google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Prabowo Umumkan Sepuluh Pahlawan, Soeharto Masuk Daftar

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Jelang peringatan Hari Pahlawan pada Senin (10/11/2025), perhatian publik tertuju pada Istana Negara. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengumumkan sepuluh nama pahlawan nasional baru, dan salah satu nama yang dipastikan masuk dalam daftar tersebut adalah mantan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Keputusan ini sontak menjadi sorotan karena rekam jejak Soeharto selama 32 tahun memimpin Indonesia kerap menimbulkan perdebatan.

Kepastian itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat ditemui di kediaman Prabowo di Kertanegara, Minggu (9/11). Dalam pernyataannya, Prasetyo menegaskan bahwa Soeharto masuk sebagai salah satu penerima gelar pahlawan nasional tahun ini.

“Besok, insyaallah akan diumumkan. Kurang lebih 10 nama. Soeharto, ya, masuk,” katanya.

Proses Finalisasi: Prabowo Undang Pimpinan Lembaga Negara

Pertemuan di Kertanegara tidak hanya berlangsung antara presiden dan staf internal. Sejumlah tokoh penting diundang untuk memberikan masukan terakhir sebelum nama-nama pahlawan resmi diumumkan. Dalam pertemuan tersebut, hadir Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) RI.

Prasetyo menuturkan proses penetapan gelar pahlawan nasional tahun ini melibatkan diskusi intensif dengan para pimpinan lembaga negara, termasuk DPR dan MPR. Prabowo disebut aktif menghimpun pandangan dari berbagai pihak untuk memastikan keputusan yang diambil telah melewati proses pertimbangan yang matang.

“Beliau menugaskan beberapa untuk berkomunikasi dengan para tokoh, mendapatkan masukan dari berbagai pihak sehingga apa yang diputuskan oleh pemerintah sudah melalui proses yang komprehensif,” jelas Prasetyo.

Langkah Prabowo ini dinilai sebagai upaya mengedepankan prinsip kolektif dan kehati-hatian dalam menentukan sosok yang akan diabadikan sebagai pahlawan nasional gelar tertinggi yang dapat diberikan negara kepada warganya.

Alasan Penetapan: Soeharto Dianggap Berjasa Besar bagi Bangsa

Menurut Prasetyo, keputusan pemerintah menetapkan Soeharto sebagai pahlawan nasional merupakan bentuk penghormatan terhadap kontribusi besar Soeharto dalam membangun Indonesia selama masa pemerintahannya.

Ia menyebut, terlepas dari berbagai kontroversi dan catatan sejarah, Soeharto tetap dianggap memiliki jasa luar biasa dalam memajukan bangsa.

“Itu bagian dari bagaimana kita menghormati para pendahulu, terutama para pemimpin kita, yang apapun sudah pasti memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara,” ujar Prasetyo.

Dengan pernyataan ini, pemerintah memberikan sinyal kuat bahwa pertimbangan utama dalam penganugerahan gelar pahlawan nasional berada pada kontribusi konkret terhadap pembangunan dan stabilitas negara.

Gelar Soeharto: Dukungan dan Polemik yang Tak Terhindarkan

Penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional diperkirakan memunculkan respons beragam di masyarakat. Sejumlah pihak, termasuk mantan pejabat dan tokoh nasional, sebelumnya telah menyuarakan dukungan. Salah satunya adalah Gus Ipul, yang menilai Soeharto memenuhi kriteria pahlawan berdasarkan aturan yang berlaku.

Namun, bagi sebagian kalangan, Soeharto tetap merupakan figur yang kompleks. Catatan pelanggaran HAM, korupsi, dan otoritarianisme di era Orde Baru kerap menjadi alasan penolakan terhadap pemberian gelar tersebut. Karena itu, keputusan Prabowo diperkirakan akan memicu diskusi baru mengenai bagaimana negara memaknai kepahlawanan di era modern.

Menanti Pengumuman Resmi di Istana Negara

Senin esok, seluruh nama pahlawan nasional baru akan diumumkan langsung oleh Prabowo Subianto di Istana Negara. Upacara tersebut dipastikan menjadi momen penting, tidak hanya sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan, tetapi juga sebagai penegasan arah kebijakan pemerintah dalam menghormati jasa para tokoh bangsa.

Dengan masuknya Soeharto dalam daftar tersebut, gelar pahlawan nasional tahun ini menjadi salah satu yang paling dinantikan publik dalam beberapa tahun terakhir. Keputusan ini menegaskan bahwa sejarah bangsa terus dibicarakan, dikaji, dan ditafsirkan ulang sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan bangsa.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *