google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ribuan Rumah Terendam Banjir di Tebing Tinggi, Warga Waspadai Potensi Bahaya

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tebing Tinggi, iKoneksi.com – Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, pada Sabtu pagi, (18/1/2025), diguncang oleh peristiwa banjir yang menggenangi ribuan rumah dan jalan. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, sedikitnya 2.098 rumah terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 100 cm. Peristiwa ini menjadi perhatian besar di media sosial, dengan sejumlah foto udara yang menunjukkan luasnya genangan air yang melanda kawasan ini.

Menurut Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni, banjir ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi di hulu Sungai Padang dan Sungai Bahilang, yang melintasi Kabupaten Simalungun dan Serdang Bedagai.

“Akibat hujan deras yang terjadi di hulu sungai, volume air Sungai Padang dan Sungai Bahilang meluap dan mengalir ke Kota Tebing Tinggi, mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah,” jelas Sri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/1/2025).

Kejadian ini menyebabkan dampak yang cukup besar, meskipun beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Berdasarkan laporan terbaru, diperkirakan 7.445 orang terdampak langsung oleh banjir yang melanda empat kecamatan di Kota Tebing Tinggi. Empat kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Rambutan, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kecamatan Padang Hilir, dan Kecamatan Padang Hulu. Selain itu, sejumlah kelurahan juga turut terendam, seperti Kelurahan Sri Padang, Lalang, Badak Bejuang, Bandar Utama, Tambang Hulu, dan Persiakan.

“Sebagian besar warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman seperti sekolah dan masjid yang dijadikan tempat penampungan sementara. Banjir ini tak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari, tetapi juga merusak infrastruktur jalan dan fasilitas umum yang terendam air. Namun, laporan terbaru dari BPBD menunjukkan bahwa air banjir mulai surut, dan sebagian besar warga yang mengungsi telah kembali ke rumah mereka,” terang Sri.

Meski banjir sudah mulai surut, BPBD Kota Tebing Tinggi tidak lengah dan tetap bersiaga di lokasi untuk menangani kemungkinan dampak lanjutan.

“Meskipun kondisi banjir mulai membaik, kami tetap berada di lokasi untuk memastikan segala sesuatunya terkendali. Warga yang terdampak telah kembali ke rumah masing-masing, namun kami tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada,” kata Sri.

Warga Kota Tebing Tinggi, meskipun lega karena air mulai surut, tetap diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca di hulu sungai yang masih mendung. Pemerintah Kota Tebing Tinggi, bersama dengan BPBD dan instansi terkait, terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan situasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

“Banjir ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan perencanaan tanggap bencana bagi pemerintah dan masyarakat. Walaupun kejadian serupa sering kali dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem, banjir besar yang terjadi di Tebing Tinggi kali ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, terutama dalam mengelola dan memitigasi risiko bencana alam di masa depan. Kini, meskipun banjir telah mulai surut, warga Kota Tebing Tinggi diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan deras yang dapat kembali memicu banjir. BPBD bersama aparat setempat juga terus memantau situasi di lapangan, memastikan langkah-langkah penanggulangan bencana dapat segera dilakukan jika diperlukan. Dalam situasi seperti ini, kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk memastikan keselamatan bersama,” tutup Sri. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *