google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Rp9,5 M Proyek Bale Wilwatikta Kota Mojokerto Masih Mangkrak

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com – Bangunan megah Bale Wilwatikta yang berdiri kokoh di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, hingga kini masih belum dimanfaatkan. Meski menghabiskan anggaran fantastis senilai Rp9,5 miliar dari dua tahun anggaran berturut-turut, proyek yang digadang-gadang sebagai pusat kuliner atau pujasera ini masih tampak sepi aktivitas, bahkan belum diresmikan.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat, terlebih ketika melihat bangunan tersebut hanya berdiri pasif tanpa kejelasan jadwal pembukaan. Warga sekitar yang saban hari melewati bangunan itu pun mengaku heran mengapa fasilitas yang telah selesai dibangun sejak akhir 2024 masih terkunci rapat.

“Sampai sekarang belum diresmikan. Padahal bangunannya sudah jadi,” ungkap seorang warga kepada iKoneksi.com.

Proyek Dua Tahap, Hasil Belum Nyata

Proyek ini dibangun melalui dua tahap pekerjaan. Tahap pertama berupa pembangunan kolam retensi dengan nilai Rp5,1 miliar pada tahun 2023. Kolam ini sejatinya berfungsi sebagai penampung air hujan untuk pengendalian banjir. Sementara tahap kedua yang menelan biaya Rp4,4 miliar digunakan untuk membangun bangunan pujasera atau yang kini dikenal sebagai Bale Wilwatikta.

Namun yang terjadi di lapangan jauh dari rencana awal. Bangunan pujasera justru tampak kosong melompong. Pintu utama bangunan tertutup, tidak ada satu pun aktivitas di dalamnya, dan belum tampak tanda-tanda persiapan pembukaan.

“Bangunan sebelah utara kolam retensi yang sudah selesai tahun kemarin sampai hari ini juga nganggur,” imbuh sumber lain yang meminta namanya dirahasiakan.

Kolam Retensi Berubah Fungsi

Ironisnya, kolam retensi yang dibangun dengan fungsi utama sebagai sarana pengendalian banjir justru kini berubah menjadi tempat memancing. Warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, terlihat kerap memadati area kolam, bahkan nekat masuk ke dermaga meski pintu tertutup.

Tidak adanya penjagaan di sekitar fasilitas umum yang berada di Jalan Muria Raya ini menambah kekhawatiran masyarakat. Banyak yang takut jika fasilitas umum itu akhirnya disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Kolam retensi sekarang tiap malam juga sering jadi jujukan,” kata warga lainnya.

Penjelasan Pemerintah Kota Mojokerto

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) Kota Mojokerto, Muraji, mengakui Bale Wilwatikta memang belum dioperasionalkan secara resmi. Menurutnya, meskipun konstruksi fisik sudah rampung, namun bangunan tersebut masih menunggu serah terima pemanfaatan kepada dinas terkait.

“Rencana ke depan, fasilitas ini akan difungsikan sebagai food court dan dikelola oleh Diskopukmperindag,” kata Muraji.

Ia menjelaskan saat ini pihaknya bersama Diskopukmperindag tengah melakukan inventarisasi sarana pendukung yang dibutuhkan agar fasilitas tersebut bisa segera dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami sedang mendata ulang fasilitas apa saja yang harus dilengkapi agar Bale Wilwatikta dapat dibuka,” jelasnya.

Warga Harap Pemanfaatan Segera Terwujud

Warga berharap pemerintah segera menyelesaikan proses administrasi dan melengkapi fasilitas yang diperlukan. Sebab, dengan anggaran yang begitu besar, sangat disayangkan bila bangunan megah ini hanya menjadi pajangan kosong.

Apalagi, pusat kuliner yang dirancang berdampingan dengan kolam retensi sebenarnya memiliki potensi besar untuk mendongkrak perekonomian lokal dan menjadi tempat rekreasi keluarga. Namun bila dibiarkan mangkrak, bukan tidak mungkin Bale Wilwatikta hanya akan menambah daftar panjang proyek mubazir di daerah.

Kini, semua mata tertuju pada langkah Pemkot Mojokerto akankah mereka mampu mengubah bangunan tidur ini menjadi pusat aktivitas yang hidup, ataukah proyek Rp9,5 miliar ini akan terus jadi simbol kegagalan perencanaan daerah? (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *