google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Prestasi Internasional Prof. Wening Udasmoro: Mengukir Nama UGM di Dunia

  • Bagikan
banner 468x60

Yogyakarta, iKoneksi.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat internasional melalui salah satu dosennya yang luar biasa, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA. Baru-baru ini, Wening meraih penghargaan Inclusive Global Engagement dari Universitas 21 (U21), sebuah konsorsium perguruan tinggi bergengsi yang mencakup universitas-universitas terkemuka dari enam benua. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap dedikasi Wening dalam memajukan pendidikan inklusif dan global, khususnya dalam bidang sastra, gender, dan budaya.

Penghargaan yang Mencerminkan Komitmen Global UGM

Penghargaan Inclusive Global Engagement adalah bagian dari U21 Awards yang diberikan kepada individu atau tim yang menunjukkan kontribusi signifikan dalam memperjuangkan inklusi global di dunia pendidikan tinggi. Fokus penghargaan ini adalah pada kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, terutama yang berkaitan dengan kesetaraan gender (Tujuan 5) dan pengurangan kesenjangan (Tujuan 10). Selain itu, penghargaan ini juga mempertimbangkan dampak internasional dari kontribusi yang diberikan oleh penerima.

Pada tahun 2025, hanya empat individu yang menerima penghargaan ini di seluruh dunia, dan Wening menjadi satu-satunya yang berasal dari Asia Tenggara. Pencapaian ini menegaskan bahwa gagasan inklusivitas yang dikembangkan di tingkat lokal dapat memiliki dampak yang luas secara global. Ini sekaligus mengukuhkan posisi UGM sebagai universitas yang memiliki komitmen tinggi terhadap nilai-nilai keberagaman dan kesetaraan.

Komitmen Prof. Wening dalam Mempromosikan Kesetaraan dan Inklusi

Sebagai Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran di UGM serta Guru Besar di Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Prof. Wening Udasmoro dikenal sebagai sosok yang sangat berkomitmen terhadap isu-isu kesetaraan gender dan inklusi dalam pendidikan tinggi. Keahliannya dalam kajian sastra, identitas, dan postkolonialisme menjadikannya tokoh penting dalam membangun hubungan budaya dan akademik antara Indonesia dan negara-negara lain, terutama Prancis. Selain kontribusi akademik, Wening juga dikenal karena kepemimpinan yang empatik dan kolaboratif dalam mendorong perubahan positif di lingkungan kampus.

Rekan sejawatnya, Prof. Wiratni Budhijanto, S.T., M.T., Ph.D, mengungkapkan Wening tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam mengembangkan kurikulum yang responsif terhadap keberagaman dan inklusi. Wiratni menyebut penghargaan ini adalah pengakuan yang tepat bagi Wening dan berharap bahwa prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi civitas akademika UGM untuk terus memperkuat reputasi global mereka.

Prestasi Internasional Sebelumnya dan Kontribusi Lintas Batas

“Penghargaan yang diterima oleh Prof. Wening ini bukanlah prestasi pertama yang ia raih. Sebelumnya, ia juga telah menerima penghargaan Palmes Académiques dari Pemerintah Prancis pada Desember 2024 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mempromosikan budaya dan bahasa Prancis di Indonesia. Penghargaan ini semakin memperkuat posisinya sebagai akademisi yang memiliki visi lintas batas dalam konteks geopolitik dan lintas disiplin ilmu. Dedikasinya membuktikan bahwa akademisi Indonesia mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata di panggung global,” kata Wiratni.

UGM dan Posisi Kuat dalam Jejaring Universitas 21

UGM sendiri baru-baru ini bergabung dengan konsorsium global Universitas 21 pada Agustus 2023, menjadikannya satu-satunya universitas dari Indonesia yang tergabung dalam jaringan prestisius ini. Keanggotaan dalam U21 membuka peluang bagi UGM untuk berkolaborasi dengan berbagai universitas terkemuka di dunia dalam hal inovasi pendidikan, mobilitas mahasiswa, serta pengembangan kapasitas akademik.

Dengan penghargaan ini, hubungan antara UGM dan U21 diharapkan semakin erat dan berdampak langsung pada pengembangan kapasitas global sivitas akademika. Keanggotaan ini juga menjadi momentum penting untuk memperluas diplomasi akademik Indonesia di kancah internasional.

Harapan Prof. Wening untuk Pendidikan Inklusif

Dalam pernyataan setelah menerima penghargaan, Prof. Wening menyampaikan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari perjuangannya. Sebaliknya, ia melihatnya sebagai dorongan untuk terus memperjuangkan pendidikan yang adil dan setara. Ia mengajak seluruh komunitas akademik untuk bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan penuh harapan. “Semoga penghargaan ini menjadi panggilan untuk terus membangun komunitas akademik yang memberdayakan, menghubungkan, dan saling menguatkan. Bersama, kita bisa menciptakan masa depan di mana pendidikan benar-benar inklusif untuk semua,” ungkapnya.

Dengan pengakuan ini, Prof. Wening Udasmoro telah membuktikan bahwa kontribusi Indonesia dalam bidang pendidikan global tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Dedikasinya yang mendalam terhadap kesetaraan gender dan inklusi menjadi inspirasi tidak hanya bagi akademisi di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia,” pungkas Wiratni. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *