google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PWI Pusat Mantapkan Langkah, Konsolidasi Pengurus Jelang Pengukuhan di Solo

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Solo, iKoneksi.com — Suasana hangat namun penuh semangat terasa di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (3/10/2025) malam. Di tengah udara yang bersahabat, jajaran Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat masa bakti 2025–2030 menggelar orientasi kepengurusan sebagai langkah awal menuju babak baru organisasi wartawan tertua di Indonesia itu.

Kegiatan yang digelar sehari sebelum pengukuhan resmi ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, didampingi Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari dan Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sekedang. Seluruh pengurus pusat hadir lengkap, menjadikan forum orientasi ini sebagai momentum konsolidasi besar keluarga besar PWI.

Langkah Awal Menuju Kepengurusan yang Solid

Dalam sambutannya, Akhmad yang akrab disapa Cak Munir menegaskan orientasi bukan sekadar acara seremonial, melainkan ruang penyamaan langkah dan strategi kerja bersama. Ia menyebut bahwa masa bakti 2025–2030 harus menjadi periode yang produktif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi dunia pers nasional.

“Orientasi ini membahas rencana kerja tiap bidang, komisi, departemen maupun direktorat agar semua pengurus punya arah yang selaras,” kata Cak Munir dengan nada tegas.

Direktur Utama LKBN Antara itu juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang baik. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjadi model manajemen organisasi modern di tengah tantangan dunia media yang semakin kompleks.

“Diharapkan kepengurusan kita bekerja dengan tata kelola yang lebih baik, transparan, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” jelasnya.

Semangat Kolektif, Pondasi PWI ke Depan

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan PWI, Atal S. Depari, dalam arahannya menyoroti pentingnya semangat kolektif dan kerja sama lintas bidang. Ia mengingatkan bahwa kejayaan PWI tidak bisa dibangun oleh satu atau dua orang, melainkan oleh seluruh pengurus yang bergerak dengan satu visi.

“Pengurus harus bekerja bersama membesarkan PWI,” ujarnya singkat namun penuh makna.

Pesan Atal tersebut disambut dengan tekad yang sama oleh seluruh peserta orientasi. Kesadaran bahwa PWI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga rumah besar bagi jurnalis Indonesia, menjadi pemantik semangat untuk mengabdi tanpa pamrih.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, juga menegaskan hal serupa. Ia mengingatkan para pengurus agar menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

“Berorganisasi artinya siap berkorban,” katanya lugas.

Menurut Zulmansyah, kepemimpinan di tubuh PWI harus mencerminkan etika jurnalisme yang dijaga dengan integritas tinggi.

Menuju Pengukuhan Bersejarah di Tanah Kelahiran PWI

Zulmansyah menerangkan orientasi ini juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju pengukuhan Pengurus PWI Pusat masa bakti 2025–2030 yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 4 Oktober 2025, di Auditorium Monumen Pers Nasional, Surakarta.

“Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan. Monumen Pers Nasional memiliki nilai historis yang sangat kuat di sinilah PWI lahir pada 9 Februari 1946, menandai kebangkitan pers nasional di masa awal kemerdekaan. Karena itu, pengukuhan di tempat ini dianggap sebagai kembali ke akar sejarah jurnalisme Indonesia,” ungkapnya.

Pengukuhan nanti akan dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang dijadwalkan menjadi keynote speaker, hingga Gubernur Jawa Tengah, Wali Kota Surakarta, pimpinan media nasional, dan ketua-ketua PWI daerah se-Indonesia.

“Ratusan peserta diperkirakan akan memenuhi auditorium Monumen Pers untuk menyaksikan momen bersejarah ini,” bebernya.

Menatap Masa Depan Pers Nasional

Orientasi di Solo menjadi simbol transisi kepemimpinan PWI yang berorientasi pada pembaruan dan profesionalisme. Dalam era digitalisasi media dan tantangan informasi yang kian kompleks, PWI di bawah kepemimpinan Akhmad Munir bertekad meneguhkan peran pers sebagai penyeimbang demokrasi dan penjaga nilai kebenaran.

Cak Munir menegaskan, langkah awal ini adalah komitmen PWI untuk tidak hanya beradaptasi terhadap perubahan zaman, tetapi juga memimpin perubahan itu sendiri.

“PWI tidak boleh tertinggal. Kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya saksi perubahan,” lugasnya.

Dengan orientasi yang membangun arah kerja kolektif, PWI Pusat kini menatap babak baru dengan optimisme. Dari Solo, semangat kebersamaan dan profesionalisme itu dikobarkan kembali mengingatkan bahwa pers bukan sekadar profesi, tetapi pengabdian terhadap kebenaran dan bangsa.

“PWI Pusat 2025–2030 kini bersiap melangkah. Dari kota kelahiran jurnalisme nasional, mereka menegaskan komitmen untuk menjaga marwah pers Indonesia di tengah pusaran perubahan zaman,” pungkas Cak Munir. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *