google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PPI AMF Ciptakan Es Krim Kelor Cegah Stunting

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Inovasi tak melulu lahir dari ruang-ruang akademik besar. Kali ini, dua santriwati Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF), Karangploso, Kabupaten Malang, membuktikan bahwa kreativitas bisa berangkat dari keseharian sederhana. Mereka menghadirkan Bloomy Organic Ice Cream, es krim unik berbahan daun kelor dan susu murni yang diyakini mampu membantu mencegah stunting.

Ide yang Berawal dari Ketidaksukaan

Gagasan produk ini lahir dari pengalaman pribadi Khairunnisa Aqila Nurrahima, siswi SMA Abdul Malik Fadjar. Ia mengaku tidak begitu menyukai sajian kelor yang umumnya diolah menjadi sayur bening. Dari situlah muncul pertanyaan sederhana: bagaimana caranya menyulap kelor menjadi sajian yang lebih ramah di lidah, terutama untuk anak-anak? Jawabannya adalah es krim.

“Bentuk camilan seperti es krim lebih mudah diterima semua usia. Jadi, kami berpikir kelor harus hadir dengan cara yang menyenangkan,” ungkap Khair, Senin (15/9/2025).

Kelor, Tanaman Ajaib Kaya Nutrisi

Menurut Khair pilihan daun kelor bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal memiliki kandungan nutrisi lengkap: kalsium, magnesium, kalium, vitamin A, vitamin C, hingga protein dan antioksidan. Lebih jauh, kelor terbukti bermanfaat bagi kesehatan ibu menyusui, penguatan tulang, serta upaya pencegahan stunting.

“Fakta itu selaras dengan program MIRACLE (Moringa Against Malnutrition and Climate Change) yang tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Malang, dengan target 26 ribu pohon kelor tertanam di halaman warga,” terangnya.

Proses Panjang, Hasil Membanggakan

Menghadirkan Bloomy Organic Ice Cream tidaklah mudah. Khair bersama rekannya, Rivqa Raswa Qanita, membutuhkan waktu 4–5 hari untuk menyelesaikan satu kali produksi. Proses dimulai dari pemilahan daun kelor segar, pengeringan, pengolahan menjadi bubuk, hingga pencampuran dengan susu murni, kuning telur, maizena, gula aren, serta kacang panggang. Semua pewarna berasal dari kelor itu sendiri, menghadirkan warna hijau alami mirip matcha.

“Kami memang ingin benar-benar alami, tanpa bahan tambahan buatan,” tegas Khair.

Menuju Ajang Kompetisi

Khair membeberkan kreasi es krim kelor ini tidak hanya sekadar eksperimen dapur. Keduanya menyiapkan produk tersebut untuk berlaga dalam kompetisi Santripreneur One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur.

Pembina tim, Rachmadanti Chairatul Nisa, menyebut keikutsertaan santri dalam ajang ini diharapkan menjadi wadah pengembangan kreativitas sekaligus pembuktian bahwa produk pesantren bisa bersaing.

Dukungan dari Pesantren

Kepala SMP-SMA Abdul Malik Fadjar, Pahri, menjadi salah satu yang pertama mencicipi Bloomy Organic Ice Cream. Menurutnya, hasil kreasi santrinya bukan hanya enak, tetapi juga memiliki potensi pasar besar.

“Es krim di Indonesia pasarnya luas. Kalau kemasan diperbaiki, produk ini bisa bersaing. Rasanya sudah oke, enak sekali,” kata Pahri memberi apresiasi.

Inovasi dari Pesantren untuk Negeri

Pahri menuturkan inovasi Khair dan Rivqa menunjukkan bahwa pesantren tak sekadar tempat belajar agama, tetapi juga lahan subur untuk kreativitas yang relevan dengan isu kesehatan nasional.

“Di tengah tantangan stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah besar, upaya sederhana dari tangan santri bisa menjadi inspirasi. Bloomy Organic Ice Cream bukan hanya tentang rasa segar, tetapi juga tentang pesan bahwa solusi masalah bangsa bisa lahir dari ide-ide anak muda di lingkungan pesantren,” pungkas Pahri. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *