Mojokerto Kota tidak ingin dipandang sebagai pihak yang berjarak dengan buruh, melainkan sebagai mitra yang siap membantu mencarikan solusi ketika muncul permasalahan di dunia kerja.

“Kalau ada persoalan terkait ketenagakerjaan, kami siap menjadi mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Pintu Polres Mojokerto Kota selalu terbuka untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama,” tegas Herdiawan di hadapan para peserta apel.

Menurutnya, buruh bukan hanya bagian dari kekuatan ekonomi, tetapi juga bagian penting dalam stabilitas sosial dan keamanan daerah. Karena itu, komunikasi antara aparat kepolisian dan serikat pekerja harus terus dijaga agar tidak ada kesalahpahaman yang bisa berujung pada konflik.

“Buruh adalah mitra strategis kami. Kami ingin berdiri di tengah tidak hanya menjaga ketertiban, tapi juga memastikan hak-hak pekerja terlindungi dengan baik,” sebutnya.

Apresiasi untuk Serikat Pekerja: Garda Terdepan Harmoni Sosial

Herdiawan juga menyampaikan apresiasi kepada serikat buruh atas peran aktif mereka dalam menjaga situasi yang kondusif di Mojokerto. Menurutnya, sinergi yang sudah terjalin selama ini menjadi contoh positif bagaimana perbedaan kepentingan bisa dikelola dengan komunikasi yang sehat.

“Serikat buruh memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah. Kami berterima kasih karena selama ini rekan-rekan buruh telah ikut menjaga kondusifitas wilayah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tugas kepolisian tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagaimana menjadi penjaga keseimbangan sosial di tengah dinamika hubungan industrial yang sering kali kompleks.

Serikat Buruh: Akhirnya Suara Kami Didengar

Sementara itu, Ketua DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Mojokerto, Hendro Anugrah, menyambut positif inisiatif Polres Mojokerto Kota ini. Ia menilai kegiatan seperti apel kebangsaan buruh merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan terhadap eksistensi serikat pekerja, yang selama ini sering kali diabaikan dalam proses pengambilan kebijakan ketenagakerjaan.

“Selama ini serikat buruh seringkali dipandang sebelah mata. Dalam kebijakan ketenagakerjaan, suara kami nyaris tidak pernah didengar. Tapi melalui kegiatan ini, kami merasa lebih dihargai dan diakui keberadaannya,” tutur Hendro.

Hendro berharap sinergi yang dibangun antara buruh, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah tidak berhenti pada seremoni apel semata, melainkan berlanjut dalam bentuk dialog rutin dan kerja sama konkret di lapangan.

“Kami ingin agar ke depan ada ruang komunikasi tetap, semacam forum tripartit, di mana semua pihak bisa duduk bersama membahas persoalan ketenagakerjaan tanpa harus menunggu konflik terjadi,” ucap Hendro.

Sinergi untuk Hubungan Industrial yang Damai

Menurut Herdiawan apel kebangsaan ini menjadi simbol kuat bahwa hubungan antara buruh dan aparat kini mulai berubah arah. Jika dulu buruh sering memandang kepolisian sebagai alat penekan, kini keduanya mulai menatap masa depan sebagai rekan dalam menjaga ketertiban dan keadilan sosial.

Langkah Polres Mojokerto Kota ini juga sejalan dengan semangat Polri Presisi, yang menekankan pendekatan humanis, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk para pekerja.

“Dengan hubungan yang semakin terbuka, diharapkan ke depan setiap persoalan industrial di Mojokerto bisa diselesaikan melalui jalur komunikasi dan mediasi, bukan lagi dengan demonstrasi atau aksi konfrontatif,” ungkap Herdiawan.

Harapan Bersama: Ketenangan, Keadilan, dan Kesejahteraan

Momentum ini dikatakan Herdiawan menunjukkan kolaborasi lintas sektor antara buruh, pemerintah, dan aparat penegak hukum merupakan kunci utama menciptakan iklim kerja yang sehat. Buruh merasa dilindungi, perusahaan merasa aman, dan masyarakat mendapatkan manfaat dari stabilitas sosial yang terjaga.

“Dengan komunikasi yang terbuka, sinergi yang kuat, dan komitmen bersama, Mojokerto bisa menjadi contoh model hubungan industrial yang damai dan berkeadilan, di mana aparat dan buruh berdiri sejajar, bahu membahu menjaga harmoni kota,” pungkas Herdiawan. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *