google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PWK Universitas Brawijaya Perkuat Riset Global Bareng University of Amsterdam

  • Bagikan
banner 468x60

Amsterdam, iKoneksi.com — Langkah besar kembali diukir oleh Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB). Melalui program DOKAR 2025, delegasi PWK UB melakukan kunjungan akademik ke Faculty of Social and Behavioural Science (FSBS), University of Amsterdam (UvA), Belanda, pada 29 September hingga 3 Oktober 2025.

Agenda ini bukan sekadar pertukaran akademik biasa. Kunjungan tersebut menjadi simbol penguatan kerja sama riset internasional yang semakin matang antara UB dan UvA, setelah keduanya menandatangani MoU pada Desember 2024.

Kolaborasi Akademik Global yang Semakin Solid

Kerja sama antara dua institusi ini telah menghasilkan sejumlah inisiatif konkret. Salah satunya adalah program penerimaan tiga mahasiswa MIDS (Master of International and Development Studies) UvA yang melakukan studi lapangan di Indonesia pada Februari hingga April 2025.

Selama berada di Malang, para mahasiswa Belanda itu berafiliasi dengan UB khususnya di Departemen PWK serta mengikuti perkuliahan Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah. Dari situ, terjadi pertukaran pengalaman lintas budaya dan pengetahuan lapangan, yang membuka ruang diskusi akademik antara mahasiswa UvA dan UB dalam memahami konteks sosial serta tata ruang perkotaan di Indonesia.

Diskusi Lintas Benua: Dari Demokrasi hingga Infrastruktur Pengetahuan

Selama di Amsterdam, delegasi UB terlibat dalam sejumlah kegiatan akademik intensif. Salah satunya adalah diskusi diseminasi hasil penelitian mahasiswa doktoral FSBS, yang difasilitasi oleh Shakthi Ramani dan Carolina Frossard. Forum ini menyoroti bagaimana riset partisipatoris bisa memperkaya pemahaman lintas konteks antara Global North dan Global South.

Delegasi juga mengikuti kuliah tamu bertajuk Citizen Knowledge and Democratic Institutionalism: Re-imagining Europe’s Epistemic Infrastructure, dengan narasumber Prof. Lisa Herzog dari Universitas Wageningen. Kuliah ini membuka diskusi mendalam tentang peran pengetahuan warga dalam membangun tata kelola demokrasi yang inklusif.

UB Tampilkan Riset Perencanaan Kota Indonesia di Kancah Eropa

Dalam kunjungan ini, Dr.tech. Christia Meidiana, selaku ketua pelaksana program DOKAR PWK FT UB, mempresentasikan sejumlah riset unggulan dari UB kepada mahasiswa MIDS UvA. Sesi ini berlangsung interaktif dengan 11 mahasiswa MIDS yang menyatakan minat kuat untuk melakukan field research di Indonesia tahun depan, mengikuti jejak program inbound 2025.

“Kami melihat semangat besar dari kedua institusi untuk berkolaborasi dalam riset yang berorientasi pada praktik nyata di lapangan. Kolaborasi ini bukan hanya tentang penelitian bersama, tetapi juga pertukaran pemahaman sosial, lingkungan, dan budaya,”
kata Christia.

Ia menambahkan, ke depan kolaborasi ini akan dikembangkan ke arah joint research, joint supervision, dan publikasi internasional agar hasil riset tidak hanya memperkuat reputasi akademik, tapi juga membawa manfaat sosial dan lingkungan yang nyata.

Sepakati Mobilitas Dua Arah dan Visiting Professor

Pertemuan antara dosen PWK UB dan MIDS UvA juga menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Di antaranya, pengiriman mahasiswa MIDS ke UB akan dilanjutkan setiap tahun, serta penjajakan program joint studio dan pengajuan proposal Erasmus untuk mobilitas dua arah antara UvA dan UB.

Selain itu, Prof. Maggi Leung dari UvA menyatakan kesediaannya menjadi Visiting Professor di UB, sementara beberapa dosen UvA lainnya akan dilibatkan dalam program Visiting Lecturer di Departemen PWK FT UB.

Tak berhenti di situ, kedua pihak juga menargetkan publikasi kolaborasi di jurnal internasional bereputasi (Scopus Q1/Q2) sebagai luaran ilmiah bersama. Target ini diharapkan memperkuat posisi PWK FT UB sebagai mitra akademik global dengan kontribusi riset yang nyata.

Sejalan dengan SDGs: Pendidikan, Kota Berkelanjutan, dan Kemitraan

Program DOKAR 2025 di UvA ini juga sejalan dengan visi Sustainable Development Goals (SDGs).

  • SDG 4 (Quality Education): memperkuat mutu pendidikan tinggi berbasis riset kolaboratif.
  • SDG 11 (Sustainable Cities and Communities): fokus pada perencanaan kota berkelanjutan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
  • SDG 17 (Partnerships for the Goals): memperkokoh jejaring riset internasional antara UB dan UvA.

Babak Baru Internasionalisasi Akademik UB

Melalui program ini, Departemen PWK FT UB menegaskan komitmennya terhadap kolaborasi riset berdampak, mobilitas akademik dua arah, dan pembelajaran berbasis lapangan.

Langkah ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan wujud nyata dari upaya UB membangun generasi akademisi dan perencana kota yang peka konteks, berwawasan global, dan siap menjawab tantangan pembangunan wilayah di abad ke 21.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *